Seorang pelanggan MyRepublic bernama Moza mengungkapkan kekecewaan mendalam akibat proses pemindahan alamat layanan internet miliknya yang tidak kunjung selesai selama hampir tiga pekan. Permohonan yang diajukan sejak akhir Juni 2026 tersebut hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian meskipun pelanggan telah berulang kali melakukan tindak lanjut.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, status pengajuan perpindahan alamat Moza masih tertahan dengan keterangan "Dalam Proses" sejak tanggal 26 Juni hingga 15 Juli 2026. Pelanggan merasa tidak mendapatkan kepastian maupun estimasi waktu yang jelas mengenai kapan layanan internet tersebut dapat kembali digunakan di lokasi yang baru.
Detail Kronologi dan Status Laporan
| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Tanggal Pengajuan Awal | 26 Juni 2026 |
| Tanggal Status Belum Selesai | 15 Juli 2026 |
| Durasi Menunggu Tanpa Kepastian | Sekitar 21 Hari (3 Minggu) |
| Tanggal Tanggapan Perusahaan | 22 Juli 2026 |
Setiap kali menghubungi layanan pelanggan MyRepublic, Moza mengaku hanya menerima jawaban normatif yang menyatakan bahwa laporan sedang diproses oleh tim terkait. Tidak ada penjelasan teknis yang memadai atau solusi konkret yang diberikan oleh pihak Customer Service selama periode menunggu tersebut.
Pihak penyedia layanan sempat beralasan bahwa alamat tujuan pemindahan tersebut tercatat masih digunakan oleh pelanggan lain sehingga menghambat proses administrasi. Namun, Moza menegaskan bahwa berdasarkan fakta di lapangan, alamat tersebut sudah tidak lagi ditinggali oleh penghuni lama maupun pengguna layanan internet sebelumnya.
Meskipun informasi mengenai kekosongan alamat tersebut telah disampaikan berkali-kali, Moza menyayangkan tidak adanya inisiatif dari pihak MyRepublic untuk mengirimkan teknisi ke lokasi. Ia menilai bahwa survei langsung oleh teknisi akan jauh lebih efektif untuk melakukan verifikasi status alamat daripada sekadar memberikan jawaban administratif yang berulang.
Dampak Gangguan Layanan bagi Pelanggan
Sebagai konsumen yang taat membayar kewajiban, Moza merasa sangat dirugikan karena akses internet saat ini telah menjadi kebutuhan primer dalam menunjang mobilitas harian. Ketiadaan koneksi internet sangat menghambat berbagai aktivitas penting seperti bekerja, menempuh pendidikan, hingga berkomunikasi melalui berbagai platform digital.
Keluhan ini semakin diperkuat dengan riwayat pelaporan pada aplikasi MyRepublic yang menunjukkan adanya beberapa tiket laporan berbeda untuk masalah perpindahan alamat yang sama. Bahkan, tiket laporan terbaru yang diterbitkan pada pertengahan Juli 2026 pun tetap tidak membuahkan hasil atau tindak lanjut yang nyata dari penyedia jasa.
Melalui surat terbuka ini, Moza berharap agar pihak MyRepublic segera memperbaiki kualitas pelayanan purnajual mereka agar lebih profesional dan responsif terhadap keluhan pelanggan. Tulisan tersebut dibuat bukan untuk merusak reputasi perusahaan, melainkan sebagai bentuk aspirasi agar hak-hak konsumen dapat dipenuhi dengan baik.
Pelanggan tersebut menginginkan kepastian dan solusi cepat agar kendala serupa tidak dialami oleh pengguna jasa internet lainnya di masa mendatang. Hingga surat tersebut dipublikasikan, Moza masih terus menunggu langkah nyata dari manajemen MyRepublic untuk mengaktifkan kembali layanan internet di kediamannya.
Tanggapan Resmi MyRepublic Indonesia
Merespons keluhan pelanggan tersebut, manajemen MyRepublic Indonesia menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui redaksi Detik.com pada tanggal 22 Juli 2026. Perusahaan mengakui adanya keterlambatan dalam proses pemindahan layanan yang memakan waktu lebih lama dari standar operasional yang diharapkan.
Tim MyRepublic mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan koordinasi internal secara intensif untuk menindaklanjuti hambatan teknis yang dialami oleh Bapak Moza. Selain itu, pihak perusahaan juga sudah berkomunikasi secara langsung dengan pelanggan untuk memberikan penjelasan mendalam serta menyampaikan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Saat ini, MyRepublic memastikan bahwa proses perpindahan alamat telah berhasil direalisasikan dan layanan internet di lokasi baru sudah aktif dengan kualitas normal. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan standar penanganan pelanggan demi memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengguna layanan mereka di Indonesia.