Kalimat aktif dan pasif sering ditemukan dalam percakapan, berita, buku pelajaran, petunjuk, laporan, serta berbagai bentuk tulisan. Keduanya dapat menyampaikan peristiwa yang sama, tetapi menggunakan sudut pandang berbeda.
Kalimat “Petugas membersihkan halaman sekolah” menonjolkan petugas sebagai pelaku. Ketika diubah menjadi “Halaman sekolah dibersihkan oleh petugas”, perhatian pembaca beralih kepada halaman sekolah sebagai sasaran tindakan.
Perbedaan tersebut terlihat sederhana, tetapi siswa sering keliru menentukan subjek, objek, predikat, dan pelaku. Tidak semua kata berawalan di- juga menunjukkan kalimat pasif karena bentuk seperti di kelas dan di rumah merupakan kata depan yang menandai tempat.
Materi kalimat aktif dan pasif membantu siswa memahami hubungan antara pelaku, tindakan, dan sasaran. Pemahaman ini juga berguna ketika menyusun kalimat efektif, mengubah bentuk kalimat, serta menganalisis isi teks secara lebih teliti.
Pengertian Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai pelaku suatu tindakan. Pelaku tersebut melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh predikat.
Perhatikan contoh berikut:
Nadia membaca buku di perpustakaan.
Pada kalimat tersebut, Nadia berkedudukan sebagai subjek sekaligus pelaku. Kata membaca menjadi predikat, sedangkan buku merupakan objek yang dikenai tindakan.
Kalimat aktif umumnya menggunakan predikat berupa kata kerja berimbuhan me-, mem-, men-, meng-, meny-, ber-, atau bentuk kata kerja tertentu tanpa imbuhan.
Contohnya adalah menulis, membawa, menggambar, berlari, belajar, tidur, dan makan.
Namun, imbuhan bukan satu-satunya penentu. Cara yang lebih tepat untuk mengenali kalimat aktif adalah melihat apakah subjek melakukan tindakan yang disebutkan oleh predikat.
Pengertian Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya menjadi sasaran, penerima, atau pihak yang dikenai suatu tindakan.
Perhatikan contoh berikut:
Buku dibaca oleh Nadia di perpustakaan.
Kata buku menjadi subjek, tetapi tidak melakukan tindakan membaca. Buku justru menjadi sesuatu yang dikenai tindakan oleh Nadia.
Dalam bahasa Indonesia, predikat pasif sering menggunakan imbuhan di- atau ter-. Bentuk pasif tertentu juga menggunakan kata kerja tanpa awalan di- ketika pelakunya berupa kata ganti orang, seperti pada kalimat “Buku itu saya baca kemarin.”
Konsep aktif dan pasif berhubungan dengan diatesis, yaitu kategori gramatikal yang menunjukkan hubungan antara subjek atau partisipan dan tindakan yang dinyatakan oleh verba.
Kalimat pasif digunakan ketika penulis ingin menonjolkan sasaran tindakan, tidak mengetahui pelakunya, atau menganggap identitas pelaku tidak perlu disebutkan.
Ciri-Ciri Kalimat Aktif
Kalimat aktif dapat dikenali melalui peran subjek dan bentuk predikatnya. Berikut ciri-ciri yang paling umum:
-
Subjek bertindak sebagai pelaku. Subjek melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dinyatakan oleh predikat.
-
Predikat biasanya berupa kata kerja aktif. Kata kerja tersebut dapat berimbuhan meN- atau ber-, tetapi dapat pula berbentuk kata dasar.
-
Kalimat aktif transitif memiliki objek. Objek menjadi sasaran tindakan dan dapat menempati posisi subjek setelah kalimat diubah menjadi pasif.
-
Kalimat aktif intransitif tidak memerlukan objek. Setelah predikat, kalimat dapat langsung diikuti pelengkap atau keterangan.
-
Urutan yang sering digunakan adalah subjek–predikat–objek. Keterangan dapat ditambahkan sebelum atau setelah unsur utama.
Contohnya:
Siswa kelas VIII menanam pohon di halaman sekolah.
Subjeknya adalah siswa kelas VIII, predikatnya menanam, objeknya pohon, dan keterangannya di halaman sekolah.
Baca Juga: Teks Prosedur: Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Jenis, dan Contohnya Lengkap
Ciri-Ciri Kalimat Pasif
Kalimat pasif memiliki fokus yang berbeda dari kalimat aktif. Sasaran tindakan ditempatkan sebagai subjek sehingga menjadi bagian yang lebih ditonjolkan.
Ciri-cirinya meliputi:
-
Subjek dikenai tindakan. Subjek bukan pelaku utama, melainkan sasaran atau penerima tindakan.
-
Predikat sering berimbuhan di-. Contohnya adalah ditulis, dibaca, diperiksa, dan dibersihkan.
-
Predikat dapat menggunakan imbuhan ter-. Bentuk ini sering menyatakan keadaan, hasil tindakan, atau peristiwa yang terjadi tanpa disengaja.
-
Pelaku dapat disebutkan atau dihilangkan. Apabila disebutkan, pelaku biasanya hadir setelah kata oleh atau langsung sebelum kata kerja pada bentuk pasif tertentu.
-
Objek dalam kalimat aktif berubah menjadi subjek. Perubahan ini terjadi ketika kalimat aktif transitif diubah menjadi kalimat pasif.
Contohnya:
Pohon ditanam oleh siswa kelas VIII di halaman sekolah.
Kata pohon menjadi subjek yang dikenai tindakan. Frasa siswa kelas VIII menunjukkan pelaku penanaman.
Kata oleh dapat dihilangkan apabila identitas pelaku tetap mudah dipahami, misalnya “Pohon ditanam siswa kelas VIII.” Namun, penggunaannya dapat dipertahankan untuk memperjelas hubungan antarkalimat.
Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Perbedaan utama kedua kalimat terletak pada peran subjek dan fokus informasi. Kalimat aktif menonjolkan pelaku, sedangkan kalimat pasif menonjolkan sasaran tindakan.
| Aspek | Kalimat Aktif | Kalimat Pasif |
|---|---|---|
| Peran subjek | Melakukan tindakan | Dikenai tindakan |
| Fokus informasi | Pelaku atau orang yang bertindak | Sasaran atau hasil tindakan |
| Bentuk predikat umum | meN-, ber-, atau kata kerja dasar | di-, ter-, atau bentuk pasif pronominal |
| Keberadaan objek | Ada pada aktif transitif | Objek aktif berubah menjadi subjek pasif |
| Contoh | Panitia menyiapkan ruangan | Ruangan disiapkan oleh panitia |
Perubahan aktif menjadi pasif tidak selalu mengubah peristiwa yang disampaikan. Perubahan tersebut terutama memindahkan fokus dari pelaku kepada sasaran.
Bandingkan dua kalimat berikut:
Kepala sekolah menyerahkan hadiah kepada pemenang.
Hadiah diserahkan oleh kepala sekolah kepada pemenang.
Kalimat pertama cocok digunakan ketika pembicaraan berfokus pada tindakan kepala sekolah. Kalimat kedua lebih tepat ketika hadiah atau proses penyerahannya menjadi informasi utama.
Jenis-Jenis Kalimat Aktif
Kalimat aktif dapat dibedakan menjadi kalimat aktif transitif dan intransitif. Beberapa pembahasan juga mengenalkan bentuk semitransitif berdasarkan kebutuhan predikat terhadap objek atau pelengkap.
Kalimat Aktif Transitif
Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang predikatnya memerlukan objek. Objek tersebut dapat dipindahkan menjadi subjek dalam kalimat pasif.
Contoh:
Dita menyusun laporan kegiatan.
Pola kalimatnya adalah:
Dita sebagai subjek
menyusun sebagai predikat
laporan kegiatan sebagai objek
Bentuk pasifnya adalah:
Laporan kegiatan disusun oleh Dita.
Kata kerja transitif umumnya menggunakan imbuhan meN-, seperti membaca, menulis, mengangkat, menyapu, dan memperbaiki.
Kalimat Aktif Intransitif
Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang predikatnya tidak membutuhkan objek. Predikat dapat diikuti keterangan atau pelengkap, tetapi unsur tersebut tidak dapat diubah menjadi subjek pasif dengan cara biasa.
Contoh:
Para siswa berlatih di aula.
Frasa di aula merupakan keterangan tempat, bukan objek. Karena tidak memiliki objek, kalimat tersebut tidak dapat diubah menjadi “Aula dilatih oleh para siswa.”
Contoh lainnya:
-
Adik tidur sejak sore.
-
Peserta berkumpul di lapangan.
-
Burung itu terbang ke arah utara.
-
Mereka berdiskusi selama satu jam.
Cara sederhana membedakannya adalah memeriksa unsur setelah predikat. Apabila unsur tersebut dapat menjadi subjek pasif, kalimatnya kemungkinan transitif.
Baca Juga: Teks Persuasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya
Jenis-Jenis Kalimat Pasif
Kalimat pasif dalam bahasa Indonesia tidak hanya ditandai oleh awalan di-. Bentuknya dapat dibedakan berdasarkan susunan kata kerja dan pelaku.
Kalimat Pasif Berimbuhan di-
Bentuk ini menggunakan kata kerja berawalan di-. Pelaku dapat disebutkan dengan kata oleh, disebutkan tanpa oleh, atau tidak ditampilkan.
Contoh:
-
Tugas diperiksa oleh guru.
-
Lapangan dibersihkan para siswa.
-
Pengumuman sudah ditempel di papan informasi.
Pada contoh ketiga, pelaku tidak disebutkan karena identitasnya dianggap tidak menjadi fokus informasi.
Kalimat Pasif dengan Kata Ganti Orang
Apabila pelaku berupa kata ganti orang pertama atau kedua, bentuk pasif yang lazim menempatkan kata ganti sebelum kata kerja tanpa awalan di-.
Contoh:
Aktif: Saya membaca buku itu semalam.
Pasif: Buku itu saya baca semalam.
Aktif: Kamu harus mengumpulkan formulir ini besok.
Pasif: Formulir ini harus kamu kumpulkan besok.
Bentuk “Buku itu dibaca oleh saya” masih dapat dipahami, tetapi terasa kurang alami dalam banyak konteks. Bentuk “Buku itu saya baca” lebih lazim digunakan.
Kalimat Pasif Berimbuhan ter-
Imbuhan ter- dapat menunjukkan keadaan yang sudah terjadi, kemampuan, atau tindakan yang berlangsung tanpa disengaja.
Contoh:
-
Pintu kelas tertutup sejak pagi.
-
Catatan itu terbawa oleh Raka.
-
Suara pembicara terdengar sampai luar ruangan.
Tidak semua kata berimbuhan ter- harus dianggap sebagai pasif. Kata tertinggi, terpandai, dan terbaik, misalnya, menyatakan tingkat paling tinggi, bukan tindakan pasif.
Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Kalimat aktif yang dapat diubah menjadi pasif adalah kalimat aktif transitif karena memiliki objek. Perubahan dilakukan tanpa mengganti makna dasar peristiwanya.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Temukan subjek, predikat, dan objek
Dalam kalimat “Petugas perpustakaan mencatat peminjaman buku”, subjeknya adalah petugas perpustakaan, predikatnya mencatat, dan objeknya peminjaman buku.
-
Pindahkan objek ke awal kalimat
Frasa peminjaman buku dipindahkan ke posisi subjek dalam kalimat pasif.
-
Ubah bentuk kata kerja
Kata kerja aktif mencatat diubah menjadi bentuk pasif dicatat.
-
Pindahkan pelaku setelah predikat
Subjek aktif petugas perpustakaan ditempatkan setelah predikat, biasanya didahului kata oleh.
-
Pertahankan keterangan yang masih diperlukan
Keterangan waktu, tempat, tujuan, atau cara tetap dapat digunakan selama susunannya jelas.
Hasil perubahannya adalah:
Aktif: Petugas perpustakaan mencatat peminjaman buku setiap hari.
Pasif: Peminjaman buku dicatat oleh petugas perpustakaan setiap hari.
Berikut beberapa contoh tambahan.
| Kalimat Aktif | Kalimat Pasif |
|---|---|
| Ketua kelas memimpin rapat | Rapat dipimpin oleh ketua kelas |
| Ibu menyiapkan sarapan | Sarapan disiapkan oleh Ibu |
| Sinta membawa buku itu | Buku itu dibawa oleh Sinta |
| Saya mengerjakan tugas tersebut | Tugas tersebut saya kerjakan |
| Kamu harus membaca petunjuk ini | Petunjuk ini harus kamu baca |
Perhatikan bahwa bentuk pasif dengan pelaku saya dan kamu tidak menggunakan awalan di-. Kata ganti ditempatkan langsung sebelum kata kerja.
Cara Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif
Perubahan dari pasif menjadi aktif dilakukan dengan mengembalikan pelaku sebagai subjek dan sasaran tindakan sebagai objek.
Langkahnya meliputi:
-
Temukan sasaran tindakan yang menjadi subjek pasif.
-
Temukan pelaku yang disebutkan setelah predikat.
-
Pindahkan pelaku ke awal kalimat.
-
Ubah predikat pasif menjadi kata kerja aktif.
-
Tempatkan subjek pasif sebagai objek.
Contoh:
Pasif: Ruang kelas dihias oleh pengurus kelas.
Aktif: Pengurus kelas menghias ruang kelas.
Apabila pelaku tidak disebutkan, kalimat pasif tidak selalu dapat diubah secara tepat tanpa menambahkan informasi baru.
Contohnya:
Pengumuman sudah dibacakan.
Kalimat tersebut tidak menyebutkan siapa yang membacakan pengumuman. Penulis tidak boleh langsung mengubahnya menjadi “Guru membacakan pengumuman” apabila identitas pelaku belum diketahui.
Baca Juga: Teks Argumentasi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Berdasarkan Situasi
Contoh berikut memperlihatkan penggunaan kedua bentuk dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Belajar
Aktif: Guru menjelaskan materi pecahan kepada siswa.
Pasif: Materi pecahan dijelaskan oleh guru kepada siswa.
Aktif: Kami mencatat penjelasan itu di buku tulis.
Pasif: Penjelasan itu kami catat di buku tulis.
Kegiatan Organisasi
Aktif: Panitia menentukan jadwal perlombaan.
Pasif: Jadwal perlombaan ditentukan oleh panitia.
Aktif: Ketua organisasi membagikan tugas kepada anggota.
Pasif: Tugas dibagikan oleh ketua organisasi kepada anggota.
Lingkungan Keluarga
Aktif: Ayah memperbaiki pagar rumah.
Pasif: Pagar rumah diperbaiki oleh Ayah.
Aktif: Adik menyimpan mainan di dalam lemari.
Pasif: Mainan disimpan oleh Adik di dalam lemari.
Informasi atau Berita
Aktif: Sekolah membuka pendaftaran peserta lomba.
Pasif: Pendaftaran peserta lomba dibuka oleh sekolah.
Dalam judul atau isi berita, bentuk aktif sering dipilih untuk menonjolkan pelaku, sedangkan bentuk pasif digunakan ketika peristiwa atau sasarannya lebih layak mendapat perhatian.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan pertama adalah menganggap semua kata berawalan di sebagai kata kerja pasif. Awalan di- pada kata kerja harus ditulis serangkai, sedangkan kata depan di yang menunjukkan tempat ditulis terpisah.
Contohnya:
-
dibaca merupakan kata kerja pasif.
-
ditulis merupakan kata kerja pasif.
-
di kelas merupakan keterangan tempat.
-
di halaman merupakan keterangan tempat.
Kesalahan berikutnya adalah mencoba mengubah kalimat aktif intransitif menjadi pasif. Kalimat “Nina berlari di lapangan” tidak memiliki objek sehingga tidak dapat diubah menjadi “Lapangan dilarikan oleh Nina.”
Siswa juga sering mempertahankan awalan meN- setelah objek dipindahkan ke depan. Bentuk “Buku itu saya membaca” tidak tepat. Bentuk yang benar adalah “Buku itu saya baca.”
Masalah lain muncul ketika objek aktif tidak dipertahankan sebagai subjek pasif. Perubahan “Rudi menendang bola” menjadi “Rudi ditendang bola” mengubah peran pelaku dan menghasilkan peristiwa berbeda.
Kata oleh juga tidak perlu dipaksakan pada setiap kalimat pasif. Kalimat “Jendela sudah ditutup” tetap lengkap ketika pelakunya tidak diketahui atau tidak dianggap penting.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Kalimat Aktif atau Pasif?
Kalimat aktif cocok digunakan ketika pelaku menjadi informasi utama. Bentuk ini juga membuat tulisan terasa langsung, tegas, dan mudah diikuti.
Contohnya:
Tim kebersihan mengangkut sampah setiap pagi.
Kalimat pasif lebih tepat ketika penulis ingin menonjolkan sasaran, hasil, atau proses. Bentuk ini juga berguna ketika pelaku belum diketahui atau tidak perlu disebutkan.
Contohnya:
Sampah diangkut setiap pagi.
Dalam laporan percobaan, kalimat pasif sering digunakan untuk menonjolkan tahapan pekerjaan, seperti “Air dipanaskan hingga mendidih.” Namun, bentuk aktif dapat dipilih apabila pelaku atau penanggung jawab perlu ditegaskan.
Tidak ada bentuk yang selalu lebih baik. Pilihannya bergantung pada informasi yang ingin ditempatkan sebagai pusat perhatian.
Baca Juga: Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya Lengkap
Strategi Cepat Mengerjakan Soal Kalimat Aktif dan Pasif
Langkah pertama adalah menemukan predikat. Setelah itu, tanyakan siapa yang melakukan tindakan dan apa yang dikenai tindakan tersebut.
Gunakan pemeriksaan berikut:
-
Apakah subjek melakukan atau menerima tindakan?
-
Apakah predikat menggunakan imbuhan meN-, ber-, di-, atau ter-?
-
Apakah terdapat objek setelah predikat?
-
Dapatkah objek tersebut dipindahkan menjadi subjek pasif?
-
Apakah kata di merupakan awalan atau penanda tempat?
-
Apakah perubahan bentuk mempertahankan makna peristiwa?
Cara mudah mengingat perbedaannya adalah menggunakan pasangan pelaku–sasaran. Subjek aktif merupakan pelaku, sedangkan subjek pasif merupakan sasaran.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan kalimat aktif dan pasif?
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai atau menerima tindakan.
Apa ciri utama kalimat aktif?
Ciri utamanya adalah subjek berkedudukan sebagai pelaku. Predikatnya sering menggunakan kata kerja berimbuhan meN- atau ber-, meskipun beberapa kalimat aktif menggunakan kata kerja dasar.
Apa ciri utama kalimat pasif?
Ciri utamanya adalah subjek menjadi sasaran tindakan. Predikatnya sering berimbuhan di- atau ter-, tetapi dapat pula berupa kata kerja yang didahului kata ganti pelaku.
Apakah semua kalimat aktif dapat diubah menjadi pasif?
Tidak. Hanya kalimat aktif transitif yang memiliki objek yang umumnya dapat diubah menjadi pasif. Kalimat aktif intransitif tidak dapat dipasifkan melalui pola biasa karena tidak mempunyai objek.
Apa perbedaan awalan di- dan kata depan di?
Awalan di- membentuk kata kerja pasif dan ditulis serangkai, seperti dibaca dan dikirim. Kata depan di menunjukkan tempat dan ditulis terpisah, seperti di sekolah dan di rumah.
Penutup
Kalimat aktif dan pasif menyampaikan tindakan dari sudut pandang yang berbeda. Kalimat aktif menempatkan pelaku sebagai subjek, sedangkan kalimat pasif menjadikan sasaran tindakan sebagai bagian yang ditonjolkan.
Pemahaman terhadap subjek, predikat, dan objek membantu pembaca membedakan kedua bentuk tersebut. Kalimat aktif transitif dapat diubah menjadi pasif dengan memindahkan objek ke posisi subjek serta menyesuaikan bentuk kata kerjanya. Kalimat intransitif tidak dapat diperlakukan dengan cara yang sama karena tidak mempunyai objek.
Latih pemahaman dengan mengambil beberapa kalimat dari buku pelajaran atau berita. Tandai pelaku, tindakan, dan sasarannya, kemudian coba ubah bentuk aktif menjadi pasif tanpa mengganti makna. Cara tersebut akan membantu mengenali pola kalimat secara lebih cepat dan teliti.