Kesimpulan menjadi bagian yang menentukan apakah pembaca memahami hasil akhir sebuah tulisan. Bagian ini harus mampu menegaskan jawaban, temuan, atau pesan utama tanpa mengulang seluruh pembahasan dari awal.
Memahami cara menulis kesimpulan yang baik dan benar membantu pelajar dan mahasiswa menghindari penutup yang terlalu umum, tidak menjawab rumusan masalah, atau justru memunculkan informasi baru. Kesimpulan yang lemah dapat membuat pembahasan panjang terasa belum selesai.
Bentuk kesimpulan perlu disesuaikan dengan jenis tulisan. Makalah biasanya menegaskan jawaban atas rumusan masalah, skripsi merangkum temuan penelitian, sedangkan artikel dapat ditutup dengan inti argumen dan arahan praktis bagi pembaca.
Kesimpulan tidak harus panjang. Hal yang lebih menentukan adalah ketepatan isinya, hubungan dengan tujuan penulisan, serta kemampuan penulis memadatkan beberapa gagasan menjadi pernyataan akhir yang jelas.
Apa yang Dimaksud dengan Kesimpulan?
Kesimpulan adalah bagian akhir tulisan yang memuat inti jawaban, hasil pembahasan, atau pemaknaan terhadap informasi yang telah dijelaskan sebelumnya.
Bagian ini bukan tempat memperkenalkan teori, data, contoh, maupun topik baru. Seluruh pernyataan dalam kesimpulan harus memiliki dasar yang sudah tersedia pada pembahasan.
Pada makalah, kesimpulan biasanya merangkum jawaban atas rumusan masalah. Pada skripsi, kesimpulan menjelaskan temuan utama berdasarkan hasil analisis data.
Sementara itu, kesimpulan artikel dapat menegaskan kembali pesan utama, manfaat pembahasan, serta tindakan yang dapat dilakukan pembaca setelah memahami topik.
Kesimpulan juga berbeda dari kalimat penutup biasa. Kalimat penutup hanya mengakhiri tulisan, sedangkan kesimpulan harus menunjukkan hasil pemikiran yang diperoleh dari seluruh pembahasan.
Fungsi Kesimpulan dalam Sebuah Tulisan
Kesimpulan membantu pembaca melihat hasil akhir tanpa harus mengingat kembali setiap rincian dari bagian sebelumnya.
Beberapa fungsi kesimpulan antara lain:
-
Menjawab rumusan masalah. Kesimpulan menunjukkan jawaban yang diperoleh setelah topik dibahas atau penelitian dilakukan.
-
Menegaskan gagasan utama. Pembaca memperoleh gambaran mengenai pesan yang paling perlu diingat.
-
Menghubungkan tujuan dengan hasil. Kesimpulan memperlihatkan apakah tujuan penulisan atau penelitian telah tercapai.
-
Memadatkan pembahasan. Informasi dari beberapa bagian disatukan menjadi pernyataan yang lebih ringkas.
-
Menutup alur tulisan. Pembaca tidak merasa pembahasan berhenti secara tiba-tiba.
-
Menjadi dasar penyusunan saran. Dalam penelitian, saran seharusnya dibuat berdasarkan hasil yang telah dirumuskan dalam kesimpulan.
Kesimpulan yang tepat membantu pembaca mengenali hubungan antara masalah, pembahasan, dan hasil akhir. Bagian tersebut tidak sekadar mengulang, tetapi menyatukan informasi menjadi jawaban yang utuh.
Ciri-Ciri Kesimpulan yang Baik
Kesimpulan yang baik dapat dikenali melalui beberapa karakteristik berikut:
-
Sesuai dengan isi pembahasan. Tidak ada informasi baru yang belum pernah dijelaskan.
-
Menjawab tujuan atau pertanyaan utama. Setiap pernyataan diarahkan pada masalah yang dibahas.
-
Ditulis secara ringkas. Kesimpulan memadatkan hasil, bukan menceritakan ulang seluruh proses.
-
Menggunakan kalimat yang jelas. Pembaca dapat memahami hasil akhir tanpa menafsirkan kalimat yang berbelit-belit.
-
Tidak berisi kutipan panjang. Kesimpulan menonjolkan hasil pemikiran atau temuan tulisan.
-
Tidak melebih-lebihkan hasil. Pernyataan harus sesuai dengan batas pembahasan dan data yang tersedia.
-
Memiliki urutan yang logis. Jika terdapat beberapa rumusan masalah, jawabannya disusun mengikuti urutan tersebut.
Salah satu cara sederhana untuk memeriksanya adalah dengan menutup bagian pembahasan, lalu membaca kesimpulan secara terpisah. Pembaca seharusnya tetap dapat mengenali hasil utama tulisan.
Baca Juga: Cara Menulis Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar: Struktur, Format, Tips, dan Contohnya
Perbedaan Kesimpulan Makalah, Skripsi, dan Artikel
Setiap jenis tulisan mempunyai tujuan berbeda sehingga bentuk kesimpulannya juga perlu disesuaikan.
Makalah berfokus pada hasil kajian atau pembahasan suatu topik. Skripsi menampilkan hasil penelitian yang diperoleh melalui metode tertentu, sedangkan artikel dapat bersifat informatif, argumentatif, ilmiah, atau tutorial.
| Jenis Tulisan | Fokus Kesimpulan | Informasi yang Ditekankan |
|---|---|---|
| Makalah | Jawaban atas rumusan masalah | Inti teori, analisis, dan hasil pembahasan |
| Skripsi | Temuan penelitian | Jawaban tujuan penelitian berdasarkan data |
| Artikel ilmiah | Kontribusi kajian atau penelitian | Hasil utama, makna temuan, dan implikasi |
| Artikel informatif | Pesan utama bagi pembaca | Ringkasan manfaat dan arahan praktis |
| Artikel argumentatif | Penegasan posisi penulis | Inti alasan yang mendukung pendapat |
Kesimpulan makalah tidak perlu memakai bahasa seolah-olah penulis telah melakukan penelitian lapangan jika pembahasannya hanya berdasarkan kajian sumber.
Sebaliknya, kesimpulan skripsi tidak cukup berisi ringkasan teori. Bagian ini harus mengemukakan hasil yang benar-benar diperoleh dari analisis data.
Perbedaan Kesimpulan, Ringkasan, dan Saran
Kesimpulan sering tertukar dengan ringkasan dan saran karena ketiganya ditempatkan pada bagian akhir tulisan.
Ringkasan memadatkan seluruh isi dengan mempertahankan urutan pokok pembahasan. Ringkasan dapat mencakup latar belakang, teori, metode, serta hasil.
Kesimpulan menekankan jawaban akhir atau pemaknaan terhadap hasil pembahasan. Isinya lebih terpilih dan tidak harus menceritakan setiap tahapan.
Saran berisi tindakan atau rekomendasi yang dapat dilakukan berdasarkan kesimpulan. Saran tidak boleh muncul tanpa hubungan dengan masalah yang ditemukan.
Contohnya, apabila penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pengumpulan tugas dipengaruhi jadwal yang tidak tercatat dengan baik, sarannya dapat berupa penggunaan kalender tugas bersama.
Saran berupa “semua siswa harus belajar lebih giat” terlalu umum karena tidak menanggapi penyebab yang ditemukan.
Hubungan Kesimpulan dengan Rumusan Masalah dan Tujuan
Kesimpulan tidak dapat disusun dengan tepat jika penulis mengabaikan rumusan masalah dan tujuan.
Rumusan masalah berisi pertanyaan yang akan dijawab. Tujuan menunjukkan hasil yang ingin diperoleh, sedangkan pembahasan menjadi proses untuk menemukan jawaban tersebut.
Hubungan ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:
-
Rumusan masalah: Apa penyebab rendahnya pemanfaatan perpustakaan kelas?
-
Tujuan: Menjelaskan faktor yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan perpustakaan kelas.
-
Pembahasan: Menguraikan kondisi koleksi, jadwal penggunaan, pengelolaan, dan kebiasaan siswa.
-
Kesimpulan: Menegaskan faktor utama yang ditemukan dari pembahasan tersebut.
Jika makalah memiliki tiga rumusan masalah, kesimpulan sebaiknya memuat jawaban terhadap ketiganya. Jawaban tidak harus diberi nomor, tetapi urutannya perlu mudah dikenali.
Pada skripsi, setiap tujuan khusus juga harus memiliki hasil yang jelas. Jangan hanya menulis kesimpulan umum yang mengabaikan sebagian variabel atau pertanyaan penelitian.
Baca Juga: Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh
Cara Menulis Kesimpulan yang Baik dan Benar
Kesimpulan sebaiknya dibuat setelah seluruh pembahasan selesai. Langkah berikut dapat membantu menghasilkan penutup yang lebih terarah.
1. Baca Kembali Judul dan Tujuan Tulisan
Judul menunjukkan batas topik, sedangkan tujuan menjelaskan hasil yang ingin dicapai.
Periksa apakah pembahasan benar-benar menjawab tujuan tersebut. Kesimpulan tidak boleh bergerak ke topik lain hanya karena masih berkaitan secara umum.
2. Periksa Rumusan Masalah
Salin rumusan masalah ke catatan terpisah, lalu tuliskan jawaban singkat untuk setiap pertanyaan.
Jawaban tersebut belum menjadi kesimpulan final. Gunakan sebagai bahan untuk menentukan informasi yang harus dipertahankan.
3. Tandai Temuan atau Gagasan Utama
Baca kembali setiap subjudul pembahasan. Pilih hasil yang benar-benar memengaruhi jawaban akhir.
Tidak semua contoh, teori, angka, dan penjelasan perlu dimasukkan. Ambil informasi yang menunjukkan pola, hubungan, penyebab, dampak, atau hasil utama.
4. Bedakan Hasil Utama dan Rincian Pendukung
Hasil utama menjawab masalah, sedangkan rincian hanya membantu membuktikannya.
Sebagai contoh, pernyataan bahwa program membaca meningkatkan partisipasi merupakan hasil utama. Jumlah pertemuan dan susunan jadwal lebih cocok tetap berada pada bagian metode atau pembahasan.
5. Susun Jawaban Mengikuti Urutan Pembahasan
Jika pembahasan dimulai dari penyebab, dampak, lalu solusi, gunakan urutan yang sama pada kesimpulan.
Urutan yang konsisten membantu pembaca melihat hubungan dengan bagian sebelumnya.
6. Padatkan dengan Kalimat Baru
Jangan menyalin paragraf dari pembahasan. Gabungkan beberapa informasi menggunakan susunan kalimat baru yang lebih ringkas.
Kesimpulan harus menunjukkan bahwa penulis telah mengolah hasil, bukan sekadar memindahkan bagian yang sudah ada.
7. Batasi Pernyataan Sesuai Data
Hindari kata seperti “selalu”, “pasti”, atau “berlaku bagi semua orang” jika pembahasan tidak mendukung klaim tersebut.
Dalam penelitian, pernyataan sebaiknya dibatasi sesuai subjek, lokasi, metode, dan waktu pengumpulan data.
8. Periksa Informasi Baru
Tandai setiap istilah, data, teori, dan contoh dalam kesimpulan. Pastikan semuanya sudah dibahas sebelumnya.
Jika terdapat gagasan baru yang penting, masukkan terlebih dahulu ke bagian pembahasan atau hapus dari kesimpulan.
9. Sesuaikan Panjangnya
Kesimpulan makalah sederhana dapat terdiri atas satu sampai tiga paragraf. Skripsi mungkin membutuhkan beberapa butir sesuai jumlah tujuan penelitian.
Panjang kesimpulan tidak ditentukan hanya dari jumlah halaman tulisan. Ikuti pedoman guru, dosen, sekolah, kampus, atau penerbit.
10. Baca dari Sudut Pandang Pembaca
Periksa apakah pembaca dapat mengetahui jawaban akhir, manfaat, dan batas pembahasan.
Jika kesimpulan masih menimbulkan pertanyaan tentang hasil utama, pernyataannya perlu diperjelas.
Pola Kalimat untuk Memulai Kesimpulan
Penulis sering kesulitan memulai bagian kesimpulan meskipun sudah memahami isi pembahasan.
Beberapa pola berikut dapat digunakan secara fleksibel:
-
Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa...
-
Hasil analisis menunjukkan bahwa...
-
Pembahasan mengenai ... menunjukkan tiga temuan utama.
-
Berdasarkan data yang diperoleh, ...
-
Penelitian ini menunjukkan bahwa...
-
Dari uraian tersebut, terlihat bahwa...
-
Kajian ini menghasilkan kesimpulan bahwa...
Pola tersebut tidak perlu digunakan berulang pada setiap paragraf. Setelah kalimat pembuka, langsung jelaskan hasil utama secara spesifik.
Hindari pembukaan seperti “Dari penjelasan panjang di atas” karena tidak menunjukkan isi kesimpulan. Frasa “dapat disimpulkan” juga tidak wajib digunakan apabila kalimat dapat dibuat lebih langsung.
Contoh:
“Pengelolaan perpustakaan kelas dipengaruhi ketersediaan koleksi, keteraturan jadwal, dan pembagian tanggung jawab siswa.”
Kalimat tersebut sudah berfungsi sebagai kesimpulan tanpa harus diawali pengantar panjang.
Rumus Sederhana Menyusun Kesimpulan
Kesimpulan dapat disusun melalui pola jawaban, bukti utama, dan makna.
Jawaban menjelaskan hasil terhadap pertanyaan utama.
Bukti utama menyebutkan temuan atau alasan terpenting yang mendukung jawaban.
Makna menjelaskan dampak, manfaat, atau batas penerapan hasil tersebut.
Contoh:
“Penggunaan jurnal membaca membantu siswa mempertahankan jadwal membaca lebih teratur. Perubahan terlihat ketika jurnal memuat target, durasi, dan tanggapan singkat, bukan hanya daftar judul buku. Dengan demikian, jurnal lebih bermanfaat sebagai alat refleksi daripada sekadar bukti bahwa kegiatan membaca telah dilakukan.”
Pola tersebut dapat dipakai pada makalah maupun penelitian, tetapi bentuk bukti harus menyesuaikan sumber informasi yang tersedia.
Baca Juga: Teks Persuasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya
Contoh Kesimpulan Makalah
Berikut contoh kesimpulan makalah bertema pengelolaan sampah plastik di sekolah.
Kesimpulan:
Penggunaan kemasan sekali pakai di kantin dan kebiasaan membawa makanan dalam plastik menjadi penyebab utama bertambahnya sampah plastik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut semakin sulit dikendalikan ketika tempat sampah belum dipisahkan berdasarkan jenis dan tidak ada pemantauan penggunaan kemasan.
Pengurangan sampah dapat dilakukan melalui pembatasan plastik sekali pakai, penggunaan botol serta wadah makan ulang, dan penyediaan tempat sampah terpilah. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama antara sekolah, pengelola kantin, siswa, dan orang tua agar perubahan tidak hanya berlangsung selama kegiatan tertentu.
Contoh tersebut menjawab penyebab dan upaya penanganan. Kesimpulan tidak memasukkan teori baru atau data yang belum dibahas dalam makalah.
Contoh Kesimpulan Skripsi
Contoh berikut menggunakan penelitian rekaan mengenai jurnal membaca siswa.
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil analisis, penggunaan jurnal membaca memiliki hubungan positif dengan keteraturan kegiatan membaca siswa kelas XI SMA Harapan Bangsa. Siswa yang mencatat target, durasi, dan tanggapan terhadap bacaan menunjukkan jadwal membaca yang lebih konsisten dibandingkan siswa yang hanya mencatat judul buku.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa fungsi jurnal tidak terbatas pada pencatatan aktivitas. Jurnal dapat menjadi sarana pemantauan dan refleksi apabila penggunaannya disertai arahan serta umpan balik dari guru. Kesimpulan ini berlaku dalam konteks subjek dan periode penelitian yang telah ditentukan sehingga penerapannya pada kelompok lain memerlukan penyesuaian.
Contoh tersebut memuat temuan utama, pemaknaan, dan batas penerapan. Penulis tidak mengklaim hasilnya berlaku bagi seluruh siswa.
Contoh Kesimpulan Artikel Informatif
Artikel informatif membutuhkan kesimpulan yang lebih ringan, tetapi tetap harus menegaskan manfaat pembahasan.
Kesimpulan:
Menyusun jadwal belajar yang dapat dijalankan dimulai dengan mengenali waktu yang tersedia, menentukan prioritas, dan membagi target besar menjadi kegiatan harian. Jadwal tidak perlu dipenuhi seluruh mata pelajaran sekaligus karena siswa tetap membutuhkan waktu istirahat serta penyesuaian.
Gunakan jadwal selama beberapa hari, lalu periksa bagian yang sering tertunda. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki durasi, urutan tugas, dan waktu istirahat agar rencana belajar sesuai dengan kebiasaan nyata.
Kesimpulan tersebut merangkum inti artikel sekaligus memberikan tindakan praktis tanpa mengulang semua langkah.
Contoh Kesimpulan yang Kurang Tepat dan Perbaikannya
Contoh kurang tepat:
“Berdasarkan pembahasan di atas, pendidikan sangat penting bagi semua orang. Oleh karena itu, kita harus selalu belajar dengan rajin agar menjadi orang sukses dan berguna bagi bangsa.”
Kesimpulan tersebut terlalu umum. Tidak terlihat topik yang dibahas, hasil yang ditemukan, maupun hubungan dengan rumusan masalah.
Versi perbaikan:
“Program belajar berpasangan membantu siswa menyelesaikan latihan membaca melalui pembagian peran yang jelas. Siswa yang bergantian membaca dan memberikan tanggapan lebih aktif dibandingkan ketika seluruh latihan dikerjakan sendiri. Penerapan program perlu disertai panduan pertanyaan agar diskusi tidak berhenti pada pembacaan teks.”
Versi perbaikan menunjukkan kegiatan, hasil, dan syarat penerapan secara lebih jelas.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menulis Kesimpulan
Beberapa kesalahan berikut dapat membuat kesimpulan kehilangan fungsinya:
-
Hanya menyalin pendahuluan. Latar belakang kembali dijelaskan tanpa menyampaikan hasil.
-
Mengulang seluruh pembahasan. Kesimpulan berubah menjadi ringkasan panjang setiap bab.
-
Tidak menjawab rumusan masalah. Bagian akhir berisi kalimat umum yang tidak berkaitan dengan pertanyaan penelitian.
-
Memasukkan informasi baru. Data, teori, atau contoh muncul untuk pertama kali pada kesimpulan.
-
Membuat klaim terlalu luas. Hasil dari kelompok kecil dianggap berlaku bagi semua orang.
-
Menggunakan bahasa ragu tanpa alasan. Kata “mungkin” atau “sepertinya” dipakai meskipun hasil sudah jelas.
-
Mencampurkan kesimpulan dan saran. Jawaban penelitian tidak terlihat karena langsung digabung dengan daftar anjuran.
-
Memasukkan terlalu banyak kutipan. Kesimpulan seharusnya menonjolkan hasil tulisan, bukan pendapat sumber lain.
-
Tidak mengikuti urutan tujuan. Sebagian pertanyaan dijawab, sedangkan bagian lain terlewat.
-
Menggunakan kalimat penutup generik. Ungkapan seperti “semoga bermanfaat” tidak dapat menggantikan kesimpulan.
Baca Juga: Teks Observasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Tujuan, dan Contohnya Lengkap
Cara Memeriksa Kualitas Kesimpulan
Sebelum tulisan dikumpulkan atau diterbitkan, lakukan pemeriksaan melalui pertanyaan berikut:
-
Apakah kesimpulan menjawab seluruh rumusan masalah?
-
Apakah hasilnya sesuai dengan tujuan penulisan?
-
Apakah setiap pernyataan memiliki dasar pada pembahasan?
-
Apakah terdapat informasi baru?
-
Apakah kesimpulan terlalu panjang?
-
Apakah ada kalimat yang hanya mengulang bagian sebelumnya?
-
Apakah urutan jawaban sesuai dengan urutan pembahasan?
-
Apakah klaim sudah dibatasi sesuai data?
-
Apakah perbedaan antara kesimpulan dan saran terlihat jelas?
-
Apakah pembaca dapat memahami hasil akhir tanpa membaca ulang seluruh tulisan?
Cara lain adalah memasangkan setiap kalimat kesimpulan dengan bagian pembahasan yang mendukungnya. Jika satu kalimat tidak mempunyai dasar, kalimat tersebut perlu dihapus atau dibahas lebih dahulu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menulis kesimpulan yang baik dan benar?
Mulailah dengan membaca kembali tujuan, rumusan masalah, dan hasil pembahasan. Setelah itu, tuliskan jawaban utama secara ringkas tanpa memasukkan teori, data, atau contoh baru.
Apakah kesimpulan harus menjawab semua rumusan masalah?
Ya. Setiap rumusan masalah perlu memiliki jawaban yang dapat ditemukan dalam kesimpulan, baik dalam bentuk paragraf maupun butir sesuai pedoman penulisan.
Berapa panjang kesimpulan yang ideal?
Tidak ada panjang yang berlaku untuk semua tulisan. Kesimpulan makalah sederhana dapat dibuat satu sampai tiga paragraf, sedangkan skripsi menyesuaikan jumlah tujuan dan ketentuan kampus.
Apakah kesimpulan boleh menggunakan kutipan?
Sebaiknya kutipan digunakan secara terbatas atau tidak digunakan. Kesimpulan perlu menonjolkan hasil pembahasan atau penelitian, bukan kembali memaparkan teori dari sumber lain.
Apa perbedaan kesimpulan dan saran?
Kesimpulan memuat jawaban atau temuan akhir, sedangkan saran berisi tindakan yang dapat dilakukan berdasarkan temuan tersebut. Saran harus memiliki hubungan langsung dengan masalah yang telah disimpulkan.
Penutup
Cara menulis kesimpulan yang baik dan benar dimulai dengan memeriksa hubungan antara tujuan, rumusan masalah, pembahasan, dan hasil. Kesimpulan tidak dibuat dengan menyalin paragraf sebelumnya, melainkan dengan memadatkan jawaban utama menggunakan susunan kalimat baru.
Bentuknya perlu disesuaikan dengan jenis tulisan. Makalah menekankan hasil kajian, skripsi menyampaikan temuan berdasarkan data, sedangkan artikel menegaskan pesan dan manfaat bagi pembaca.
Sebelum menyelesaikan tulisan, cocokkan setiap kalimat kesimpulan dengan pembahasan yang mendukungnya. Hapus informasi baru dan klaim yang terlalu luas. Latih kemampuan ini dengan membuat satu kalimat jawaban untuk setiap rumusan masalah, kemudian gabungkan jawaban tersebut menjadi penutup yang padu.