Seorang pelanggan CV Begawian, yang merupakan anak perusahaan CV Rancangan Daerah Kita, melayangkan keluhan terkait pembangunan rumah di Perumnas 1 Tangerang yang terbengkalai. Proyek hunian tersebut hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, sehingga memicu ketidakpastian mengenai jadwal serah terima kunci kepada pemiliknya.
Pihak pengembang beralasan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh proses koordinasi dengan vendor pihak ketiga untuk perbaikan tiga area Skylight. Meskipun kendala tersebut telah muncul sejak Februari 2025, namun hingga kini belum ada progres signifikan yang terlihat dalam pengerjaan bagian tersebut.
Kendala Operasional dan Finansial Pengembang
Direktur perusahaan bernama Pak Tanggara sempat menjelaskan bahwa lonjakan harga bahan bangunan menjadi faktor utama yang mengganggu arus kas perusahaan. Masalah permodalan ini akhirnya membuat pihak pengembang melakukan wanprestasi terhadap komitmen pembangunan yang sudah disepakati bersama pelanggan.
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Target Serah Terima Awal | Januari 2025 |
| Status per Agustus 2025 | Belum Selesai (Terbengkalai) |
| Durasi Keterlambatan | Lebih dari 6 Bulan |
| Area Kendala Teknis | 3 Titik Skylight |
| Penyebab Kendala | Kenaikan Harga Material dan Masalah Modal |
Keterlambatan yang terjadi sudah melampaui batas waktu selama lebih dari setengah tahun tanpa adanya rincian pekerjaan yang konkret dari pihak pengembang. Selama periode tersebut, pemilik hunian juga tetap tidak diperbolehkan untuk menempati rumah mereka sendiri tanpa alasan yang jelas.
Upaya Komunikasi dan Tuntutan Konsumen
Pelanggan mengaku telah berupaya menjalin komunikasi secara intensif setiap hari melalui grup WhatsApp maupun sambungan telepon kepada admin perusahaan. Sayangnya, seluruh upaya pencarian informasi tersebut tidak membuahkan hasil karena tidak adanya respons positif maupun solusi dari pihak manajemen.
Aksi mendatangi kantor CV Begawian secara langsung pun tidak memberikan kepastian karena hanya berakhir dengan janji-janji penyelesaian yang terus berulang. Oleh karena itu, manajemen CV Begawian di bawah naungan Randata didesak untuk segera menunjukkan itikad baik dengan menuntaskan sisa pembangunan.
Selain penyelesaian fisik bangunan, pelanggan menuntut adanya transparansi dalam perhitungan kompensasi akibat keterlambatan yang telah melanggar kesepakatan awal. Profesionalisme tim pengembang sangat diharapkan agar tanggung jawab terhadap hak-hak konsumen dapat segera terpenuhi sesuai janji sebelumnya.
Surat keluhan ini disampaikan dengan harapan agar pihak manajemen segera memberikan tanggapan serius dan solusi nyata bagi para pelanggan yang dirugikan. Demikian pernyataan ini dibuat sebagai bentuk desakan agar kewajiban pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.