Seorang pelanggan bernama Yudi menyampaikan keluhan mendalam terkait pengalaman buruk yang ia alami saat berurusan dengan layanan purnajual dari pihak Jakartanotebook.com. Persoalan ini bermula ketika ia mengajukan klaim garansi untuk sebuah kartu microSD pada tanggal 28 Juli 2025 melalui pusat servis JDN.
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menyatakan bahwa barang tersebut memang mengalami kerusakan, namun stok pengganti yang sama sedang tidak tersedia. Sebagai solusi, pihak toko menyarankan agar produk tersebut diganti dengan barang lain yang memiliki nilai sejenis.
Karena berencana melakukan pembelian beberapa item tambahan, Yudi mengusulkan agar nilai klaim garansi tersebut dijadikan deposit akun untuk memudahkan transaksi baru. Sayangnya, permintaan tersebut ditolak secara sepihak dengan alasan kebijakan perusahaan yang tidak memperbolehkan sistem deposit.
Akhirnya, Yudi memberikan daftar empat item barang yang ingin ia beli sekaligus menyetorkan uang selisih harga dari nilai klaim tersebut. Ia mencatat bahwa transfer dana dilakukan ke rekening atas nama pribadi, bukan ke rekening perusahaan yang biasanya digunakan untuk transaksi resmi di situs tersebut.
Meskipun invoice telah diterbitkan pada hari yang sama, transaksi tersebut justru mengalami kemacetan selama hampir 24 jam tanpa ada perkembangan. Setelah sistem akhirnya memproses pesanan, Yudi baru diberitahu bahwa salah satu barang dalam transaksinya telah habis karena sudah dibeli orang lain.
Pihak Jakartanotebook.com menjanjikan akan melakukan pemesanan ulang untuk barang tersebut dan meminta pelanggan untuk mengabaikan status kegagalan transaksi. Namun, selang beberapa hari kemudian, ia kembali dihubungi dan diberi tahu bahwa proses pemesanan ulang tersebut membutuhkan waktu hingga tiga bulan.
Kekecewaan pelanggan semakin memuncak ketika ia memeriksa situs web dan menemukan bahwa barang yang dinyatakan habis tersebut sebenarnya masih tersedia di toko fisik. Yudi akhirnya mengalah untuk mengganti barang tersebut agar invoice pertama bisa dibatalkan dan diperbarui menjadi invoice kedua.
Ironisnya, kejadian serupa kembali terulang di mana stok barang tiba-tiba habis akibat keterlambatan pemrosesan dana klaim garansi yang memakan waktu hampir seharian. Yudi kemudian menuntut pertanggungjawaban karena kesalahan manajemen stok tersebut sepenuhnya berada di pihak Jakartanotebook.com.
Sebagai solusi lanjutan, dibuatlah invoice baru untuk pengambilan barang di toko fisik wilayah Jakarta Barat, namun statusnya tidak berubah selama dua hari. Tidak lama kemudian, pihak toko justru meminta nomor rekening Yudi untuk pengembalian dana, meski instruksi selanjutnya tetap terasa membingungkan bagi pelanggan.
Yudi kemudian meminta untuk berbicara dengan pihak manajemen guna mendapatkan kepastian, yang kemudian disetujui melalui sambungan WhatsApp pada 7 Agustus 2025. Sayangnya, pembicaraan dengan pihak supervisor tersebut tetap tidak membuahkan hasil atau solusi yang meringankan beban pelanggan.
Setelah sesi diskusi berakhir, Yudi menerima pesan singkat yang menyatakan bahwa rencana pengembalian uang dibatalkan karena pembelian akan diurus secara internal oleh pihak toko. Hingga surat pembaca ini ditulis pada 8 Agustus 2025, permohonan pelanggan untuk berkomunikasi dengan manajer selalu ditolak tanpa alasan yang jelas.
Detail Durasi dan Estimasi Layanan
| Kategori Layanan | Durasi atau Waktu Kejadian | Status Kendala |
|---|---|---|
| Pemrosesan Dana Klaim | Hampir 1x24 Jam | Terlambat masuk ke sistem transaksi baru |
| Estimasi Reorder Barang | Sekitar 3 Bulan | Waktu tunggu yang dinilai terlalu lama |
| Update Invoice Toko Offline | 2x24 hingga 3x24 Jam | Tidak ada perkembangan berkelanjutan |
| Koordinasi dengan Supervisor | 7 Agustus 2025 | Tidak menemui titik penyelesaian |
| Penulisan Surat Keluhan | 8 Agustus 2025 | Belum ada tanggapan resmi dari manajemen |
Pelanggan berharap agar keluhannya dipahami oleh pihak terkait agar pengalaman tidak menyenangkan seperti ini tidak menimpa konsumen lainnya di masa depan. Ia menegaskan bahwa tujuan penulisan ini adalah sebagai bentuk evaluasi layanan dan bukan untuk menjelekkan reputasi pihak mana pun.