Latar belakang sering menjadi bagian pertama yang membuat penulis berhenti terlalu lama. Topik sudah ditentukan, tetapi kalimat pembuka, urutan masalah, dan alasan pembahasan belum tersusun dengan jelas.
Memahami cara menulis latar belakang yang baik dan benar membantu penulis menjelaskan alasan sebuah topik perlu dibahas. Bagian ini bukan sekadar pembukaan, melainkan dasar yang menghubungkan keadaan umum, masalah khusus, dampak, dan tujuan penulisan.
Latar belakang yang terlalu luas membuat pembaca sulit menemukan inti persoalan. Sebaliknya, uraian yang langsung menyebut masalah tanpa konteks dapat terasa mendadak dan kurang meyakinkan.
Penulis perlu bergerak secara bertahap dari kondisi yang relevan menuju persoalan yang lebih terarah. Data, hasil pengamatan, teori, maupun fakta lapangan dapat digunakan sebagai penguat selama sumbernya jelas dan benar-benar mendukung pembahasan.
Dengan alur tersebut, pembaca dapat memahami apa yang terjadi, mengapa masalah perlu diperhatikan, serta alasan makalah, proposal, atau penelitian tersebut disusun.
Apa yang Dimaksud dengan Latar Belakang?
Latar belakang adalah bagian yang menjelaskan kondisi, persoalan, alasan, dan kebutuhan yang mendasari penyusunan sebuah karya tulis atau kegiatan.
Bagian ini dapat ditemukan dalam makalah, proposal kegiatan, proposal penelitian, skripsi, tesis, laporan, dan sejumlah artikel ilmiah.
Latar belakang tidak hanya menjawab pertanyaan “apa topiknya”, tetapi juga menjelaskan:
-
Kondisi apa yang sedang terjadi.
-
Masalah apa yang ditemukan.
-
Mengapa masalah tersebut perlu dibahas.
-
Siapa yang terdampak.
-
Apa akibatnya jika masalah tidak ditangani.
-
Bagian mana yang akan menjadi fokus tulisan.
-
Mengapa pembahasan atau penelitian perlu dilakukan.
Sebagai contoh, makalah tentang kebiasaan membaca tidak cukup diawali dengan pernyataan bahwa membaca bermanfaat. Penulis perlu menunjukkan keadaan yang lebih khusus, seperti rendahnya pemanfaatan perpustakaan kelas atau tidak teraturnya kegiatan membaca siswa.
Dari kondisi tersebut, penulis dapat mengarahkan pembahasan menuju penyebab, dampak, dan upaya yang sesuai.
Fungsi Latar Belakang dalam Karya Tulis
Latar belakang mempunyai fungsi yang berbeda dari rumusan masalah dan tujuan. Bagian ini menyediakan konteks yang membuat pertanyaan serta tujuan penulisan terasa masuk akal.
Beberapa fungsi latar belakang antara lain:
-
Mengenalkan konteks pembahasan. Pembaca memahami lingkungan, situasi, atau bidang tempat masalah muncul.
-
Menunjukkan adanya persoalan. Penulis menjelaskan perbedaan antara keadaan yang diharapkan dengan kondisi yang ditemukan.
-
Menjelaskan dampak masalah. Pembaca mengetahui akibat yang dapat muncul jika persoalan dibiarkan.
-
Membatasi arah tulisan. Uraian diarahkan dari topik luas menuju fokus yang dapat dibahas.
-
Menjadi dasar rumusan masalah. Pertanyaan penelitian atau pembahasan seharusnya berasal dari persoalan yang telah dijelaskan.
-
Menunjukkan alasan penyusunan karya. Pembaca memahami mengapa makalah, proposal, atau penelitian perlu dibuat.
Latar belakang yang baik membuat rumusan masalah terasa sebagai kelanjutan alami. Jika pertanyaan penelitian muncul tanpa dasar pada bagian sebelumnya, alur tulisan akan terasa terputus.
Baca Juga: Cara Menulis Kesimpulan yang Baik dan Benar untuk Makalah, Skripsi, dan Artikel
Unsur-Unsur yang Perlu Ada dalam Latar Belakang
Tidak semua latar belakang harus memiliki jumlah paragraf yang sama. Namun, beberapa unsur berikut umumnya diperlukan agar pembahasannya lengkap.
1. Kondisi Umum yang Relevan
Kondisi umum menjadi pintu masuk menuju topik. Penjelasannya harus tetap berhubungan langsung dengan masalah.
Jika topik membahas pengelolaan sampah sekolah, kondisi umum dapat dimulai dari penggunaan kemasan sekali pakai di lingkungan sekolah. Penulis tidak perlu membuka dengan sejarah panjang tentang lingkungan hidup.
2. Kondisi Khusus atau Fakta Lapangan
Setelah konteks diperkenalkan, penulis perlu menunjukkan keadaan yang lebih spesifik.
Fakta dapat berasal dari:
-
Hasil pengamatan.
-
Catatan kegiatan.
-
Data lembaga.
-
Hasil survei awal.
-
Laporan resmi.
-
Penelitian terdahulu.
-
Pengalaman yang dapat diperiksa.
-
Dokumen sekolah atau organisasi.
Data tidak selalu harus berupa angka. Ketiadaan jadwal, tidak berjalannya program, atau adanya ketidaksesuaian prosedur juga dapat menjadi fakta yang relevan.
3. Masalah atau Kesenjangan
Masalah muncul ketika terdapat jarak antara keadaan yang diharapkan dan kondisi yang ditemukan.
Contohnya, sekolah telah menyediakan perpustakaan kelas, tetapi koleksi jarang digunakan. Kesenjangannya terletak pada ketersediaan fasilitas yang belum diikuti pemanfaatan secara rutin.
4. Penyebab atau Faktor yang Diduga Berpengaruh
Penulis dapat menjelaskan beberapa faktor yang mungkin berkaitan dengan masalah. Namun, jangan menyatakan dugaan sebagai hasil penelitian yang sudah terbukti.
Gunakan kalimat yang hati-hati, seperti:
-
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan...
-
Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi adalah...
-
Pengamatan awal menunjukkan kemungkinan bahwa...
-
Masalah tersebut dapat dipengaruhi oleh...
5. Dampak Masalah
Dampak menjelaskan alasan persoalan perlu diperhatikan.
Dalam contoh perpustakaan kelas, dampaknya dapat berupa terbatasnya variasi bacaan siswa, tidak berkembangnya kegiatan diskusi buku, atau tidak tercapainya tujuan program literasi.
6. Fokus Pembahasan
Bagian akhir latar belakang mengarahkan pembaca pada topik yang akan dibahas atau diteliti.
Fokus perlu dibuat spesifik. Penulis harus menjelaskan bagian masalah yang dipilih, bukan berusaha membahas seluruh persoalan dalam satu tulisan.
Pola Penulisan Latar Belakang
Latar belakang umumnya disusun menggunakan pola umum ke khusus. Penulis mengenalkan konteks, mempersempit masalah, lalu menegaskan fokus.
Urutannya dapat diringkas melalui pola berikut.
| Tahapan | Pertanyaan yang Dijawab |
|---|---|
| Kondisi umum | Situasi apa yang berkaitan dengan topik? |
| Kondisi khusus | Apa yang terjadi pada objek atau lingkungan tertentu? |
| Kesenjangan | Apa perbedaan antara harapan dan kenyataan? |
| Dampak | Mengapa masalah tersebut perlu diperhatikan? |
| Fokus | Bagian apa yang akan dibahas atau diteliti? |
| Arah penulisan | Mengapa karya tersebut perlu disusun? |
Pola umum ke khusus cocok digunakan untuk sebagian besar makalah dan penelitian. Namun, penulis juga dapat memulai dengan masalah khusus apabila persoalannya perlu segera dikenalkan.
Misalnya, proposal perbaikan fasilitas sekolah dapat langsung diawali dengan kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan. Setelah itu, penulis menjelaskan penyebab, dampak, dan kebutuhan perbaikan.
Hal terpenting adalah hubungan antargagasan. Setiap paragraf harus mendorong pembaca menuju fokus utama, bukan membawa pembahasan ke persoalan baru.
Cara Menulis Latar Belakang yang Baik dan Benar
Latar belakang lebih mudah disusun jika penulis tidak langsung membuat paragraf panjang. Mulailah dengan mengumpulkan bahan dan menentukan urutannya.
1. Tentukan Topik yang Spesifik
Topik yang terlalu luas menyulitkan penulis memilih masalah.
“Pendidikan di Indonesia” masih sangat luas. Topik tersebut dapat dipersempit menjadi “Pemanfaatan perpustakaan kelas untuk mendukung kebiasaan membaca siswa kelas VIII.”
Topik yang spesifik membantu menentukan objek, lingkungan, kelompok, serta jenis informasi yang diperlukan.
2. Kenali Tujuan Penulisan
Tentukan apakah latar belakang dibuat untuk makalah, proposal kegiatan, atau penelitian.
Latar belakang proposal kegiatan perlu menunjukkan kebutuhan sebuah program. Latar belakang penelitian perlu menampilkan masalah yang dapat diperiksa melalui metode penelitian.
3. Catat Kondisi Ideal
Kondisi ideal adalah keadaan yang diharapkan.
Contohnya, perpustakaan kelas seharusnya memudahkan siswa mengakses bacaan dan membangun kebiasaan membaca.
Kondisi ideal tidak harus dijelaskan menggunakan kalimat normatif yang panjang. Cukup tuliskan fungsi yang berkaitan langsung dengan topik.
4. Temukan Kondisi Nyata
Jelaskan keadaan yang benar-benar terjadi pada objek pembahasan.
Misalnya, koleksi tersedia tetapi tidak ada jadwal membaca, pencatatan peminjaman, atau kegiatan berbagi hasil bacaan.
Kondisi nyata harus dapat didukung oleh pengamatan, data, dokumen, atau sumber yang sesuai.
5. Bandingkan Harapan dengan Kenyataan
Perbandingan tersebut menghasilkan kesenjangan.
Contoh:
“Perpustakaan kelas telah menyediakan akses bacaan yang dekat dengan siswa. Namun, tidak adanya jadwal penggunaan dan pengelolaan peminjaman membuat sebagian koleksi jarang dibaca.”
Kalimat tersebut menunjukkan hubungan yang jelas antara fasilitas yang tersedia dan masalah pemanfaatannya.
6. Jelaskan Dampaknya
Dampak membantu pembaca memahami alasan masalah perlu dibahas.
Hindari dampak yang terlalu jauh dan tidak dapat dijelaskan. Pilih akibat yang paling berkaitan dengan objek tulisan.
7. Kumpulkan Informasi Pendukung
Gunakan sumber yang dapat menguatkan konteks. Informasi pendukung dapat berupa teori, hasil penelitian, data resmi, atau dokumen lembaga.
Jangan memenuhi latar belakang dengan kutipan. Sumber digunakan untuk mendukung alur penjelasan, bukan menggantikan suara penulis.
Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar Sesuai PUEBI/EYD V dan APA Style 7
8. Susun Kerangka Per Paragraf
Sebelum menulis, buat kerangka sederhana:
-
Fungsi perpustakaan kelas.
-
Kondisi pemanfaatan koleksi.
-
Masalah yang ditemukan.
-
Faktor yang mungkin memengaruhi.
-
Dampak terhadap kebiasaan membaca.
-
Fokus pembahasan.
Kerangka mencegah penulis mengulang gagasan dan membantu menjaga alur umum ke khusus.
9. Tulis Paragraf dengan Satu Gagasan Utama
Satu paragraf sebaiknya membahas satu gagasan.
Paragraf mengenai kondisi perpustakaan tidak perlu sekaligus membicarakan metode penelitian, manfaat penelitian, dan kesimpulan.
Jika satu paragraf memuat terlalu banyak gagasan, pecah menjadi beberapa bagian yang lebih pendek.
10. Akhiri dengan Arah Pembahasan
Paragraf terakhir perlu mengantar pembaca menuju rumusan masalah atau tujuan.
Contoh:
“Berdasarkan kondisi tersebut, pembahasan difokuskan pada pengelolaan perpustakaan kelas, faktor yang memengaruhi pemanfaatan koleksi, serta upaya membangun kegiatan membaca yang dapat dilakukan secara rutin.”
Kalimat tersebut tidak menyampaikan hasil, tetapi menunjukkan arah tulisan.
Cara Menulis Latar Belakang Makalah
Latar belakang makalah umumnya dibuat berdasarkan kajian sumber atau persoalan yang akan dibahas.
Struktur sederhananya dapat mengikuti urutan berikut:
-
Mengenalkan topik.
-
Menjelaskan kondisi atau persoalan.
-
Menunjukkan dampaknya.
-
Menjelaskan bagian yang akan dibahas.
-
Menegaskan alasan makalah disusun.
Makalah tidak harus berpura-pura memiliki hasil penelitian. Jika tulisan hanya menggunakan kajian pustaka, gunakan istilah “pembahasan”, “kajian”, atau “penulisan makalah”, bukan “penelitian ini menemukan”.
Contoh Latar Belakang Makalah
Judul: Pemanfaatan Perpustakaan Kelas untuk Meningkatkan Kebiasaan Membaca Siswa
Perpustakaan kelas menyediakan akses bacaan yang lebih dekat dibandingkan perpustakaan utama sekolah. Koleksi yang ditempatkan di dalam kelas dapat digunakan saat waktu luang, kegiatan literasi, maupun pembelajaran yang membutuhkan sumber tambahan.
Ketersediaan buku belum selalu diikuti pemanfaatan yang teratur. Pada beberapa kelas, koleksi hanya tersimpan di rak tanpa jadwal membaca, sistem peminjaman, dan kegiatan yang mendorong siswa membicarakan buku yang telah dibaca.
Kondisi tersebut dapat membuat fungsi perpustakaan kelas terbatas sebagai tempat penyimpanan buku. Siswa juga kehilangan kesempatan untuk mengenal bacaan baru dan membangun kebiasaan membaca melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin.
Pengelolaan perpustakaan kelas membutuhkan pembagian tanggung jawab, pencatatan koleksi, aturan peminjaman, dan kegiatan membaca yang sesuai dengan kondisi siswa. Karena itu, makalah ini membahas fungsi perpustakaan kelas, kendala pemanfaatannya, serta langkah pengelolaan yang dapat mendukung kebiasaan membaca.
Contoh tersebut bergerak dari fungsi fasilitas menuju masalah, dampak, kebutuhan, dan fokus pembahasan.
Cara Menulis Latar Belakang Penelitian
Latar belakang penelitian membutuhkan masalah yang dapat diperiksa menggunakan data dan metode tertentu.
Susunannya dapat mencakup:
-
Kondisi bidang yang diteliti.
-
Fakta pada objek penelitian.
-
Kesenjangan antara kondisi ideal dan nyata.
-
Temuan penelitian terdahulu.
-
Bagian yang belum terjawab.
-
Fokus variabel atau fenomena.
-
Alasan penelitian dilakukan.
Penelitian kuantitatif biasanya menyoroti hubungan, pengaruh, perbedaan, atau perubahan yang dapat diukur.
Penelitian kualitatif lebih banyak menyoroti pengalaman, proses, makna, pola perilaku, atau fenomena yang perlu dipahami secara rinci.
Menunjukkan Kesenjangan Penelitian
Kesenjangan penelitian tidak selalu berarti belum ada penelitian sama sekali. Kesenjangan dapat muncul karena:
-
Objek penelitian berbeda.
-
Kelompok partisipan berbeda.
-
Metode sebelumnya belum menjelaskan proses tertentu.
-
Hasil penelitian terdahulu tidak konsisten.
-
Kondisi telah berubah.
-
Ada variabel yang belum dibahas.
-
Penerapan teori pada konteks tertentu belum diperiksa.
Jangan mengklaim “belum pernah diteliti” tanpa pemeriksaan yang memadai. Gunakan pernyataan yang sesuai dengan sumber yang telah ditemukan.
Baca Juga: Cara Menulis Surat Resmi yang Baik dan Benar: Struktur, Format, Kaidah, dan Contohnya
Contoh Latar Belakang Penelitian
Contoh berikut menggunakan situasi rekaan untuk menunjukkan alur penulisan.
Judul: Hubungan Penggunaan Jurnal Membaca dengan Konsistensi Membaca Siswa Kelas XI
Kegiatan membaca teratur membutuhkan target yang dapat dijalankan dan cara sederhana untuk memantau kemajuan. Tanpa pencatatan, siswa dapat kesulitan mengingat bacaan, durasi, serta perubahan kebiasaan yang telah dilakukan.
Jurnal membaca digunakan untuk mencatat judul buku, waktu membaca, jumlah halaman, dan tanggapan singkat. Catatan tersebut dapat membantu siswa melihat perkembangan sekaligus mengevaluasi jadwal yang belum berjalan.
Hasil pengamatan awal di kelas XI menunjukkan bahwa sebagian siswa telah memiliki jurnal membaca, tetapi penggunaannya belum seragam. Beberapa siswa mencatat kegiatan secara rutin, sedangkan lainnya hanya mengisi jurnal menjelang pemeriksaan.
Perbedaan penggunaan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan antara keteraturan pencatatan dan konsistensi kegiatan membaca. Pencatatan mungkin membantu siswa memantau kebiasaan, tetapi jurnal juga dapat berubah menjadi tugas administratif jika tidak digunakan sebagai bahan refleksi.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian diarahkan untuk menganalisis hubungan penggunaan jurnal membaca dengan konsistensi membaca siswa kelas XI. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran mengenai fungsi jurnal sebagai alat pemantauan kegiatan membaca dalam konteks kelas yang diteliti.
Alur contoh dimulai dari kebutuhan umum, fungsi jurnal, kondisi khusus, kesenjangan, lalu fokus penelitian. Bagian ini belum menyatakan bahwa jurnal terbukti meningkatkan kebiasaan karena hasil penelitian belum diperoleh.
Contoh Latar Belakang Proposal Kegiatan
Latar belakang proposal perlu menjelaskan kebutuhan kegiatan dan manfaat yang diharapkan.
Judul Kegiatan: Festival Literasi Siswa
Kegiatan membaca dan menulis di sekolah masih lebih banyak dilakukan dalam bentuk tugas mata pelajaran. Siswa belum memiliki banyak ruang untuk mengenalkan buku, menampilkan karya, dan berdiskusi mengenai bacaan di luar kegiatan kelas.
Sekolah memiliki koleksi perpustakaan dan sejumlah karya siswa yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan bersama. Namun, karya tersebut belum dipublikasikan secara teratur dan belum banyak digunakan sebagai bahan interaksi antarkelas.
Festival Literasi Siswa dirancang untuk menggabungkan pameran karya, pertukaran buku, lomba resensi, dan diskusi bacaan. Kegiatan ini diharapkan memberi ruang bagi siswa untuk terlibat dalam aktivitas literasi yang lebih beragam.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, panitia mengajukan Festival Literasi Siswa sebagai program yang melibatkan siswa, guru, dan pengelola perpustakaan dalam satu rangkaian kegiatan.
Contoh tersebut tidak hanya menyatakan kegiatan akan bermanfaat. Penulis menunjukkan keadaan, sumber daya yang tersedia, kebutuhan, bentuk program, serta alasan pengajuannya.
Contoh Latar Belakang yang Kurang Tepat
Contoh kurang tepat:
“Pendidikan merupakan hal yang penting bagi semua orang. Dengan pendidikan, manusia dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Membaca juga sangat penting dan harus dilakukan oleh setiap siswa. Oleh sebab itu, perpustakaan kelas perlu dibahas dalam makalah ini.”
Masalah pada contoh tersebut antara lain:
-
Pembukaan terlalu umum.
-
Tidak ada kondisi khusus.
-
Masalah belum terlihat.
-
Dampak tidak dijelaskan.
-
Alasan memilih perpustakaan kelas masih lemah.
-
Hubungan antarparagraf belum terbentuk.
Versi Perbaikan
“Perpustakaan kelas memudahkan siswa memperoleh bacaan tanpa harus meninggalkan ruang belajar. Namun, ketersediaan koleksi belum selalu diikuti jadwal penggunaan dan pencatatan peminjaman. Akibatnya, sebagian buku jarang dibaca dan keberadaan perpustakaan belum sepenuhnya mendukung pembiasaan literasi. Makalah ini membahas kendala pengelolaan serta langkah yang dapat diterapkan agar perpustakaan kelas digunakan secara rutin.”
Versi perbaikan langsung menunjukkan fasilitas, masalah, dampak, dan arah pembahasan.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menulis Latar Belakang
Beberapa kesalahan berikut dapat membuat latar belakang terasa panjang tanpa memberikan arah yang jelas:
-
Membuka dengan pernyataan terlalu luas. Penulis membutuhkan banyak paragraf sebelum mencapai masalah.
-
Menggunakan definisi sebagai sebagian besar isi. Latar belakang berubah menjadi kumpulan pengertian.
-
Tidak menunjukkan kesenjangan. Pembaca tidak memahami perbedaan antara harapan dan kondisi nyata.
-
Memasukkan terlalu banyak data. Angka ditampilkan tanpa penjelasan mengenai hubungannya dengan masalah.
-
Menulis hasil sebelum penelitian dilakukan. Dugaan disampaikan seolah-olah sudah terbukti.
-
Topik berubah di tengah pembahasan. Paragraf awal dan akhir tidak lagi membahas objek yang sama.
-
Mengulang gagasan. Masalah yang sama dijelaskan berkali-kali dengan susunan berbeda.
-
Tidak mengarah ke rumusan masalah. Pertanyaan yang muncul setelah latar belakang terasa tidak berkaitan.
-
Menggunakan kutipan tanpa analisis. Pendapat sumber hanya ditumpuk tanpa dihubungkan dengan konteks.
-
Membuat klaim tanpa dasar. Pernyataan “banyak siswa” atau “sebagian besar masyarakat” digunakan tanpa informasi pendukung.
-
Menulis tujuan terlalu awal. Penulis menyatakan arah penelitian sebelum masalahnya dipahami pembaca.
-
Menggunakan kalimat bombastis. Masalah disebut sangat besar tanpa bukti yang memadai.
Baca Juga: Cara Membuat Proposal : Struktur, Jenis, Format Penulisan, dan Contoh
Cara Memeriksa Kualitas Latar Belakang
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan membaca setiap paragraf dan menentukan fungsinya.
Gunakan pertanyaan berikut:
-
Apakah topik utama terlihat sejak paragraf awal?
-
Apakah kondisi umum berkaitan langsung dengan masalah?
-
Apakah kondisi khusus sudah dijelaskan?
-
Apakah terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan?
-
Apakah dampak masalah dapat dipahami?
-
Apakah data yang digunakan mempunyai hubungan dengan topik?
-
Apakah dugaan dibedakan dari hasil yang sudah terbukti?
-
Apakah setiap paragraf membawa pembaca semakin dekat ke fokus?
-
Apakah bagian akhir mengarah pada rumusan masalah atau tujuan?
-
Apakah terdapat teori, contoh, atau data yang sebenarnya dapat dihapus?
-
Apakah informasi dapat dipahami tanpa kalimat berulang?
-
Apakah klaim sudah sesuai dengan bukti yang tersedia?
Cara lain adalah menuliskan fungsi setiap paragraf di sisi dokumen, seperti konteks, fakta, masalah, dampak, dan fokus. Jika beberapa paragraf mempunyai fungsi sama, bagian tersebut mungkin dapat dipadatkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menulis latar belakang yang baik dan benar?
Mulailah dari kondisi yang berkaitan langsung dengan topik, kemudian jelaskan keadaan khusus, masalah, dampak, dan fokus pembahasan. Pastikan bagian akhirnya mengarah secara natural pada rumusan masalah atau tujuan.
Berapa paragraf latar belakang yang ideal?
Tidak ada jumlah paragraf yang berlaku untuk semua karya. Panjangnya mengikuti kedalaman masalah, jenis tulisan, dan pedoman lembaga, tetapi setiap paragraf harus memberikan informasi baru.
Apakah latar belakang harus menggunakan data?
Tidak selalu, tetapi data dapat memperkuat masalah apabila tersedia dan relevan. Selain angka, hasil pengamatan, dokumen, penelitian terdahulu, atau kondisi lapangan juga dapat digunakan sebagai pendukung.
Apa perbedaan latar belakang makalah dan penelitian?
Latar belakang makalah menjelaskan alasan sebuah topik perlu dikaji, sedangkan latar belakang penelitian menunjukkan masalah yang perlu diperiksa melalui metode tertentu. Penelitian biasanya membutuhkan kesenjangan dan fokus yang lebih terukur.
Apakah latar belakang boleh memuat kesimpulan?
Latar belakang tidak seharusnya memuat kesimpulan hasil penelitian. Bagian ini hanya menjelaskan masalah, dugaan awal, dampak, dan alasan penelitian atau pembahasan dilakukan.
Penutup
Cara menulis latar belakang yang baik dan benar dimulai dengan mengenali kondisi ideal, menemukan keadaan nyata, lalu menjelaskan kesenjangan di antara keduanya. Alur tersebut membantu pembaca memahami masalah sebelum melihat rumusan dan tujuan penulisan.
Gunakan informasi pendukung secara terpilih. Data, teori, dan hasil pengamatan perlu dihubungkan dengan persoalan, bukan hanya dimasukkan untuk menambah panjang uraian.
Setelah draf selesai, periksa fungsi setiap paragraf. Pastikan pembahasan bergerak dari konteks menuju fokus dan tidak memunculkan hasil sebelum penelitian dilakukan. Untuk berlatih, buat kerangka enam bagian berisi kondisi umum, kondisi khusus, masalah, penyebab, dampak, dan fokus, lalu kembangkan masing-masing menjadi paragraf yang saling terhubung.