Apa Itu Teks Negosiasi? Pengertian, Ciri, Struktur, Tujuan, Kaidah, dan Contohnya

Apa Itu Teks Negosiasi? Pengertian, Ciri, Struktur, Tujuan, Kaidah, dan Contohnya
Foto: Ilustrasi Apa Itu Teks Negosiasi? Pengertian, Ciri, Struktur, Tujuan, Kaidah, dan Contohnya.

Teks negosiasi dapat ditemukan dalam banyak kegiatan, mulai dari tawar-menawar harga, pembagian tugas kelompok, penentuan jadwal kegiatan, hingga pembicaraan antara organisasi dan pihak sekolah. Meskipun bentuknya berbeda, setiap negosiasi memiliki satu tujuan dasar, yaitu menemukan kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang terlibat.

Memahami apa itu teks negosiasi tidak cukup dengan menghafalkan definisinya. Pembaca juga perlu mengetahui ciri, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan, serta cara membedakannya dari percakapan biasa atau perdebatan.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X, siswa diarahkan untuk menilai informasi, memahami pengajuan dan penawaran, serta menyampaikan kesepakatan dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun. Buku siswa Bahasa Indonesia Kelas X edisi revisi yang tersedia melalui repositori resmi Kemendikdasmen juga menempatkan materi ini dalam bab “Belajar Menjadi Negosiator Ulung”.

Kemampuan tersebut berguna bukan hanya untuk mengerjakan tugas sekolah. Negosiasi juga melatih seseorang mendengarkan kepentingan pihak lain, menyampaikan pendapat, mempertimbangkan pilihan, dan menyelesaikan perbedaan tanpa memaksakan kehendak.

Apa Itu Teks Negosiasi?

Teks negosiasi adalah teks yang menggambarkan proses komunikasi antara dua pihak atau lebih untuk menyelesaikan perbedaan kepentingan dan mencapai kesepakatan bersama.

Masing-masing pihak biasanya memiliki kebutuhan, permintaan, batas, atau tujuan yang tidak sepenuhnya sama. Karena itu, mereka perlu mengajukan usulan, memberikan alasan, menanggapi penawaran, dan menentukan keputusan yang dapat diterima.

Negosiasi dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. Bentuk lisan dapat berupa percakapan antara penjual dan pembeli, rapat organisasi, atau diskusi pembagian tugas. Bentuk tertulis dapat berupa surat penawaran, proposal kerja sama, atau pesan yang memuat permintaan dan tanggapan.

Modul pembelajaran resmi Bahasa Indonesia kelas X menjelaskan bahwa negosiasi merupakan kegiatan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan melalui kesepakatan. Materinya mencakup proses mengevaluasi pengajuan, penawaran, persetujuan, serta penyampaian negosiasi secara lisan dan tertulis.

Sebuah percakapan tidak langsung disebut teks negosiasi hanya karena melibatkan dua orang. Harus ada kepentingan yang dibicarakan, perbedaan yang perlu diselesaikan, proses penawaran, dan keputusan yang dihasilkan.

Tujuan dan Fungsi Teks Negosiasi

Tujuan utama teks negosiasi adalah memperoleh kesepakatan tanpa mengabaikan kepentingan pihak lain. Kesepakatan yang baik tidak harus memberikan semua keinginan kepada satu pihak, tetapi menawarkan jalan tengah yang masuk akal.

Teks negosiasi memiliki beberapa tujuan dan fungsi berikut:

  • Menyelesaikan perbedaan kepentingan. Negosiasi membantu pihak-pihak yang memiliki keinginan berbeda menemukan keputusan yang dapat dijalankan bersama.

  • Mencapai kesepakatan. Hasil akhir negosiasi dapat berupa persetujuan harga, waktu, pembagian tugas, tanggung jawab, atau bentuk kerja sama.

  • Mengurangi risiko konflik. Perbedaan dibicarakan melalui alasan dan penawaran sehingga pihak yang terlibat tidak langsung saling menolak.

  • Memperoleh hasil yang saling menguntungkan. Kesepakatan ideal memberikan manfaat yang seimbang, meskipun setiap pihak mungkin harus menyesuaikan sebagian tuntutannya.

  • Melatih kemampuan berkomunikasi. Negosiasi membutuhkan keterampilan berbicara, mendengarkan, memberikan alasan, serta menanggapi pendapat dengan santun.

  • Membangun hubungan baik. Bahasa yang tepat dan sikap terbuka dapat menjaga hubungan meskipun kesepakatan belum tercapai.

Dalam kehidupan pelajar, negosiasi dapat digunakan ketika menentukan jadwal latihan, memilih tema kegiatan kelas, membagi tugas presentasi, atau meminta penyesuaian waktu pengumpulan tugas dengan alasan yang dapat diterima.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Teks negosiasi dapat dikenali melalui isi, tujuan, dan pola interaksi para pelakunya. Ciri-cirinya meliputi:

  • Melibatkan dua pihak atau lebih. Setiap pihak memiliki peran, kepentingan, dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

  • Terdapat perbedaan kepentingan. Perbedaan dapat berkaitan dengan harga, waktu, tugas, fasilitas, jumlah, syarat, atau bentuk pelaksanaan kegiatan.

  • Berisi pengajuan dan penawaran. Salah satu pihak mengajukan keinginan, kemudian pihak lain memberikan tanggapan atau pilihan pengganti.

  • Menggunakan alasan yang masuk akal. Penawaran akan lebih mudah dipertimbangkan apabila disertai alasan, data, kemampuan, atau kebutuhan yang jelas.

  • Mengarah pada kesepakatan. Percakapan memiliki tujuan penyelesaian, bukan sekadar saling mempertahankan pendapat.

  • Menggunakan bahasa persuasif. Para pihak berusaha meyakinkan tanpa mengancam atau merendahkan lawan bicara.

  • Mengutamakan kesantunan. Penolakan, permintaan, dan keberatan disampaikan dengan pilihan kata yang menjaga hubungan.

  • Dapat menghasilkan kesepakatan atau kegagalan. Negosiasi tidak selalu berakhir dengan persetujuan, tetapi prosesnya tetap harus berlangsung secara tertib.

Ciri yang paling mudah ditemukan adalah adanya perubahan usulan. Apabila pihak pertama menyampaikan permintaan, lalu pihak kedua menawarkan pilihan lain sebelum keputusan diambil, percakapan tersebut kemungkinan besar merupakan negosiasi.

Baca Juga: Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya Lengkap

Unsur-Unsur yang Membentuk Negosiasi

Negosiasi membutuhkan beberapa unsur agar proses komunikasi berjalan jelas. Tanpa unsur tersebut, percakapan dapat berubah menjadi permintaan biasa, perintah, atau perdebatan.

Unsur teks negosiasi meliputi:

  • Negosiator, yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam proses negosiasi.

  • Kepentingan, yaitu kebutuhan atau tujuan yang ingin diperoleh setiap pihak.

  • Masalah, yaitu perbedaan yang menyebabkan kesepakatan belum tercapai.

  • Pengajuan, yaitu permintaan atau usulan awal yang disampaikan salah satu pihak.

  • Penawaran, yaitu tanggapan berupa pilihan, perubahan syarat, atau jalan tengah.

  • Alasan, yaitu penjelasan yang mendukung pengajuan maupun penawaran.

  • Kesepakatan, yaitu keputusan akhir yang diterima oleh pihak-pihak terkait.

  • Konsekuensi, yaitu tanggung jawab atau tindakan yang harus dijalankan setelah kesepakatan dibuat.

Alasan menjadi unsur yang sering diabaikan. Permintaan tanpa alasan dapat terdengar seperti tuntutan, sedangkan alasan yang jelas membantu lawan bicara memahami kebutuhan di balik sebuah pengajuan.

Struktur Teks Negosiasi

Buku siswa Bahasa Indonesia Kelas X edisi revisi menjelaskan empat bagian inti dalam struktur teks negosiasi, yaitu orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan.

Berikut fungsi setiap bagiannya.

Struktur Isi Utama Contoh Singkat
Orientasi Pembukaan dan pengenalan kepentingan “Kami ingin membicarakan jadwal penggunaan aula.”
Pengajuan Permintaan atau usulan awal “Kami mengajukan penggunaan aula pada Jumat sore.”
Penawaran Tanggapan, keberatan, atau pilihan pengganti “Jumat digunakan kelas lain. Bagaimana jika Sabtu pagi?”
Persetujuan Kesepakatan akhir para pihak “Baik, kami setuju menggunakan aula Sabtu pagi.”

Keempat bagian tersebut menunjukkan perkembangan pembicaraan dari pengenalan masalah menuju keputusan. Urutannya membantu pembaca menentukan posisi setiap kalimat dalam dialog.

Pada beberapa contoh negosiasi, terdapat bagian penutup setelah persetujuan. Penutup dapat berisi ucapan terima kasih, salam, pengulangan keputusan, atau penegasan tindakan berikutnya.

1. Orientasi

Orientasi menjadi awal komunikasi. Bagian ini dapat berisi salam, sapaan, pengenalan pihak, atau penyampaian topik yang akan dibicarakan.

Orientasi yang baik tidak langsung menekan lawan bicara. Pembicara sebaiknya menjelaskan kepentingannya dengan singkat agar arah percakapan mudah dipahami.

2. Pengajuan

Pengajuan berisi keinginan, kebutuhan, permintaan, atau syarat awal dari salah satu pihak. Bentuknya harus jelas agar pihak lain mengetahui hal yang sedang diminta.

Contohnya, “Kelompok kami mengajukan perpanjangan waktu pengumpulan hingga Senin karena dua anggota sedang mengikuti lomba sekolah.”

3. Penawaran

Penawaran muncul ketika pihak lain belum dapat menerima seluruh pengajuan. Pada bagian ini, pihak tersebut dapat menyampaikan keberatan, mengubah syarat, atau menawarkan jalan tengah.

Penawaran bukan sekadar penolakan. Kalimat “Tidak bisa” belum menunjukkan negosiasi apabila tidak disertai alasan atau pilihan yang dapat dipertimbangkan.

4. Persetujuan

Persetujuan berisi keputusan akhir yang diterima oleh para pihak. Kesepakatan sebaiknya disebutkan dengan jelas agar tidak menimbulkan penafsiran berbeda.

Dalam situasi formal, persetujuan dapat dilanjutkan dengan pencatatan jadwal, pembagian tanggung jawab, pembayaran, atau langkah pelaksanaan lainnya.

Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

Bahasa dalam negosiasi harus membantu pihak-pihak yang terlibat bertukar kepentingan tanpa memperbesar konflik. Karena itu, kesantunan dan kejelasan menjadi dasar pemilihan kalimat.

Kaidah kebahasaan yang sering digunakan antara lain:

  • Kalimat persuasif. Kalimat ini bertujuan meyakinkan pihak lain, misalnya “Kami berharap jadwal tersebut dapat dipertimbangkan karena seluruh anggota kelompok tersedia.”

  • Kalimat deklaratif. Kalimat deklaratif memberikan informasi atau penjelasan, seperti “Aula sudah digunakan untuk latihan paduan suara pada Jumat sore.”

  • Kalimat interogatif. Bentuk pertanyaan digunakan untuk meminta tanggapan, contohnya “Apakah Sabtu pagi masih tersedia?”

  • Kalimat bersyarat. Penanda seperti jika, apabila, asalkan, dan dengan syarat digunakan untuk menunjukkan ketentuan tertentu.

  • Konjungsi sebab-akibat. Kata karena, sehingga, sebab, dan akibatnya membantu menjelaskan dasar suatu pengajuan.

  • Pronomina persona. Kata saya, kami, kita, Bapak, Ibu, dan kalian menunjukkan pihak yang terlibat.

  • Pasangan tuturan. Bentuknya dapat berupa bertanya–menjawab, meminta–menanggapi, menawarkan–menerima, atau mengajukan–menolak.

  • Kalimat langsung. Dialog lisan biasanya ditulis menggunakan tanda petik atau format nama tokoh dan titik dua.

Modul resmi mengenai struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi juga mengarahkan siswa untuk mengenali penggunaan kalimat persuasif, deklaratif, bahasa santun, konjungsi, kalimat efektif, pasangan tuturan, pronomina persona, serta kalimat langsung.

Baca Juga: Teks Observasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Tujuan, dan Contohnya Lengkap

Jenis dan Bentuk Teks Negosiasi

Negosiasi dapat dikelompokkan berdasarkan situasi, hubungan antarpihak, dan media yang digunakan.

Negosiasi Formal

Negosiasi formal berlangsung dalam kegiatan resmi dan biasanya memiliki aturan atau bukti tertulis. Contohnya adalah rapat organisasi, pembahasan proposal, kerja sama sekolah, dan pembicaraan antara lembaga.

Hasil negosiasi formal dapat dicatat dalam notulen, surat persetujuan, kontrak, atau dokumen lain agar keputusan dapat diperiksa kembali.

Negosiasi Nonformal

Negosiasi nonformal berlangsung dalam kegiatan sehari-hari tanpa tata acara resmi. Contohnya adalah menentukan tempat belajar kelompok, membagi pekerjaan rumah, atau memilih jadwal berkumpul.

Walaupun tidak menghasilkan dokumen, kesepakatan tetap harus disampaikan dengan jelas agar setiap pihak memahami tanggung jawabnya.

Negosiasi Lisan

Negosiasi lisan dilakukan melalui percakapan langsung, telepon, rapat virtual, atau pertemuan tatap muka. Respons dapat diberikan segera sehingga prosesnya biasanya lebih cepat.

Kelemahannya, kesepakatan mudah dilupakan apabila tidak dicatat. Untuk urusan penting, hasil pembicaraan sebaiknya ditegaskan kembali secara tertulis.

Negosiasi Tertulis

Negosiasi tertulis menggunakan surat, surel, proposal, atau pesan resmi. Pihak yang terlibat memiliki waktu lebih banyak untuk mempertimbangkan pilihan kata dan isi penawaran.

Bentuk tertulis membutuhkan informasi yang jelas karena penulis tidak selalu dapat langsung menjelaskan bagian yang disalahpahami pembaca.

Cara Menyusun Teks Negosiasi

Teks negosiasi yang baik tidak hanya mengikuti struktur, tetapi juga memperlihatkan alasan yang masuk akal dan perubahan usulan yang wajar.

Langkah-langkah menyusunnya sebagai berikut:

  1. Tentukan masalah yang akan dinegosiasikan

    Pilih persoalan yang memiliki setidaknya dua kepentingan berbeda, seperti penentuan jadwal, pembagian tugas, harga barang, atau penggunaan fasilitas.

  2. Tentukan pihak yang terlibat

    Jelaskan hubungan antartokoh agar pilihan bahasanya sesuai. Percakapan siswa dengan teman tentu berbeda dari pembicaraan siswa dengan kepala sekolah.

  3. Catat kepentingan setiap pihak

    Tuliskan kebutuhan, batas, dan hal yang masih dapat diubah. Langkah ini membantu penulis membuat penawaran yang masuk akal.

  4. Susun pengajuan awal

    Sampaikan permintaan secara jelas dan sertakan alasan. Hindari pengajuan yang terlalu umum, seperti “Saya ingin jadwalnya diubah” tanpa menyebutkan waktu pengganti.

  5. Buat keberatan dan penawaran

    Pihak lain perlu memberikan tanggapan yang menunjukkan perbedaan kepentingan. Setelah itu, hadirkan pilihan pengganti atau penyesuaian syarat.

  6. Tentukan kesepakatan

    Keputusan akhir harus menjawab masalah awal. Jangan membuat tokoh tiba-tiba setuju tanpa mempertimbangkan pengajuan dan penawaran.

  7. Periksa kesantunan dan kejelasan

    Ganti kalimat yang memaksa, merendahkan, atau menimbulkan makna ganda. Pastikan alasan dan keputusan mudah dipahami.

Cara mudah mengingat alurnya adalah buka–ajukan–tawarkan–sepakati. Empat kata tersebut mewakili orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan.

Baca Juga: Teks Argumentasi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Sekolah

Berikut contoh negosiasi mengenai perubahan jadwal presentasi kelompok.

Perubahan Jadwal Presentasi

Raka: Selamat siang, Bu. Kelompok kami ingin membicarakan jadwal presentasi proyek lingkungan.

Guru: Selamat siang. Apa yang ingin kalian sampaikan?

Raka: Kelompok kami dijadwalkan presentasi hari Kamis. Kami mengajukan perpindahan jadwal ke Senin karena dua anggota mengikuti seleksi lomba pada hari yang sama.

Guru: Senin sudah digunakan untuk pembahasan materi baru. Presentasi kalian juga tidak dapat ditunda terlalu lama.

Raka: Bagaimana jika kami presentasi Jumat pada jam terakhir? Materi dan laporan tetap kami kumpulkan Kamis agar tugas tidak terlambat.

Guru: Jumat jam terakhir hanya tersedia 25 menit. Apakah kelompok kalian dapat menyesuaikan durasi presentasi?

Raka: Bisa, Bu. Kami akan membatasi pemaparan menjadi 15 menit dan menggunakan sisa waktu untuk tanya jawab.

Guru: Baik, presentasi dipindahkan ke Jumat jam terakhir. Laporan tertulis tetap dikumpulkan Kamis sebelum pelajaran selesai.

Raka: Kami setuju, Bu. Terima kasih sudah memberikan penyesuaian.

Analisis Struktur Contoh

Orientasi terdapat pada salam dan penyampaian bahwa kelompok ingin membicarakan jadwal presentasi.

Pengajuan muncul ketika Raka meminta jadwal dipindahkan dari Kamis ke Senin karena dua anggota mengikuti seleksi lomba.

Penawaran berlangsung dalam beberapa tahap. Guru menolak Senin, Raka menawarkan Jumat, lalu guru memberikan syarat berupa pembatasan durasi.

Persetujuan ditunjukkan melalui keputusan memindahkan presentasi ke Jumat dengan ketentuan laporan tetap dikumpulkan Kamis.

Contoh tersebut termasuk teks negosiasi karena kedua pihak memiliki kepentingan berbeda. Kelompok membutuhkan perubahan waktu, sedangkan guru perlu menjaga rencana pembelajaran dan batas pengumpulan tugas.

Kesepakatannya juga tidak hanya menguntungkan satu pihak. Kelompok memperoleh jadwal baru, sementara guru tetap mendapatkan laporan sesuai waktu yang ditetapkan.

Contoh Negosiasi yang Kurang Tepat dan Perbaikannya

Perhatikan percakapan berikut:

Siswa: Bu, presentasi kami dipindah ke Jumat.

Guru: Mengapa?

Siswa: Pokoknya Kamis tidak bisa.

Guru: Tidak. Tetap Kamis.

Percakapan tersebut menunjukkan perbedaan keinginan, tetapi belum menjadi negosiasi yang baik. Siswa menggunakan tuntutan, tidak memberikan alasan, dan tidak menawarkan pilihan lain.

Versi yang lebih tepat dapat ditulis seperti berikut:

Siswa: Bu, apakah jadwal presentasi Kamis dapat dipindahkan? Dua anggota kelompok kami mengikuti seleksi lomba pada hari tersebut.

Guru: Hari apa yang kalian usulkan sebagai pengganti?

Siswa: Kami mengusulkan Jumat jam terakhir. Laporan tertulis tetap kami kumpulkan Kamis.

Perbaikan tersebut mengubah tuntutan menjadi pengajuan yang santun. Alasan disampaikan dengan jelas, lalu siswa menawarkan pilihan yang tetap mempertimbangkan kepentingan guru.

Perbedaan Negosiasi, Diskusi, dan Debat

Ketiga kegiatan tersebut melibatkan pertukaran pendapat, tetapi memiliki sasaran yang berbeda.

Aspek Negosiasi Diskusi Debat
Tujuan Mencapai kesepakatan Membahas masalah atau memperoleh pemahaman Mempertahankan pendapat
Kondisi awal Ada perbedaan kepentingan Ada topik yang perlu dibahas Ada pendapat yang bertentangan
Proses utama Pengajuan dan penawaran Pertukaran informasi dan gagasan Penyampaian argumen dan sanggahan
Hasil Kesepakatan atau keputusan Kesimpulan atau rekomendasi Penilaian terhadap kekuatan argumen
Sikap yang dibutuhkan Fleksibel dan mencari jalan tengah Terbuka terhadap informasi Tegas mempertahankan posisi

Dalam negosiasi, perubahan posisi merupakan hal yang wajar. Dalam debat, peserta justru berusaha menunjukkan bahwa pendapatnya lebih kuat daripada pendapat lawan.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Teks Negosiasi

Kesalahan pertama adalah menulis percakapan tanpa perbedaan kepentingan. Dialog membeli barang dengan harga yang langsung disetujui belum menunjukkan proses negosiasi.

Kesalahan kedua adalah membuat salah satu pihak langsung menerima pengajuan. Negosiasi membutuhkan respons, pertimbangan, atau perubahan usulan sebelum kesepakatan tercapai.

Kesalahan berikutnya ialah menggunakan kalimat yang terlalu memaksa. Ungkapan seperti “Pokoknya harus setuju” dapat menutup ruang pembicaraan dan mengubah negosiasi menjadi tuntutan.

Penulis juga sering memberikan alasan yang tidak berkaitan dengan permintaan. Alasan harus membantu pihak lain menilai apakah pengajuan tersebut layak diterima.

Kesepakatan yang tidak jelas menjadi kesalahan lain. Hasil negosiasi sebaiknya menyebutkan waktu, jumlah, tanggung jawab, harga, atau syarat yang telah disetujui.

Terakhir, beberapa teks hanya berisi tawar-menawar panjang tanpa penutup. Walaupun bagian penutup tidak selalu menjadi struktur inti, penegasan hasil pembicaraan membantu mencegah kesalahpahaman.

Baca Juga: Teks Narasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya Lengkap

Strategi Menjawab Soal Teks Negosiasi

Saat menganalisis teks negosiasi, temukan terlebih dahulu masalah dan kepentingan setiap pihak. Setelah itu, tandai kalimat yang memuat permintaan, penolakan, pilihan pengganti, dan keputusan.

Gunakan pertanyaan berikut sebagai panduan:

  • Apa yang diminta oleh pihak pertama?

  • Mengapa pihak kedua belum menerima permintaan tersebut?

  • Pilihan apa yang ditawarkan sebagai jalan tengah?

  • Alasan mana yang digunakan untuk meyakinkan pihak lain?

  • Kesepakatan apa yang akhirnya dibuat?

  • Apakah hasilnya mempertimbangkan kepentingan kedua pihak?

Siswa dapat dianggap memahami materi apabila mampu menjelaskan alasan sebuah dialog termasuk negosiasi, menentukan strukturnya, menemukan kalimat persuasif, serta menyusun kesepakatan yang logis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan teks negosiasi?

Teks negosiasi adalah teks yang menggambarkan komunikasi antara dua pihak atau lebih untuk menyelesaikan perbedaan kepentingan. Prosesnya dilakukan melalui pengajuan, penawaran, pertimbangan, dan persetujuan.

Apa saja struktur teks negosiasi?

Struktur inti teks negosiasi terdiri atas orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan. Beberapa teks juga menambahkan bagian penutup untuk menyampaikan terima kasih atau menegaskan hasil kesepakatan.

Apakah negosiasi selalu berkaitan dengan jual beli?

Tidak. Negosiasi juga digunakan untuk menentukan jadwal, membagi tugas, membahas kerja sama, menggunakan fasilitas, atau menyelesaikan perbedaan kepentingan lainnya.

Apa perbedaan pengajuan dan penawaran?

Pengajuan merupakan permintaan atau usulan awal yang disampaikan salah satu pihak. Penawaran adalah tanggapan berupa perubahan syarat, pilihan pengganti, atau jalan tengah.

Apakah teks negosiasi harus berakhir dengan kesepakatan?

Tidak selalu. Negosiasi dapat gagal apabila kepentingan para pihak tidak dapat dipertemukan, tetapi penolakan tetap harus disampaikan secara jelas dan santun.

Penutup

Teks negosiasi menggambarkan proses penyelesaian perbedaan kepentingan melalui komunikasi yang terarah. Ciri utamanya terlihat dari keberadaan pihak-pihak yang bernegosiasi, pengajuan, alasan, penawaran, dan keputusan yang dihasilkan.

Pemahaman terhadap orientasi, pengajuan, penawaran, serta persetujuan membantu pembaca mengenali alur teks dan membedakannya dari diskusi maupun debat. Kaidah bahasa seperti kalimat persuasif, konjungsi sebab-akibat, pasangan tuturan, dan ungkapan bersyarat membuat proses negosiasi lebih jelas.

Untuk melatih kemampuan ini, pilih persoalan sederhana di lingkungan sekolah atau rumah. Tentukan kepentingan setiap pihak, buat satu pengajuan, hadirkan keberatan yang masuk akal, lalu susun jalan tengah. Setelah selesai, periksa apakah kesepakatan yang dibuat cukup jelas, santun, dan tidak hanya menguntungkan satu pihak.

Artikel terkait