Menggunakan pendapat dari buku, jurnal, laporan, atau website tidak cukup dilakukan dengan menyalin kalimat lalu menambahkan nama penulis. Setiap gagasan yang diambil perlu disajikan dengan bentuk kutipan yang tepat.
Pemahaman tentang cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung membantu penulis menjaga kejelasan antara gagasan pribadi dan informasi yang berasal dari sumber lain. Kesalahan dalam mengutip dapat terjadi ketika tanda petik dihilangkan, nomor halaman tidak dicantumkan, atau parafrasa dibuat terlalu mirip dengan teks asli.
Kutipan langsung mempertahankan susunan kata dari sumber, sedangkan kutipan tidak langsung menyampaikan kembali gagasan sumber menggunakan kalimat penulis sendiri. Keduanya tetap membutuhkan keterangan penulis dan tahun penerbitan.
Pemilihan jenis kutipan sebaiknya mengikuti tujuan pembahasan. Kalimat asli dapat dipertahankan ketika pilihan katanya perlu dianalisis, tetapi parafrasa lebih sesuai ketika penulis ingin menghubungkan beberapa gagasan secara ringkas.
Apa yang Dimaksud dengan Kutipan?
Kutipan adalah bagian tulisan yang mengambil gagasan, data, pernyataan, atau susunan kata dari sumber lain untuk mendukung pembahasan.
Sumber kutipan dapat berupa buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dokumen lembaga, berita, wawancara, maupun halaman website yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kutipan digunakan untuk memperkuat penjelasan, menunjukkan dasar teori, membandingkan pendapat, atau memberikan bukti terhadap sebuah pernyataan.
Namun, kutipan tidak boleh menggantikan seluruh pembahasan. Penulis tetap perlu menjelaskan hubungan sumber dengan topik, menilai relevansinya, dan menyusun kesimpulan berdasarkan informasi yang digunakan.
Dalam sistem APA Style, kutipan di dalam teks menggunakan pola penulis dan tahun. Kutipan langsung juga perlu menyertakan lokasi bagian yang dikutip, biasanya berupa nomor halaman.
Fungsi Kutipan dalam Karya Tulis
Penggunaan kutipan mempunyai beberapa fungsi berikut:
-
Menguatkan pernyataan. Gagasan penulis memperoleh dukungan dari teori, data, atau pendapat yang relevan.
-
Menunjukkan asal informasi. Pembaca dapat mengetahui bagian yang berasal dari sumber lain.
-
Memudahkan pemeriksaan. Keterangan penulis, tahun, dan halaman membantu pembaca menemukan bagian yang digunakan.
-
Membandingkan pandangan. Beberapa sumber dapat digunakan untuk menunjukkan persamaan, perbedaan, atau perkembangan gagasan.
-
Menghindari pengakuan karya orang lain sebagai gagasan sendiri. Sumber tetap harus dicantumkan meskipun kalimat telah ditulis ulang.
-
Menjaga keterhubungan dengan daftar pustaka. Setiap sumber yang dikutip perlu mempunyai identitas lengkap pada bagian referensi.
Kutipan yang baik selalu diikuti penjelasan. Setelah menampilkan pendapat sumber, penulis perlu menunjukkan alasan pendapat tersebut digunakan dan hubungannya dengan pembahasan.
Baca Juga: Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Conto
Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Perbedaan utama kedua bentuk kutipan terletak pada cara menyampaikan gagasan sumber.
| Aspek | Kutipan Langsung | Kutipan Tidak Langsung |
|---|---|---|
| Bentuk kalimat | Sama dengan sumber asli | Ditulis kembali dengan susunan baru |
| Tanda petik | Digunakan pada kutipan pendek | Tidak digunakan |
| Nomor halaman | Diperlukan dalam APA Style | Tidak wajib, tetapi dapat dicantumkan |
| Tujuan | Mempertahankan pilihan kata asli | Merangkum dan menghubungkan gagasan |
| Risiko utama | Salah menyalin atau terlalu banyak mengutip | Parafrasa terlalu dekat dengan sumber |
| Panjang | Dapat berupa kutipan pendek atau blok | Menyesuaikan kebutuhan penjelasan |
Kutipan langsung cocok digunakan ketika bunyi pernyataan, definisi, atau pilihan kata sumber perlu dipertahankan. Kutipan tidak langsung lebih sesuai untuk merangkum gagasan tanpa memenuhi tulisan dengan petikan panjang.
Unsur yang Harus Ada dalam Kutipan
Kutipan memerlukan identitas sumber agar pembaca dapat menelusuri asal informasinya.
Dalam format penulis-tahun, unsur utama yang digunakan meliputi:
-
Nama penulis, yaitu pihak yang bertanggung jawab atas karya.
-
Tahun terbit, yaitu waktu sumber dipublikasikan.
-
Nomor halaman, terutama untuk kutipan langsung dari sumber yang memiliki halaman.
-
Nomor paragraf atau penanda lain, jika sumber daring tidak memiliki halaman.
-
Daftar pustaka, yang memuat identitas lengkap sumber pada akhir tulisan.
Pada kutipan langsung, APA Style meminta penulis, tahun, dan nomor halaman dicantumkan. Untuk parafrasa, penulis dan tahun tetap diperlukan, sedangkan halaman bersifat opsional tetapi dapat membantu pembaca menemukan gagasan tertentu.
Seluruh nama penulis, judul, tahun, dan nomor halaman dalam contoh berikut bersifat rekaan dan hanya digunakan untuk menunjukkan format.
Cara Menulis Kutipan Langsung Pendek
Kutipan langsung pendek mempertahankan kata, ejaan, dan susunan kalimat dari sumber. Dalam APA Style, petikan yang berjumlah kurang dari 40 kata ditempatkan menyatu dengan paragraf dan diapit tanda petik.
EYD V juga menetapkan bahwa tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
Kutipan pendek dapat ditulis melalui bentuk naratif atau parentetik.
Kutipan Langsung Naratif
Pada bentuk naratif, nama penulis menjadi bagian dari kalimat.
Contoh:
Sari (2025) menjelaskan bahwa “kebiasaan membaca terbentuk ketika kegiatan tersebut dilakukan secara teratur dan mendapat dukungan lingkungan” (p. 42).
Nama Sari ditempatkan pada awal kalimat, tahun ditulis setelah nama, sedangkan nomor halaman dicantumkan setelah kutipan.
Kutipan Langsung Parentetik
Pada bentuk parentetik, nama penulis, tahun, dan halaman ditempatkan dalam tanda kurung setelah petikan.
Contoh:
Kebiasaan belajar dapat berkembang melalui pengulangan karena “tindakan kecil yang dijalankan secara konsisten lebih mudah bertahan daripada perubahan yang dilakukan sekaligus” (Pratama, 2024, p. 36).
Tanda titik penutup kalimat ditempatkan setelah keterangan sumber. Susunan tersebut menunjukkan bahwa rujukan berlaku untuk petikan yang mendahuluinya.
Kutipan yang Diletakkan pada Awal Kalimat
Petikan juga dapat menjadi bagian awal dari kalimat penulis.
Contoh:
“Lingkungan belajar memengaruhi kemampuan siswa mempertahankan perhatian” (Lestari, 2025, p. 18), terutama ketika kegiatan belajar berlangsung dalam waktu lama.
Kutipan harus tetap menyatu secara tata bahasa dengan bagian kalimat setelahnya. Jangan menempelkan petikan pada kalimat yang tidak memiliki hubungan logis.
Cara Menulis Kutipan Langsung Panjang
Kutipan langsung berjumlah 40 kata atau lebih ditulis sebagai kutipan blok. Petikan ditempatkan pada baris baru, menjorok dari margin kiri, dan tidak menggunakan tanda petik.
Contoh:
Pratama (2025) menjelaskan hubungan antara tujuan belajar dan evaluasi sebagai berikut:
Tujuan belajar memberikan arah terhadap kegiatan yang dilakukan siswa. Tanpa tujuan yang jelas, siswa dapat menghabiskan waktu pada banyak kegiatan tanpa mengetahui hasil yang ingin dicapai. Evaluasi membantu siswa memeriksa kemajuan dan menentukan bagian yang masih perlu diperbaiki. (p. 73)
Pada kutipan blok, tanda titik mengakhiri isi petikan sebelum keterangan sumber dalam tanda kurung.
Kutipan panjang sebaiknya digunakan secara terbatas. Jika gagasan dapat dijelaskan secara ringkas dengan parafrasa, penulis tidak perlu memasukkan satu paragraf panjang dari sumber.
Baca Juga: Cara Menulis Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar: Struktur, Format, Tips, dan Contohnya
Cara Mengutip Sumber yang Tidak Memiliki Nomor Halaman
Artikel website dan beberapa dokumen digital tidak selalu mempunyai nomor halaman. Dalam kondisi tersebut, pembaca perlu diberikan penanda lain untuk menemukan petikan.
APA Style menyarankan penggunaan nomor paragraf, nama bagian, nama subjudul, atau gabungan keduanya apabila sumber tidak memiliki halaman.
Contoh menggunakan nomor paragraf:
“Pembiasaan membaca perlu dimulai dari bacaan yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa” (Pusat Literasi Pelajar, 2026, para. 4).
Contoh menggunakan nama bagian:
Rahmawati (2025) menyatakan bahwa “evaluasi belajar perlu diarahkan pada perkembangan kemampuan, bukan hanya hasil akhir” (bagian “Menilai Perkembangan Siswa”).
Jika nama bagian terlalu panjang, penulis dapat menyingkatnya secara masuk akal tanpa mengubah makna.
Jangan menebak nomor halaman berdasarkan tampilan layar. Posisi teks pada layar dapat berubah mengikuti ukuran perangkat dan pengaturan halaman.
Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah penyampaian kembali gagasan sumber menggunakan struktur dan pilihan kata penulis sendiri. Bentuk ini juga dikenal sebagai parafrasa.
Parafrasa tidak cukup dilakukan dengan mengganti beberapa kata menggunakan sinonim. Penulis perlu memahami gagasan, mengubah susunan penjelasan, dan menyesuaikannya dengan konteks pembahasan.
APA Style tetap mewajibkan pencantuman penulis dan tahun pada parafrasa. Nomor halaman tidak diwajibkan, tetapi boleh ditambahkan ketika dapat membantu pembaca menemukan bagian tertentu.
Contoh Kutipan Tidak Langsung Naratif
Sumber asli:
“Jadwal belajar yang terlalu padat dapat membuat siswa sulit mempertahankan perhatian dan mengurangi waktu pemulihan.”
Parafrasa:
Menurut Lestari (2025), jadwal yang dipenuhi terlalu banyak kegiatan dapat menurunkan konsentrasi siswa karena mereka tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup.
Gagasan utama tetap sama, tetapi struktur kalimat dan cara menjelaskannya sudah berubah.
Contoh Kutipan Tidak Langsung Parentetik
Parafrasa juga dapat menggunakan keterangan sumber pada akhir kalimat.
Contoh:
Siswa cenderung lebih mudah mempertahankan rutinitas ketika target belajar dibagi menjadi kegiatan kecil yang dapat diselesaikan setiap hari (Pratama, 2024).
Bentuk ini sesuai ketika nama penulis tidak perlu ditonjolkan dalam alur pembahasan.
Langkah Membuat Parafrasa yang Benar
Parafrasa perlu mempertahankan makna sumber tanpa meniru bentuk kalimatnya.
Berikut langkah yang dapat digunakan:
-
Baca bagian sumber sampai memahami maksudnya. Jangan langsung mengganti kata ketika gagasan utamanya belum dipahami.
-
Tentukan informasi yang benar-benar dibutuhkan. Satu paragraf sumber mungkin hanya memiliki satu gagasan yang relevan dengan tulisan.
-
Tutup atau jauhkan sumber sementara. Jelaskan kembali gagasan berdasarkan pemahaman, bukan dengan melihat setiap kata pada teks asli.
-
Ubah struktur penjelasan. Kalimat sebab-akibat dapat diubah menjadi penjelasan akibat-sebab selama maknanya tetap terjaga.
-
Gunakan istilah sendiri secara tepat. Sinonim tidak boleh dipaksakan apabila menghasilkan arti berbeda.
-
Bandingkan hasil dengan sumber. Pastikan susunannya tidak terlalu mirip dan tidak ada makna yang berubah.
-
Cantumkan penulis dan tahun. Parafrasa tetap menggunakan gagasan orang lain sehingga sumbernya harus disebutkan.
Teknik ini membuat kutipan tidak langsung menyatu dengan pembahasan. Penulis juga lebih mudah menghubungkan dua atau lebih sumber tanpa menghasilkan rangkaian petikan yang terpisah.
Contoh Parafrasa yang Kurang Tepat dan Perbaikannya
Perhatikan sumber rekaan berikut:
“Penggunaan perangkat digital sebelum tidur dapat mengurangi waktu istirahat siswa karena perhatian mereka tetap terarah pada informasi yang terus berubah.”
Parafrasa Kurang Tepat
Penggunaan alat digital sebelum tidur bisa mengurangi waktu istirahat pelajar karena perhatian mereka masih tertuju pada informasi yang selalu berubah (Wijaya, 2025).
Versi tersebut hanya mengganti beberapa kata, seperti “perangkat” menjadi “alat” dan “siswa” menjadi “pelajar”. Struktur kalimatnya masih sangat dekat dengan sumber.
Parafrasa yang Diperbaiki
Wijaya (2025) menjelaskan bahwa siswa dapat kehilangan sebagian waktu tidurnya ketika masih menggunakan perangkat digital pada malam hari, sebab aliran informasi membuat perhatian tetap aktif.
Versi perbaikan menyusun kembali hubungan gagasan tanpa mengubah makna utama.
Menggabungkan Kutipan dengan Analisis
Kutipan tidak sebaiknya berdiri sendiri tanpa penjelasan. Gunakan pola pernyataan, bukti, dan analisis.
Contoh:
Rutinitas belajar perlu dibuat sesuai dengan kemampuan siswa. Pratama (2025) menyatakan bahwa “target yang terlalu besar dapat menurunkan kemauan memulai karena tugas terlihat sulit diselesaikan” (p. 61). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembagian target bukan hanya persoalan mengatur waktu, tetapi juga membantu mengurangi hambatan psikologis ketika mulai belajar.
Kalimat pertama memperkenalkan gagasan. Kalimat kedua memberikan bukti dari sumber, sedangkan kalimat ketiga menjelaskan hubungannya dengan topik.
Tanpa bagian analisis, pembaca mungkin memahami isi kutipan tetapi tidak mengetahui alasan penulis menggunakannya.
Baca Juga: Apa Itu Teks Negosiasi? Pengertian, Ciri, Struktur, Tujuan, Kaidah, dan Contohnya
Kaidah Tanda Baca dalam Kutipan Langsung
Penggunaan tanda baca perlu disesuaikan dengan posisi petikan dalam kalimat.
EYD V menetapkan tanda koma untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Namun, tanda koma tidak dipakai setelah petikan yang sudah diakhiri tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:
Guru menjelaskan, “Setiap pendapat perlu didukung alasan yang jelas.”
“Setiap pendapat perlu didukung alasan yang jelas,” kata guru tersebut.
“Sudahkah sumbernya dicantumkan?” tanya guru.
“Periksa kembali daftar pustakanya!” perintah guru.
Huruf kapital digunakan pada awal kalimat dalam petikan langsung. Jika kutipan hanya menjadi bagian dari kalimat dan bukan kalimat lengkap, kapitalisasi menyesuaikan susunan yang digunakan.
Mengubah atau Menghilangkan Bagian Kutipan
Kutipan langsung pada dasarnya harus mengikuti kata, ejaan, dan tanda baca yang terdapat pada sumber asli.
Jika ada bagian yang dihilangkan, gunakan tanda elipsis tanpa membuat makna sumber berubah. EYD V menggunakan tanda elipsis untuk menunjukkan bagian kalimat atau kutipan yang tidak dicantumkan.
Contoh sumber:
“Kegiatan membaca yang dilakukan setiap hari membantu siswa memperluas kosakata, mengenali pola kalimat, dan memahami cara penulis mengembangkan gagasan.”
Contoh dengan bagian dihilangkan:
“Kegiatan membaca yang dilakukan setiap hari membantu siswa memperluas kosakata ... dan memahami cara penulis mengembangkan gagasan” (Sari, 2025, p. 28).
Jika penulis perlu menambahkan penjelasan ke dalam petikan, gunakan tanda kurung siku.
Contoh:
“Program tersebut [kegiatan membaca pagi] mulai diterapkan setelah evaluasi semester pertama” (Sari, 2025, p. 31).
Tambahan dalam kurung siku bukan bagian dari sumber asli. Fungsinya hanya memperjelas kata yang maknanya belum terlihat pada petikan.
Kapan Menggunakan Kutipan Langsung?
Kutipan langsung dapat digunakan ketika:
-
Pilihan kata sumber perlu dianalisis.
-
Definisi asli perlu dipertahankan.
-
Pernyataan mempunyai susunan yang khas.
-
Isi dokumen resmi perlu ditampilkan secara tepat.
-
Perbedaan satu kata dapat memengaruhi makna.
-
Pernyataan akan dibandingkan dengan sumber lain.
Kutipan langsung kurang sesuai ketika penulis hanya ingin menyampaikan gagasan umum. Dalam keadaan tersebut, parafrasa biasanya membuat alur tulisan lebih ringkas.
Jangan memenuhi satu halaman dengan kutipan. Karya tulis harus tetap menunjukkan kemampuan penulis memahami, menghubungkan, dan menjelaskan informasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menulis Kutipan
Beberapa kesalahan berikut perlu dihindari:
-
Menyalin kalimat tanpa tanda petik. Kalimat asli harus ditandai sebagai kutipan langsung.
-
Tidak mencantumkan halaman. Kutipan langsung dari sumber berhalaman membutuhkan nomor halaman dalam APA Style.
-
Parafrasa terlalu dekat. Mengganti beberapa kata belum menghasilkan kutipan tidak langsung yang baik.
-
Mencantumkan sumber hanya pada daftar pustaka. Keterangan sumber tetap diperlukan pada bagian teks yang menggunakan gagasan tersebut.
-
Menggunakan terlalu banyak kutipan panjang. Tulisan dapat berubah menjadi kumpulan paragraf dari sumber lain.
-
Memotong kutipan hingga maknanya berubah. Elipsis tidak boleh digunakan untuk menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari sumber.
-
Kutipan tidak dijelaskan. Penulis perlu menunjukkan hubungan petikan dengan argumen yang sedang dibahas.
-
Nama dan tahun tidak konsisten. Data dalam kutipan harus sama dengan informasi pada daftar pustaka.
-
Menggunakan sumber yang tidak dibaca langsung. Risiko kesalahan konteks meningkat ketika kutipan hanya disalin dari tulisan pihak kedua.
-
Mencampurkan beberapa gaya sitasi. Gunakan satu pedoman secara konsisten dalam seluruh dokumen.
Baca Juga: Kalimat Aktif dan Pasif: Pengertian, Perbedaan, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Cara Memeriksa Kutipan Sebelum Tugas Dikumpulkan
Gunakan pemeriksaan berikut:
-
Apakah kalimat yang disalin persis sudah memakai tanda petik atau format blok?
-
Apakah nama penulis dan tahun sudah dicantumkan?
-
Apakah kutipan langsung memiliki nomor halaman atau penanda lokasi?
-
Apakah parafrasa benar-benar menggunakan struktur baru?
-
Apakah makna sumber tetap dipertahankan?
-
Apakah setiap kutipan mempunyai pasangan dalam daftar pustaka?
-
Apakah sumber pada daftar pustaka benar-benar digunakan dalam tulisan?
-
Apakah kutipan sudah diikuti penjelasan atau analisis?
-
Apakah tanda titik, koma, petik, dan kurung ditempatkan dengan tepat?
-
Apakah gaya pengutipan digunakan secara konsisten?
Pemeriksaan akan lebih mudah jika sumber dicatat sejak awal. Tuliskan identitas dan halaman ketika menemukan bagian yang mungkin digunakan, bukan setelah seluruh tugas selesai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung?
Kutipan langsung mempertahankan kata-kata dari sumber asli, sedangkan kutipan tidak langsung menyampaikan gagasan tersebut dengan susunan baru. Keduanya tetap memerlukan pencantuman sumber.
Apakah kutipan tidak langsung memakai tanda petik?
Tidak. Kutipan tidak langsung atau parafrasa tidak memakai tanda petik karena kalimatnya telah ditulis kembali. Nama penulis dan tahun tetap harus dicantumkan.
Apakah kutipan langsung harus memakai nomor halaman?
Ya, kutipan langsung dalam APA Style perlu mencantumkan halaman apabila sumber memilikinya. Jika tidak tersedia, gunakan nomor paragraf, nama bagian, atau penanda lokasi lain.
Berapa kata yang termasuk kutipan langsung panjang?
Dalam APA Style, kutipan yang terdiri atas 40 kata atau lebih ditulis sebagai kutipan blok. Kutipan tersebut ditempatkan pada baris baru, dibuat menjorok, dan tidak diapit tanda petik.
Apakah parafrasa cukup dengan mengganti beberapa kata?
Tidak. Parafrasa harus mengubah struktur penyampaian sekaligus mempertahankan gagasan utama. Mengganti beberapa kata dengan sinonim masih dapat menghasilkan kalimat yang terlalu dekat dengan sumber.
Penutup
Cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung dimulai dengan menentukan apakah susunan asli sumber memang perlu dipertahankan. Jika pilihan katanya menjadi bahan analisis, gunakan kutipan langsung beserta penulis, tahun, dan lokasi petikan.
Gunakan kutipan tidak langsung ketika gagasan dapat disampaikan melalui parafrasa. Pahami sumber terlebih dahulu, susun kembali penjelasannya, lalu cantumkan identitas penulis dan tahun.
Kutipan tidak cukup ditempelkan pada paragraf. Setiap petikan perlu dihubungkan dengan argumen, contoh, atau analisis penulis. Untuk berlatih, pilih satu paragraf dari buku pelajaran, buat satu kutipan langsung pendek dan satu parafrasa, kemudian bandingkan ketepatan makna serta bentuk pencantuman sumbernya.