Cara membuat modul ajar dengan AI agar lebih cepat dan efisien bukan berarti menyerahkan seluruh perencanaan pembelajaran kepada mesin. AI dapat membantu menyusun kerangka, memberikan variasi aktivitas, membuat pertanyaan pemantik, merancang asesmen, dan menyesuaikan tingkat kesulitan materi.
Hasil yang dihasilkan tetap harus diperiksa oleh guru. AI tidak mengetahui kondisi kelas secara langsung, seperti kemampuan awal murid, fasilitas sekolah, alokasi waktu sebenarnya, kebutuhan khusus, hingga kebiasaan belajar yang berbeda di setiap daerah.
Kesalahan sering terjadi ketika guru hanya memasukkan nama mata pelajaran dan meminta modul jadi. Hasilnya tampak lengkap, tetapi tujuan pembelajaran tidak terukur, kegiatan terlalu banyak, asesmen tidak selaras, atau contoh yang diberikan jauh dari kehidupan murid.
Penggunaan AI akan lebih efektif apabila guru menyiapkan informasi pembelajaran terlebih dahulu, memberikan instruksi yang terarah, lalu menguji setiap bagian sebelum modul diterapkan di kelas.
Apa Itu Modul Ajar Berbantuan AI?
Modul ajar berbantuan AI adalah perangkat perencanaan pembelajaran yang proses penyusunannya dibantu oleh teknologi kecerdasan artifisial.
AI dapat digunakan untuk mengembangkan gagasan, menyusun draf, mengubah tingkat kesulitan, membuat variasi aktivitas, atau memeriksa keterhubungan antara tujuan, kegiatan, dan asesmen.
Modul tersebut tetap menjadi karya profesional guru. Guru menentukan isi yang dipertahankan, diubah, dihapus, atau ditambahkan berdasarkan kurikulum dan kebutuhan murid.
Pada 2026, Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menjadi dasar Standar Proses pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Regulasi yang berlaku sejak 5 Januari 2026 itu mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.
Sementara itu, Sistem Informasi Kurikulum Nasional menjelaskan bahwa penyesuaian kurikulum melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tidak mengganti kurikulum, tetapi memperkuat pendekatan Pembelajaran Mendalam serta mengatur Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan.
Artinya, AI dapat membantu pekerjaan teknis, tetapi isi modul harus tetap mengikuti kurikulum, capaian pembelajaran, karakteristik mata pelajaran, dan peraturan yang sedang berlaku.
Bagian Modul Ajar yang Dapat Dibantu AI
AI dapat digunakan pada hampir seluruh tahapan penyusunan, tetapi tingkat campur tangannya perlu dibatasi sesuai jenis pekerjaan.
Beberapa bagian yang dapat dibantu meliputi:
-
Analisis kebutuhan awal. AI dapat membantu mengelompokkan kemungkinan pengetahuan awal, miskonsepsi, dan kesulitan yang mungkin dialami murid.
-
Perumusan tujuan. Draf tujuan dapat diubah menjadi pernyataan yang lebih spesifik dan dapat diamati.
-
Pertanyaan pemantik. AI dapat memberikan variasi pertanyaan yang menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.
-
Langkah pembelajaran. Guru dapat meminta susunan kegiatan pembuka, inti, dan penutup sesuai waktu yang tersedia.
-
Diferensiasi. Satu aktivitas dapat dibuat dalam beberapa tingkat dukungan, kompleksitas, atau bentuk produk.
-
Asesmen. AI dapat membantu menyusun soal diagnostik, formatif, sumatif, rubrik, serta kunci jawaban awal.
-
Bahan pendukung. Draf LKPD, ringkasan materi, studi kasus, dan lembar refleksi dapat dikembangkan lebih cepat.
-
Pemeriksaan konsistensi. AI dapat diminta menilai apakah aktivitas dan asesmen benar-benar mengukur tujuan pembelajaran.
AI tidak seharusnya menentukan nilai murid secara otomatis tanpa pemeriksaan. Sistem juga tidak boleh digunakan untuk memasukkan data pribadi, catatan perilaku, hasil asesmen individual, atau informasi sensitif tanpa perlindungan yang sesuai.
Komponen Minimum yang Harus Diperhatikan
Format perangkat ajar tidak perlu dibuat rumit hanya agar terlihat lengkap. Setiap komponen perlu memiliki fungsi yang nyata dalam membantu pelaksanaan pembelajaran.
Pusat Informasi Rumah Pendidikan mencantumkan tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, rencana asesmen, dan media pembelajaran sebagai komponen minimum kegiatan intrakurikuler. Untuk RPP, komponen minimumnya meliputi tujuan, rencana asesmen, dan langkah pembelajaran.
Berikut ringkasan bagian yang dapat dijadikan dasar ketika menggunakan AI:
| Komponen | Pertanyaan yang Harus Dijawab | Peran AI |
|---|---|---|
| Tujuan pembelajaran | Kemampuan apa yang perlu ditunjukkan murid? | Membantu memperjelas kata kerja dan indikator |
| Langkah pembelajaran | Aktivitas apa yang membawa murid mencapai tujuan? | Menyusun urutan dan alternatif kegiatan |
| Rencana asesmen | Bukti apa yang menunjukkan tujuan telah tercapai? | Membuat draf soal, tugas, rubrik, dan refleksi |
| Media pembelajaran | Alat atau sumber apa yang benar-benar dibutuhkan? | Menyarankan media sesuai materi dan fasilitas |
| Diferensiasi | Dukungan apa yang diperlukan murid dengan kebutuhan berbeda? | Memberikan variasi proses, bahan, atau produk |
| Materi pendukung | Informasi apa yang perlu dibaca atau digunakan murid? | Membuat draf ringkasan, LKPD, dan studi kasus |
Tabel tersebut dapat dikembangkan sesuai format sekolah. Modul yang lebih panjang belum tentu lebih berguna apabila guru kesulitan menerapkannya atau kegiatan tidak sesuai waktu yang tersedia.
Baca Juga: Cara Menulis Kesimpulan yang Baik dan Benar untuk Makalah, Skripsi, dan Artikel
Persiapan Sebelum Memasukkan Perintah ke AI
Kualitas keluaran AI sangat dipengaruhi informasi yang diberikan. Sebelum membuka aplikasi, guru sebaiknya menyiapkan bahan dasar berikut.
Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Gunakan dokumen kurikulum atau perangkat resmi sebagai acuan. Jangan meminta AI menebak capaian pembelajaran hanya berdasarkan nama materi.
Apabila tujuan belum dirumuskan, tuliskan kompetensi yang ingin dicapai dalam bahasa sederhana. AI kemudian dapat membantu menyusunnya menjadi tujuan yang lebih terukur.
Contohnya:
“Setelah pembelajaran, murid dapat membedakan fakta dan opini dalam teks berita serta menjelaskan alasan pengelompokannya.”
Tujuan tersebut lebih terukur daripada “murid memahami fakta dan opini” karena menunjukkan kemampuan yang harus diperlihatkan.
Karakteristik Murid
Berikan gambaran umum tanpa menyertakan identitas pribadi.
Informasi yang dapat dimasukkan antara lain:
-
Jenjang dan kelas.
-
Jumlah murid secara umum.
-
Pengetahuan awal.
-
Kesulitan yang sering muncul.
-
Kemampuan membaca.
-
Bahasa yang digunakan dalam pembelajaran.
-
Ketersediaan perangkat.
-
Kondisi akses internet.
-
Pola kerja individual atau kelompok.
Alokasi Waktu
Tuliskan jumlah pertemuan dan durasi setiap pertemuan. AI sering menghasilkan kegiatan terlalu banyak ketika batas waktu tidak diberikan.
Jika tersedia dua pertemuan dengan durasi masing-masing 40 menit, sebutkan secara jelas. Minta agar setiap tahap dilengkapi perkiraan waktu yang realistis.
Fasilitas yang Tersedia
Jangan meminta aktivitas berbasis laboratorium, proyektor, atau internet apabila fasilitas tersebut tidak tersedia.
Guru dapat meminta alternatif menggunakan kertas, papan tulis, bahan dari lingkungan sekitar, atau perangkat yang digunakan bergantian.
Bentuk Asesmen
Tentukan bukti belajar yang ingin dikumpulkan. Bentuknya dapat berupa jawaban tertulis, presentasi, demonstrasi, produk, laporan pengamatan, rekaman suara, atau penjelasan lisan.
Dengan informasi tersebut, AI tidak hanya membuat soal pilihan ganda yang belum tentu sesuai dengan tujuan.
Cara Membuat Modul Ajar dengan AI
Penyusunan dapat dilakukan secara bertahap agar setiap bagian lebih mudah dikendalikan dan diperiksa.
1. Tentukan Ruang Lingkup Modul
Pilih satu topik dan kemampuan utama. Hindari memasukkan satu bab besar ke dalam satu perintah apabila pembelajaran memerlukan beberapa pertemuan.
Tuliskan mata pelajaran, fase atau kelas, materi, alokasi waktu, serta tujuan awal.
Contoh:
“IPA kelas VII, topik perubahan wujud zat, dua pertemuan masing-masing 40 menit. Murid diharapkan dapat menjelaskan hubungan perubahan suhu dengan perubahan wujud melalui pengamatan sederhana.”
2. Minta AI Memeriksa Tujuan
Sebelum membuat seluruh modul, minta AI menilai apakah tujuan sudah spesifik, dapat diamati, dan sesuai waktu.
Contoh perintah:
Periksa tujuan pembelajaran berikut. Jelaskan apakah kemampuan yang diminta dapat diamati dan dicapai dalam dua pertemuan. Berikan perbaikan tanpa mengubah inti kompetensinya.
Guru perlu memilih hasil yang paling sesuai. Jangan langsung menggunakan seluruh saran karena AI dapat meningkatkan tingkat kesulitan melebihi kebutuhan kelas.
3. Susun Asesmen Sebelum Aktivitas
Asesmen perlu dirancang setelah tujuan ditetapkan, bukan ditempelkan pada akhir proses.
Minta AI membuat bukti belajar yang benar-benar menunjukkan pencapaian tujuan. Jika murid harus mampu menjelaskan proses, asesmennya tidak cukup hanya menanyakan definisi.
Contoh perintah:
Buat satu asesmen diagnostik, dua asesmen formatif, dan satu tugas akhir untuk mengukur kemampuan murid menjelaskan perubahan wujud zat. Sertakan indikator jawaban dan cara memberikan umpan balik.
4. Kembangkan Langkah Pembelajaran
Setelah tujuan dan asesmen selaras, susun kegiatan yang membantu murid menghasilkan bukti belajar tersebut.
Kegiatan dapat mencakup:
-
Aktivasi pengetahuan awal.
-
Pertanyaan pemantik.
-
Pengamatan atau eksplorasi.
-
Diskusi dan penjelasan konsep.
-
Penerapan melalui tugas.
-
Pemeriksaan pemahaman.
-
Refleksi.
Minta AI menyertakan durasi, peran guru, peran murid, bahan, dan hasil yang diharapkan pada setiap tahap.
5. Tambahkan Prinsip Pembelajaran Mendalam
Kegiatan tidak cukup hanya terlihat aktif. Murid perlu memahami tujuan, menghubungkan materi dengan konteks nyata, dan memikirkan kembali proses belajarnya.
Guru dapat meminta AI memeriksa tiga prinsip berikut:
-
Berkesadaran, yaitu murid mengetahui tujuan dan strategi belajarnya.
-
Bermakna, yaitu materi berhubungan dengan pengalaman atau persoalan nyata.
-
Menggembirakan, yaitu lingkungan belajar aman, menantang, dan memberi ruang untuk mencoba.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam kurikulum nasional menekankan suasana belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengembangan yang holistik dan terpadu.
6. Buat Diferensiasi yang Realistis
Jangan meminta tiga modul terpisah untuk murid “pintar”, “sedang”, dan “lemah”. Pelabelan seperti itu dapat menyederhanakan kemampuan murid secara berlebihan.
Minta variasi dukungan berdasarkan kebutuhan, misalnya:
-
Teks dengan panjang berbeda.
-
Kosakata bantuan.
-
Contoh yang sudah dikerjakan.
-
Pilihan bekerja sendiri atau berpasangan.
-
Pilihan produk berupa tulisan, gambar, atau penjelasan lisan.
-
Pertanyaan pengayaan bagi murid yang menyelesaikan tugas lebih cepat.
Diferensiasi harus tetap menuju tujuan yang sama, kecuali terdapat penyesuaian khusus berdasarkan kebutuhan individual.
7. Susun LKPD dan Bahan Pendukung
Minta AI membuat draf setelah kegiatan utama selesai. Hal ini menjaga agar LKPD mendukung langkah pembelajaran, bukan menjadi lembar tugas yang berdiri sendiri.
Periksa apakah instruksi mudah dipahami, ruang jawaban mencukupi, contoh tidak membocorkan seluruh jawaban, dan tugas dapat dilakukan dengan peralatan yang tersedia.
8. Buat Rubrik Penilaian
Rubrik perlu menggunakan kriteria yang dapat diamati.
Untuk tugas presentasi, misalnya, kriteria dapat mencakup ketepatan konsep, penggunaan bukti, kejelasan penjelasan, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
Hindari kriteria kabur seperti “sangat bagus” tanpa deskripsi yang menunjukkan perbedaannya dengan kategori lain.
9. Minta AI Melakukan Audit Keselarasan
Masukkan kembali draf akhir dan minta AI memeriksa hubungan antara tujuan, kegiatan, serta asesmen.
Gunakan perintah seperti:
Tinjau modul ini sebagai editor pembelajaran. Temukan tujuan yang tidak diukur, kegiatan yang tidak mendukung tujuan, asesmen yang terlalu sulit, pengulangan aktivitas, kebutuhan alat yang tidak disebutkan, dan alokasi waktu yang tidak realistis. Sajikan masalah dan saran perbaikan dalam tabel.
Audit tersebut hanya menjadi pemeriksaan tambahan. Keputusan akhir tetap berada pada guru yang memahami situasi kelas.
Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar Sesuai PUEBI/EYD V dan APA Style 7
Contoh Prompt Membuat Modul Ajar
Prompt yang efektif dapat disusun menggunakan enam unsur: konteks, tujuan, kondisi murid, waktu, komponen, dan batasan.
Berikut contoh yang dapat disesuaikan:
Bertindak sebagai asisten perencanaan pembelajaran. Buat draf modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VIII tentang membedakan fakta dan opini dalam teks berita. Alokasi waktu dua pertemuan, masing-masing 40 menit. Tujuan pembelajaran: murid dapat mengidentifikasi fakta dan opini serta menjelaskan alasannya menggunakan bukti dari teks.
Murid sudah memahami unsur dasar berita, tetapi masih sering menganggap seluruh kalimat dalam berita sebagai fakta. Pembelajaran dilakukan tanpa internet dan menggunakan teks berita yang dicetak.
Susun tujuan per pertemuan, pertanyaan pemantik, asesmen diagnostik, langkah pembelajaran beserta durasi, asesmen formatif, tugas akhir, rubrik empat tingkat, diferensiasi dukungan, dan refleksi. Gunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sekolah. Jangan membuat capaian pembelajaran atau kebijakan yang tidak diberikan. Tandai bagian yang harus diperiksa guru.
Prompt tersebut memberikan konteks yang cukup, tetapi hasilnya tetap perlu disesuaikan.
Contoh Prompt untuk Memperbaiki Kegiatan
Ubah kegiatan berikut agar lebih berpusat pada murid. Pertahankan tujuan dan alokasi waktu. Kurangi ceramah menjadi maksimal 10 menit, tambahkan kegiatan analisis teks berpasangan, dan sertakan cara guru memeriksa pemahaman seluruh kelas.
Contoh Prompt untuk Membuat Diferensiasi
Buat tiga bentuk dukungan untuk aktivitas yang sama tanpa mengubah tujuan pembelajaran. Dukungan pertama menggunakan contoh dan panduan langkah, dukungan kedua menggunakan pertanyaan penuntun, sedangkan pengayaan meminta murid membandingkan dua teks.
Contoh Prompt untuk Memeriksa Asesmen
Periksa apakah soal berikut mengukur kemampuan membedakan fakta dan opini atau hanya mengukur hafalan definisi. Jelaskan kelemahannya, lalu perbaiki soal beserta indikator jawabannya.
Perintah pemeriksaan sering lebih berguna daripada langsung meminta dokumen baru karena guru dapat mempertahankan bagian yang sudah sesuai.
Contoh Ringkas Hasil Modul Ajar
Berikut contoh kerangka ringkas untuk IPA kelas VII tentang perubahan wujud zat.
Tujuan Pembelajaran
Murid dapat menjelaskan hubungan perubahan suhu dengan mencair, membeku, menguap, dan mengembun melalui hasil pengamatan sederhana.
Pertanyaan Pemantik
Mengapa bagian luar gelas berisi es menjadi basah, padahal air tidak menembus dinding gelas?
Asesmen Diagnostik
Guru menampilkan empat peristiwa dan meminta murid menuliskan apakah zat menerima atau melepaskan panas.
Jawaban digunakan untuk melihat miskonsepsi awal, bukan untuk menentukan nilai akhir.
Kegiatan Inti
Murid mengamati es yang diletakkan dalam dua kondisi berbeda. Mereka mencatat perubahan, memperkirakan penyebab, mendiskusikan hasil, lalu menghubungkannya dengan konsep perpindahan energi.
Asesmen Formatif
Setiap kelompok membuat diagram proses perubahan wujud dan memberikan satu contoh dari kehidupan sehari-hari.
Tugas Akhir
Murid menjelaskan penyebab terbentuknya titik air pada bagian luar gelas menggunakan konsep pengembunan.
Refleksi
Murid menuliskan satu pemahaman yang berubah setelah melakukan pengamatan dan satu pertanyaan yang masih dimiliki.
Kerangka tersebut dianggap selaras karena tujuan meminta murid menjelaskan hubungan suhu dan perubahan wujud, kegiatan menyediakan pengamatan, sedangkan tugas akhir meminta penerapan konsep pada peristiwa nyata.
Baca Juga: Cara Menulis Surat Resmi yang Baik dan Benar: Struktur, Format, Kaidah, dan Contohnya
Pilihan Aplikasi AI untuk Membantu Guru
Aplikasi sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan, ketersediaan akun, kebijakan sekolah, dukungan bahasa, dan perlindungan data.
| Layanan | Kegunaan dalam Penyusunan Modul | Catatan Penggunaan |
|---|---|---|
| ChatGPT | Membantu mengembangkan tujuan, kegiatan, asesmen, rubrik, dan pemeriksaan keselarasan | Keluaran harus diperiksa karena model dapat menghasilkan informasi yang salah |
| Gemini in Google Classroom | Membantu membuat tujuan, rencana pelajaran, aktivitas, rubrik, dan materi pada lingkungan Classroom | Fitur pendidikan tertentu bergantung pada akun, usia, perangkat, dan pengaturan administrator |
| Microsoft 365 Copilot Teach | Membuat rencana pelajaran, kuis, rubrik, serta menyesuaikan tingkat bahasa dan kesulitan | Ditujukan bagi pengajar atau staf dengan lisensi Microsoft 365 Education |
| Canva | Membuat draf rencana pembelajaran sekaligus memformat modul dan materi visual | Fitur serta akses dapat berbeda menurut jenis akun dan kuota AI |
Panduan resmi ChatGPT untuk pendidik menyediakan contoh penggunaan untuk merencanakan pembelajaran. OpenAI juga mengingatkan bahwa model tidak selalu menghasilkan informasi benar dan guru tetap bertanggung jawab meninjau materi.
Gemini in Google Classroom menyediakan alat untuk membantu pendidik menyusun tujuan dan rencana pembelajaran. Menurut dokumentasi Google, fitur tersebut tersedia pada edisi Google Workspace for Education, tetapi akses fitur AI tertentu dibatasi untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Fitur Teach pada Microsoft 365 Copilot dapat membantu pengajar membuat rencana pelajaran, kuis, dan rubrik serta menyesuaikan tingkat bacaan atau kesulitan. Fitur tersebut tersedia bagi pengajar atau staf dengan lisensi Microsoft 365 Education dan tidak memerlukan lisensi Copilot berbayar tambahan.
Sementara itu, AI Pembuat RPP Canva dapat membantu menyusun draf dan mengembangkannya menjadi materi visual. Canva juga menyediakan alat perencanaan pembelajaran bagi pengguna Canva for Education yang memenuhi persyaratan.
Fitur, harga, kuota, dan persyaratan akun dapat berubah. Periksa halaman resmi sebelum memilih layanan untuk sekolah.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menggunakan Capaian Pembelajaran Buatan AI
AI dapat menghasilkan rumusan yang terdengar resmi meskipun tidak sama dengan dokumen kurikulum.
Salin capaian dari sumber resmi atau dokumen sekolah, kemudian minta AI membantu menurunkannya menjadi tujuan dan aktivitas.
Membuat Modul Sekali Perintah
Perintah “buat modul lengkap” sering menghasilkan dokumen panjang dengan hubungan antarkomponen yang lemah.
Kerjakan secara bertahap: tujuan, asesmen, kegiatan, diferensiasi, bahan pendukung, lalu audit akhir.
Memasukkan Terlalu Banyak Aktivitas
AI cenderung memberikan banyak ide. Tidak semuanya harus dipakai.
Hitung waktu untuk menjelaskan instruksi, membentuk kelompok, membagikan bahan, berdiskusi, mempresentasikan hasil, dan melakukan refleksi.
Membuat Asesmen yang Tidak Sesuai Tujuan
Tujuan yang meminta analisis tidak dapat dinilai hanya dengan soal definisi. Tugas harus memberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan kemampuan yang diminta.
Menyalin Hasil Tanpa Menyesuaikan Bahasa
Istilah, contoh, dan instruksi AI dapat terlalu rumit bagi usia murid.
Baca kembali modul dari sudut pandang siswa. Periksa apakah mereka memahami apa yang harus dilakukan, alat yang dibutuhkan, serta bentuk hasil yang harus dikumpulkan.
Menggunakan Contoh yang Tidak Terverifikasi
AI dapat membuat data, kutipan, hasil penelitian, atau nama peraturan yang tidak ada.
Setiap informasi faktual harus diperiksa melalui buku, dokumen kurikulum, jurnal, atau portal resmi.
Memeriksa Modul Sebelum Digunakan
Pemeriksaan akhir dapat dilakukan menggunakan daftar berikut:
-
Tujuan sesuai dokumen kurikulum dan kebutuhan kelas.
-
Kata kerja tujuan dapat diamati atau diukur.
-
Asesmen benar-benar mengukur tujuan.
-
Kegiatan membantu murid menghasilkan bukti belajar.
-
Alokasi waktu realistis.
-
Instruksi dapat dipahami murid.
-
Media tersedia di sekolah.
-
Diferensiasi dapat dilaksanakan.
-
Contoh tidak mengandung kesalahan fakta.
-
Rubrik menggunakan kriteria yang jelas.
-
Tidak ada data pribadi murid di dalam aplikasi.
-
Sumber materi dan aset telah dicatat.
-
Guru mampu menjelaskan alasan pemilihan setiap kegiatan.
-
Tersedia alternatif apabila internet atau perangkat bermasalah.
Modul juga dapat diuji dalam satu kelas terlebih dahulu. Catat kegiatan yang memakan waktu terlalu lama, pertanyaan yang tidak dipahami, dan bagian asesmen yang tidak menghasilkan bukti sesuai harapan.
Etika dan Keamanan Data
AI harus digunakan untuk mendukung pertimbangan guru, bukan menggantikan tanggung jawab profesional.
Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Guru menempatkan AI sebagai alat bantu analisis dan pengambilan keputusan. Konteks murid, penilaian profesional, dan nilai etis tetap menjadi dasar pemanfaatannya.
Pada Maret 2026, Kemendikdasmen juga menerbitkan informasi mengenai pedoman nasional penggunaan teknologi digital dan AI pada jalur pendidikan. Pedoman tersebut menekankan penggunaan yang etis, aman, bijak, bertanggung jawab, dan selaras dengan perlindungan anak.
Guru sebaiknya tidak memasukkan:
-
Nama lengkap dan identitas murid.
-
Nilai individual.
-
Catatan kesehatan.
-
Kondisi keluarga.
-
Catatan perilaku.
-
Foto atau rekaman tanpa izin.
-
Dokumen internal sekolah.
-
Soal ujian yang bersifat rahasia.
-
Data penelitian yang belum dianonimkan.
Gunakan deskripsi umum seperti “sebagian murid masih kesulitan memahami teks panjang” tanpa menyebut siapa yang mengalami kesulitan tersebut.
Baca Juga: Cara Membuat Proposal : Struktur, Jenis, Format Penulisan, dan Contoh
Transparansi juga diperlukan. Sekolah dapat menentukan bagaimana guru mencatat penggunaan AI dalam penyusunan perangkat ajar, siapa yang memeriksa hasilnya, dan jenis data apa yang tidak boleh dimasukkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar buatan AI boleh langsung digunakan?
Tidak disarankan. Draf perlu diperiksa berdasarkan kurikulum, kondisi murid, waktu, fasilitas, ketepatan materi, dan aturan sekolah. AI tidak mengetahui situasi kelas secara langsung.
Apakah AI dapat membuat modul ajar lengkap?
AI dapat menghasilkan draf berbagai komponen, tetapi kelengkapan dokumen belum menjamin kualitas pembelajaran. Guru tetap perlu memastikan tujuan, kegiatan, dan asesmen saling terhubung.
Apakah membuat modul ajar dengan AI harus menggunakan aplikasi berbayar?
Tidak selalu. Beberapa layanan menyediakan akses gratis atau akses melalui akun pendidikan, tetapi fitur dan batas penggunaannya berbeda. Periksa ketentuan terbaru melalui situs resmi masing-masing aplikasi.
Bagaimana membuat prompt modul ajar yang bagus?
Sertakan mata pelajaran, kelas atau fase, materi, tujuan, kemampuan awal murid, alokasi waktu, fasilitas, bentuk asesmen, serta batasan yang harus dipatuhi. Makin jelas konteksnya, makin mudah hasil AI diperiksa dan disesuaikan.
Apakah data nilai siswa boleh dimasukkan ke aplikasi AI?
Hindari memasukkan nilai beserta identitas murid tanpa kebijakan, perlindungan, dan persetujuan yang sesuai. Gunakan data anonim atau gambaran umum ketika meminta bantuan analisis.
Penutup
Cara membuat modul ajar dengan AI yang efisien dimulai dari menyiapkan tujuan, kondisi murid, waktu, fasilitas, dan bentuk asesmen sebelum memberikan perintah. AI kemudian digunakan untuk mengembangkan draf, membuat variasi aktivitas, menyusun rubrik, serta memeriksa keselarasan antarkomponen.
Kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Modul tetap harus dapat dilaksanakan, sesuai kurikulum, aman bagi data murid, dan membantu guru memperoleh bukti belajar yang jelas.
Gunakan AI secara bertahap dan pertahankan keputusan akhir di tangan guru. Sebelum menerapkan modul, periksa kembali dokumen kurikulum serta ketentuan fitur, privasi, dan jenis akun melalui portal resmi pemerintah maupun pengembang aplikasi.