WhatsApp Commerce adalah rangkaian fitur WhatsApp yang membantu bisnis menampilkan produk, berkomunikasi dengan calon pembeli, membagikan katalog, hingga mendukung proses penjualan melalui percakapan. Fitur ini membuat WhatsApp tidak hanya menjadi aplikasi pesan, tetapi juga dapat digunakan sebagai salah satu kanal perdagangan digital bagi bisnis.
Bagi pemilik usaha kecil hingga perusahaan yang melayani banyak pelanggan, WhatsApp Commerce dapat memperpendek proses dari promosi menuju komunikasi dan transaksi. Pelanggan bisa melihat produk, menanyakan detail, membagikan produk, lalu melanjutkan pembelian melalui percakapan dengan bisnis.
Pada 2026, ekosistem WhatsApp Business juga semakin berkembang dengan dukungan berbagai fitur bisnis dan AI. Namun, ketersediaan fitur perdagangan, pembayaran, serta kemampuan tertentu dapat berbeda berdasarkan negara, akun, aplikasi, dan kebijakan Meta.
Apa Itu WhatsApp Commerce?
WhatsApp Commerce merupakan pengalaman perdagangan yang menggunakan WhatsApp sebagai tempat bisnis menampilkan produk atau layanan dan berinteraksi dengan pelanggan. Salah satu komponen utamanya adalah katalog pada WhatsApp Business yang memungkinkan pelanggan melihat produk langsung dari profil bisnis.
Konsepnya cukup sederhana. Bisnis menyiapkan profil dan katalog, pelanggan menemukan produk, kemudian komunikasi mengenai produk dapat dilakukan melalui chat WhatsApp tanpa harus berpindah ke aplikasi pesan lain.
Fitur Utama WhatsApp Commerce
WhatsApp Commerce tidak hanya berkaitan dengan katalog produk. Ada beberapa fitur yang saling mendukung untuk membangun alur penjualan dari tahap mengenalkan produk sampai pelayanan setelah pelanggan melakukan pembelian.
| Fitur | Fungsi utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Katalog | Menampilkan produk dan layanan | Toko online dan UMKM |
| Koleksi katalog | Mengelompokkan produk | Bisnis dengan banyak produk |
| Berbagi produk | Mengirim produk melalui chat atau kanal lain | Promosi dan penjualan |
| Profil bisnis | Menampilkan informasi usaha | Semua jenis bisnis |
| Chat pelanggan | Menjawab pertanyaan dan konsultasi | Penjualan berbasis percakapan |
| Tautan katalog | Membagikan katalog kepada calon pembeli | Promosi digital |
| Pembayaran | Mendukung pengalaman pembayaran di wilayah tertentu | Bisnis yang memenuhi syarat |
| WhatsApp Business Platform | Mengelola komunikasi dalam skala besar | Bisnis menengah dan besar |
| AI bisnis | Membantu tugas tertentu seperti konten dan respons | Bisnis yang mendapat akses |
Katalog menjadi salah satu fitur yang paling mudah digunakan karena pelanggan dapat langsung melihat produk atau layanan dari profil bisnis. WhatsApp juga menyediakan kemampuan untuk menghubungkan katalog Meta yang sudah ada ke aplikasi WhatsApp Business.
Fitur lain seperti pembayaran atau AI tidak selalu tersedia untuk semua pengguna. Karena itu, pemilik bisnis sebaiknya memeriksa fitur yang muncul pada akun masing-masing sebelum menyusun alur penjualan.
Katalog Produk WhatsApp
Katalog memungkinkan bisnis menampilkan daftar produk atau layanan dalam profil WhatsApp Business. Setiap item dapat memiliki nama, gambar, negara asal, dan informasi tambahan seperti harga, harga jual, deskripsi, tautan situs, serta kode produk.
Bisnis juga dapat mengunggah beberapa gambar atau video untuk membantu pelanggan memahami produk. WhatsApp menyebutkan bahwa gambar dan item katalog harus melalui proses peninjauan sebelum dapat terlihat oleh pelanggan.
Untuk membuat katalog yang lebih mudah digunakan, bisnis dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
-
Gunakan foto produk yang jelas.
-
Tulis nama produk yang mudah dicari dan dipahami.
-
Cantumkan harga jika fitur harga tersedia untuk akun atau wilayah tersebut.
-
Buat deskripsi yang menjawab pertanyaan dasar pelanggan.
-
Masukkan kode produk bila bisnis memiliki banyak SKU.
-
Perbarui katalog ketika stok, harga, atau varian berubah.
-
Sembunyikan produk yang sedang tidak tersedia.
WhatsApp juga menyediakan fitur koleksi yang dapat digunakan untuk mengelompokkan produk. Misalnya, toko fashion dapat membuat koleksi pakaian pria, pakaian wanita, sepatu, aksesori, dan produk promo sehingga pelanggan tidak perlu melihat seluruh item secara acak.
Koleksi dalam Katalog
Koleksi berfungsi seperti kategori sederhana di dalam katalog. Fitur ini berguna bagi bisnis yang memiliki banyak produk karena pelanggan dapat menemukan kelompok barang tertentu dengan lebih cepat.
Pengelompokan juga membuat katalog terlihat lebih teratur. Sebelum membuat koleksi, bisnis sebaiknya menentukan kategori berdasarkan cara pelanggan mencari produk, bukan hanya berdasarkan struktur internal toko.
Contohnya, toko makanan dapat menggunakan kategori seperti:
-
Menu utama.
-
Paket keluarga.
-
Minuman.
-
Menu hemat.
-
Produk baru.
-
Promo mingguan.
Struktur tersebut dapat membantu pelanggan langsung menuju produk yang mereka cari. Semakin sederhana navigasinya, semakin kecil kemungkinan calon pembeli meninggalkan percakapan karena kesulitan menemukan barang.
Cara Kerja WhatsApp Commerce untuk Bisnis
WhatsApp Commerce bekerja dengan menggabungkan katalog, profil bisnis, percakapan, dan berbagai alat promosi. Pelanggan dapat menemukan bisnis, membuka katalog, memilih produk, kemudian menghubungi bisnis untuk menanyakan detail atau melanjutkan proses pembelian.
Alur ini dikenal sebagai conversational commerce karena komunikasi menjadi bagian penting dalam perjalanan pelanggan. Untuk bisnis tertentu, percakapan bahkan dapat menjadi tempat konsultasi sebelum pelanggan menentukan produk yang akan dibeli.
Dari Melihat Produk hingga Chat
Pelanggan dapat melihat katalog melalui profil bisnis. Pada akun yang memiliki katalog aktif, WhatsApp juga menyediakan tombol belanja yang dapat membantu pelanggan membuka katalog langsung dari layar chat.
Setelah menemukan produk, pelanggan dapat mengajukan pertanyaan kepada bisnis. Hal ini sangat berguna untuk produk yang membutuhkan penjelasan tambahan, seperti ukuran pakaian, spesifikasi perangkat, pilihan warna, stok, biaya pengiriman, atau layanan yang dapat disesuaikan.
Bisnis kemudian dapat menggunakan percakapan untuk mengarahkan pelanggan menuju keputusan pembelian. Polanya dapat dibuat sederhana:
-
Pelanggan melihat promosi.
-
Pelanggan membuka profil WhatsApp Business.
-
Pelanggan melihat katalog.
-
Pelanggan memilih produk.
-
Pelanggan mengirim pertanyaan.
-
Bisnis memberikan informasi.
-
Pelanggan menyepakati pesanan.
-
Pembayaran dan pengiriman diproses sesuai sistem bisnis.
Tidak semua tahap tersebut otomatis dilakukan oleh WhatsApp. Bisnis tetap bertanggung jawab atas ketentuan penjualan, pemenuhan pesanan, pajak, biaya, dan kewajiban lain yang berlaku.
Berbagi Produk dari Katalog
Produk dari katalog dapat dibagikan melalui chat WhatsApp maupun aplikasi lain. Pelanggan juga dapat membagikan produk atau katalog kepada orang lain sehingga satu produk memiliki peluang untuk menyebar melalui percakapan pengguna.
Bagi bisnis, fitur ini dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi promosi. Misalnya, penjual dapat membagikan produk unggulan kepada pelanggan lama dan mengarahkan mereka untuk melihat katalog lengkap.
Tautan katalog juga dapat digunakan dalam promosi di luar WhatsApp. Namun, bisnis sebaiknya tetap memastikan informasi produk yang ditampilkan konsisten dengan stok, harga, dan ketentuan penjualan yang berlaku.
Fitur WhatsApp Commerce untuk Meningkatkan Penjualan
Kekuatan utama WhatsApp Commerce berada pada kombinasi antara katalog dan komunikasi langsung. Pelanggan tidak hanya melihat produk, tetapi juga dapat bertanya ketika memiliki keraguan sebelum membeli.
Untuk bisnis, pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi jarak antara promosi dan layanan pelanggan. Meta juga terus mengembangkan WhatsApp sebagai bagian dari ekosistem bisnis dan commerce yang lebih luas.
Profil Bisnis WhatsApp
Profil bisnis menjadi identitas utama toko di WhatsApp. Informasi seperti nama bisnis, deskripsi, alamat, jam operasional, kategori, email, dan situs web dapat ditampilkan pada profil, tergantung fitur yang tersedia pada akun.
Profil yang lengkap dapat membantu pelanggan memahami siapa yang mereka hubungi. Untuk bisnis online, bagian ini juga dapat digunakan untuk memperjelas jenis produk, jam pelayanan, serta kanal resmi yang digunakan.
Beberapa informasi yang sebaiknya diperhatikan adalah:
-
Nama bisnis mudah dikenali.
-
Deskripsi menjelaskan jenis usaha.
-
Jam operasional diperbarui.
-
Katalog berisi produk yang masih tersedia.
-
Situs web dicantumkan jika bisnis memilikinya.
-
Informasi kontak dan layanan pelanggan konsisten.
Kelengkapan profil tidak otomatis membuat pelanggan membeli. Namun, informasi yang jelas dapat membuat proses komunikasi menjadi lebih efisien karena pertanyaan dasar sudah terjawab sejak awal.
Pembayaran di WhatsApp
Pembayaran merupakan bagian yang sering dikaitkan dengan WhatsApp Commerce. Namun, kemampuan pembayaran tidak sama di setiap negara dan tidak semua akun memperoleh fitur yang sama.
Meta pada 2025 mengumumkan kemampuan bagi bisnis kecil tertentu untuk menawarkan pembayaran langsung melalui aplikasi WhatsApp Business di India, termasuk berbagi QR code untuk mempercepat penyelesaian transaksi. Fitur tersebut merupakan contoh bahwa kemampuan pembayaran WhatsApp berkembang berdasarkan pasar dan ketersediaan lokal.
Karena itu, pemilik bisnis di Indonesia tidak sebaiknya menganggap pembayaran langsung di WhatsApp otomatis tersedia untuk semua akun. Periksa fitur yang benar-benar muncul pada akun WhatsApp Business sebelum menjadikannya bagian utama dari sistem pembayaran.
Jika pembayaran langsung belum tersedia, bisnis masih dapat menggunakan WhatsApp untuk menerima detail pesanan kemudian mengarahkan pelanggan ke metode pembayaran resmi yang digunakan perusahaan.
WhatsApp Commerce dan Fitur AI
Perkembangan WhatsApp Commerce pada 2026 juga semakin berkaitan dengan kecerdasan buatan. Meta memperkenalkan berbagai kemampuan AI untuk membantu bisnis membuat konten, merespons pelanggan, serta mengelola aktivitas tertentu.
Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Meta AI business assistant. Ketersediaannya masih terbatas pada bahasa dan negara tertentu sehingga tidak semua pengguna WhatsApp Business akan melihat fitur tersebut.
Meta AI Business Assistant
Meta AI business assistant dapat membantu bisnis dalam beberapa pekerjaan seperti membuat deskripsi produk, mempelajari cara mengembangkan bisnis, menghasilkan gambar atau konten untuk katalog, serta memberikan saran untuk meningkatkan profil bisnis.
Fitur ini dapat membantu pemilik usaha yang kesulitan membuat materi katalog. Namun, konten yang dibuat AI tetap perlu diperiksa sebelum dipublikasikan, terutama untuk harga, spesifikasi, ukuran, stok, dan informasi lain yang berkaitan langsung dengan pelanggan.
Pada 2026, Meta juga memperkenalkan Meta Business Agent untuk membantu bisnis memberikan respons kepada pelanggan menggunakan AI. Meta menyatakan bahwa fitur tersebut mulai tersedia secara bertahap untuk sejumlah bisnis dan kanal Meta.
Meta Business Agent untuk Customer Service
Meta Business Agent dirancang untuk membantu bisnis menangani percakapan pelanggan dengan dukungan AI. Meta menyebutkan bahwa sistem ini dapat digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih personal serta membantu bisnis menangani percakapan dalam skala lebih besar.
Untuk bisnis yang menerima banyak pertanyaan, teknologi semacam ini berpotensi membantu menjawab pertanyaan rutin. Meski demikian, pertanyaan yang menyangkut pembayaran, komplain, pengembalian barang, atau keputusan khusus tetap membutuhkan pengawasan manusia.
Penggunaan AI sebaiknya difokuskan pada pekerjaan yang memiliki pola jelas. Misalnya, AI dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai jam operasional, cara melihat katalog, atau informasi produk yang sudah disiapkan bisnis.
WhatsApp Commerce untuk UMKM
WhatsApp Commerce sangat relevan untuk UMKM karena bisnis dapat memulai dari fitur yang relatif sederhana. Pemilik usaha tidak harus langsung membangun sistem e-commerce yang kompleks untuk menampilkan produk dan berkomunikasi dengan pelanggan.
Aplikasi WhatsApp Business sendiri ditujukan untuk bisnis kecil, sementara WhatsApp Business Platform ditujukan untuk bisnis yang membutuhkan pengelolaan percakapan dalam skala lebih besar.
Cara Memulai WhatsApp Commerce
Pemilik UMKM dapat memulai dengan membangun fondasi bisnis terlebih dahulu. Fokus awal sebaiknya bukan pada banyaknya fitur, tetapi pada kerapian katalog dan kecepatan pelayanan.
Urutannya dapat dilakukan seperti berikut:
-
Gunakan WhatsApp Business
Buat akun khusus untuk bisnis agar komunikasi pelanggan tidak tercampur dengan chat pribadi. -
Lengkapi profil bisnis
Masukkan nama, kategori, deskripsi, jam operasional, dan informasi kontak yang relevan. -
Buat katalog produk
Masukkan foto, nama, deskripsi, harga jika tersedia, dan informasi pendukung lainnya. -
Buat koleksi
Kelompokkan produk berdasarkan kategori agar pelanggan lebih mudah menjelajah. -
Siapkan template pelayanan
Buat jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul, seperti stok, ukuran, pengiriman, dan jam operasional. -
Promosikan katalog
Bagikan produk melalui chat, status, media sosial, atau kanal pemasaran lain. -
Evaluasi percakapan
Perhatikan pertanyaan yang paling sering muncul dan gunakan hasilnya untuk memperbaiki katalog.
Dengan langkah tersebut, WhatsApp dapat berfungsi sebagai etalase sekaligus kanal komunikasi. Setelah volume pelanggan meningkat, bisnis dapat mempertimbangkan solusi yang lebih terintegrasi.
Tips Mengoptimalkan Katalog WhatsApp
Katalog sebaiknya diperlakukan seperti halaman toko online. Foto produk yang jelas dan informasi yang lengkap dapat membantu pelanggan mengambil keputusan tanpa terlalu banyak bertanya.
Gunakan judul produk yang spesifik. Hindari nama seperti “Produk Baru” jika pelanggan tidak dapat mengetahui barang tersebut hanya dari judulnya.
Deskripsi juga harus langsung menjawab kebutuhan pelanggan. Untuk pakaian, misalnya, informasi dapat mencakup bahan, ukuran, warna, dan cara perawatan.
Selain itu, jangan membiarkan produk lama memenuhi katalog. WhatsApp menyediakan opsi untuk menyembunyikan item sehingga bisnis dapat mengatur produk mana yang ingin ditampilkan kepada pelanggan.
Perbedaan WhatsApp Commerce dan Marketplace
WhatsApp Commerce memiliki pendekatan berbeda dari marketplace. Marketplace biasanya menyediakan tempat bagi banyak penjual untuk menampilkan produk sekaligus menyediakan sistem pencarian, transaksi, dan layanan yang terintegrasi.
WhatsApp lebih menempatkan percakapan sebagai bagian penting dari proses penjualan. Karena itu, bisnis dapat memiliki hubungan komunikasi yang lebih langsung dengan pelanggan dibandingkan sekadar mengandalkan halaman produk marketplace.
Kelebihan dan Keterbatasan
Ada beberapa karakteristik yang perlu dipahami sebelum bisnis mengandalkan WhatsApp Commerce.
Kelebihannya antara lain:
-
Pelanggan dapat langsung berkomunikasi dengan bisnis.
-
Katalog dapat menjadi etalase produk.
-
Produk dapat dibagikan melalui chat.
-
Cocok untuk penjualan yang membutuhkan konsultasi.
-
Bisa digunakan sebagai kanal layanan pelanggan.
-
Dapat terhubung dengan ekosistem bisnis Meta.
Keterbatasannya antara lain:
-
Tidak semua fitur tersedia di setiap negara.
-
Fitur pembayaran bergantung pada pasar dan akun.
-
Bisnis tetap bertanggung jawab terhadap transaksi.
-
Pengelolaan manual dapat menjadi berat ketika chat semakin banyak.
-
Produk dalam katalog tetap harus mematuhi kebijakan WhatsApp dan Meta.
Karena itu, WhatsApp Commerce tidak harus dianggap sebagai pengganti marketplace. Bisnis dapat menggunakannya sebagai kanal tambahan untuk menjangkau pelanggan dan membangun komunikasi langsung.
Keamanan dan Kebijakan WhatsApp Commerce
Bisnis yang menggunakan fitur perdagangan WhatsApp harus memperhatikan kebijakan yang berlaku. Meta menyatakan bahwa bisnis bertanggung jawab terhadap transaksi, ketentuan penjualan, privasi, pajak, biaya, dan kewajiban lain yang berkaitan dengan penjualan.
Produk yang dimasukkan ke katalog juga dapat melalui proses peninjauan. Jika item tidak memenuhi kebijakan, produk dapat ditolak dan tidak ditampilkan kepada pelanggan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Penjual
Sebelum memasukkan produk ke katalog, pastikan informasi dan jenis produk sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Jangan menggunakan katalog untuk menawarkan barang atau layanan yang dilarang.
Penjual juga perlu menjaga informasi pelanggan. Data yang diperoleh dari percakapan sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan layanan dan ketentuan privasi yang berlaku.
Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:
-
Pastikan informasi produk benar.
-
Gunakan foto yang sesuai dengan produk.
-
Hindari klaim yang menyesatkan.
-
Perbarui stok dan harga secara berkala.
-
Gunakan metode pembayaran resmi.
-
Simpan bukti transaksi sesuai kebutuhan bisnis.
-
Berikan informasi pengembalian barang secara jelas.
-
Periksa kebijakan WhatsApp Business secara berkala.
Untuk informasi terbaru mengenai aturan bisnis, penjual dapat membaca kebijakan bisnis resmi WhatsApp sebelum mengembangkan strategi perdagangan di platform tersebut.
Apakah WhatsApp Commerce Gratis?
Sebagian fitur dasar WhatsApp Business dapat digunakan tanpa biaya aplikasi, tetapi tidak berarti seluruh ekosistem WhatsApp Commerce selalu gratis. Biaya dapat muncul tergantung solusi bisnis, layanan pihak ketiga, integrasi, iklan, atau fitur tertentu yang digunakan.
WhatsApp menjelaskan bahwa aplikasi WhatsApp Business dapat digunakan oleh bisnis kecil, sedangkan WhatsApp Business Platform ditujukan untuk pengelolaan percakapan dalam skala lebih besar.
WhatsApp Business untuk Bisnis Kecil
Untuk UMKM yang baru memulai, aplikasi WhatsApp Business sudah menyediakan sejumlah alat penting seperti profil bisnis dan katalog. Bisnis dapat menggunakannya untuk membangun etalase sederhana dan berkomunikasi dengan pelanggan.
Pendekatan ini cocok untuk toko yang jumlah produknya belum terlalu banyak. Pemilik usaha dapat mengelola katalog dan percakapan secara langsung dari perangkat yang digunakan untuk operasional.
WhatsApp Business Platform untuk Skala Besar
Ketika jumlah pelanggan meningkat, pengelolaan chat secara manual dapat menjadi semakin sulit. WhatsApp Business Platform dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi dalam skala lebih besar dan dapat diintegrasikan dengan sistem bisnis tertentu.
Solusi tersebut lebih relevan bagi perusahaan yang membutuhkan integrasi, otomatisasi, dan pengelolaan percakapan dalam jumlah besar. Implementasinya biasanya membutuhkan konfigurasi teknis atau bantuan penyedia solusi bisnis.
Cara Memilih Fitur WhatsApp Commerce yang Dibutuhkan
Tidak semua bisnis membutuhkan seluruh fitur yang tersedia. Pemilihan fitur sebaiknya disesuaikan dengan jumlah produk, jumlah pelanggan, cara menerima pesanan, dan kebutuhan pelayanan.
Bisnis kecil dapat memulai dengan katalog dan chat. Setelah proses penjualan mulai stabil, fitur tambahan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Gunakan panduan sederhana berikut:
-
Produk sedikit: fokus pada katalog dan profil bisnis.
-
Produk banyak: gunakan koleksi untuk mengatur katalog.
-
Banyak pertanyaan: siapkan sistem pelayanan dan jawaban yang terstruktur.
-
Promosi aktif: manfaatkan berbagi produk dan kanal pemasaran Meta.
-
Pesanan meningkat: pertimbangkan WhatsApp Business Platform.
-
Percakapan sangat banyak: pertimbangkan otomatisasi dan solusi AI yang tersedia untuk akun.
-
Butuh pembayaran langsung: periksa terlebih dahulu apakah fitur tersebut tersedia di negara dan akun bisnis Anda.
Dengan pendekatan bertahap, bisnis tidak perlu langsung menggunakan semua fitur. Yang lebih penting adalah memastikan fitur yang digunakan benar-benar membantu perjalanan pelanggan.
FAQ WhatsApp Commerce
Apa itu WhatsApp Commerce?
WhatsApp Commerce adalah penggunaan fitur WhatsApp untuk mendukung aktivitas perdagangan, seperti menampilkan katalog produk, berkomunikasi dengan pelanggan, membagikan produk, dan pada pasar tertentu mendukung pembayaran.
Apakah WhatsApp Business memiliki fitur katalog?
Ya. WhatsApp Business menyediakan katalog untuk menampilkan produk atau layanan kepada pelanggan. Item dapat dilengkapi informasi seperti nama, gambar, deskripsi, harga jika tersedia, tautan situs, dan kode produk.
Apakah WhatsApp Commerce bisa digunakan untuk UMKM?
Bisa. UMKM dapat memulai dengan WhatsApp Business, profil bisnis, katalog, koleksi, dan komunikasi langsung dengan pelanggan sebelum menggunakan solusi yang lebih kompleks.
Apakah pembayaran WhatsApp tersedia di Indonesia?
Ketersediaan fitur pembayaran berbeda berdasarkan negara dan akun. Karena itu, pengguna di Indonesia perlu memeriksa fitur yang tersedia pada akun WhatsApp Business masing-masing sebelum mengandalkan pembayaran langsung di WhatsApp.
Apakah WhatsApp Commerce sama dengan marketplace?
Tidak. WhatsApp Commerce lebih berfokus pada katalog dan perdagangan berbasis percakapan, sedangkan marketplace umumnya menyediakan ekosistem multi-penjual dengan fitur pencarian dan transaksi yang lebih terintegrasi.
Kesimpulan
Fitur WhatsApp Commerce memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp sebagai bagian dari perjalanan penjualan, mulai dari menampilkan produk hingga berkomunikasi dengan calon pembeli. Katalog, koleksi, profil bisnis, berbagi produk, dan chat menjadi fondasi yang dapat digunakan oleh berbagai jenis usaha.
Pada 2026, perkembangan WhatsApp Commerce juga semakin berkaitan dengan pembayaran, integrasi bisnis, dan AI. Namun, fitur tertentu masih bergantung pada negara, akun, serta tahap peluncuran sehingga pengguna perlu memeriksa ketersediaannya secara langsung.
Bagi UMKM, langkah paling sederhana adalah memulai dari katalog yang rapi dan pelayanan chat yang responsif. Setelah jumlah pelanggan meningkat, bisnis dapat mempertimbangkan integrasi dan otomatisasi yang lebih besar melalui solusi WhatsApp Business.
Disclaimer: Fitur, ketersediaan pembayaran, dukungan AI, biaya, dan kebijakan WhatsApp Commerce dapat berubah sewaktu-waktu serta berbeda menurut negara dan akun. Sebelum menerapkan fitur perdagangan, periksa informasi terbaru melalui Pusat Bantuan WhatsApp Business dan kebijakan resmi yang berlaku.