Daftar pustaka adalah daftar sumber yang kamu kutip dalam naskah, diletakkan di bagian akhir dan diurutkan alfabetis. Setiap entri memuat empat unsur: penulis, tahun, judul, dan sumber. Untuk skripsi, gaya yang paling sering dipakai adalah APA edisi ke-7, tetapi kampusmu bisa meminta gaya lain, jadi cek pedomannya sebelum mulai.
Kesalahan format pada bagian ini termasuk yang paling sering memicu revisi, padahal isi penelitianmu sudah matang. Sumbernya biasanya sepele: nama penulis ditulis lengkap, kota penerbit terselip, atau judul artikel berhuruf kapital semua. Menyusunnya dengan benar adalah bagian akhir dari cara membuat skripsi yang sering baru dipikirkan menjelang sidang.
Di artikel ini kamu akan belajar rumus empat unsur, aturan umum APA 7, dan contoh untuk buku, jurnal, skripsi, situs web, sampai sumber tanpa penulis. Semua aturan dicocokkan dengan halaman resmi APA Style dan diverifikasi pada 20 September 2026.
Apa Itu Daftar Pustaka dan Apa Bedanya dengan Daftar Referensi dan Bibliografi
Bayangkan daftar pustaka sebagai kartu nama untuk setiap sumber yang kamu pakai. Pembaca bisa menelusuri asal informasi hanya dengan membaca kartu itu. Karena fungsinya sama, istilah yang dipakai sering berbeda-beda, dan inilah yang membingungkan banyak mahasiswa.
Istilah yang Sering Tertukar
| Istilah | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| Daftar pustaka / daftar referensi | Sumber yang dikutip di dalam naskah | Dua istilah ini sering dipakai bergantian; APA menyebutnya References |
| Bibliografi | Daftar sumber yang dibaca atau dikonsultasikan | Bisa memuat sumber yang tidak dikutip langsung |
Microsoft menjelaskan perbedaan serupa: daftar sumber yang dirujuk di dokumen disebut works cited, sedangkan bibliografi adalah daftar sumber yang kamu baca saat menyusun dokumen. Pedoman kampus menentukan istilah mana yang dipakai di skripsimu, misalnya "Daftar Pustaka" atau "Daftar Rujukan". Aturan formatnya dijelaskan lengkap di halaman resmi APA Style tentang daftar rujukan.
Fungsi dan Posisi Daftar Pustaka dalam Skripsi
Fungsi utamanya adalah memberi tahu pembaca ke mana mereka bisa mencari karya yang kamu rujuk. Karena itu, tiap entri memuat cukup informasi untuk menemukan sumbernya. Ada manfaat tambahan: kamu menunjukkan bahwa argumenmu bertumpu pada sumber yang bisa dicek, sekaligus menghindari plagiarisme.
Daftar ini biasanya berada di bagian akhir skripsi, setelah bab penutup. Sebagian besar sumber di dalamnya muncul di bagian teori, jadi kalau kamu masih menyusun bab dua, pelajari juga cara membuat tinjauan pustaka. Sumber yang sudah tertata sejak awal menghemat banyak waktu di akhir.
Pilih Gaya Penulisan yang Diminta Kampusmu: APA 7, Harvard, Vancouver, atau IEEE
Sebelum menulis satu entri pun, pastikan dulu gaya yang diminta. Ini penting karena gaya menentukan bentuk sitasi di dalam teks dan urutan daftar di bagian akhir. Kalau salah pilih, seluruh daftar harus disusun ulang.
Perbandingan Empat Gaya yang Paling Sering Dijumpai
Hampir semua gaya sitasi masuk ke dua keluarga. Keluarga author–date mengutip lewat nama penulis dan tahun, dengan daftar alfabetis. Keluarga numbered mengutip lewat nomor yang menunjuk ke daftar.
| Gaya | Sistem | Urutan daftar | Bidang yang umum | Contoh sitasi dalam teks |
|---|---|---|---|---|
| APA 7 | Author–date | Alfabetis | Ilmu sosial, pendidikan, psikologi | (Rahmawati, 2024) |
| Harvard | Author–date (varian tiap institusi) | Alfabetis | Bisnis, hukum, ekonomi; umum di Inggris dan Australia | (Rahmawati, 2024), bentuk bisa beda antarkampus |
| Vancouver | Numbered | Urutan kemunculan pertama | Kedokteran dan ilmu hayati | (1) atau [1] |
| IEEE | Numbered | Urutan kemunculan | Teknik dan ilmu komputer | [1] |
Harvard dan Vancouver tidak punya satu buku panduan baku. Banyak institusi dan penerbit membuat versinya sendiri, sehingga kampusmu mungkin punya aturan khusus. Panduan ini berfokus pada APA 7, yang paling sering muncul di panduan berbahasa Indonesia.
Kenapa APA 7 Paling Sering Jadi Acuan
Banyak sumber berbahasa Indonesia menyebut APA sebagai gaya yang umum dipakai di kampus, terutama untuk bidang pendidikan dan ilmu sosial. Namun saya tidak menemukan data resmi persentasenya, jadi anggap ini gambaran umum, bukan aturan.
Soal edisi, halaman produk resmi American Psychological Association per Juli 2026 masih menampilkan edisi ke-7 sebagai rilis resmi terbaru Publication Manual. Sebagian situs pihak ketiga membicarakan "APA edisi ke-8", tetapi saya tidak menemukan konfirmasi resmi. Jadi, tetap pakai edisi ke-7 dan cek situs resmi APA Style bila ada pembaruan.
Cara Mengecek Gaya Wajib di Pedoman Prodi
Caranya singkat. Pertama, cari bab tentang penulisan daftar pustaka atau sitasi di buku pedoman skripsi prodimu. Kedua, lihat contoh daftar pustakanya untuk menangkap kebiasaan kampus (misalnya penulisan halaman atau nama bulan). Ketiga, kalau ragu, tanyakan ke dosen pembimbing atau perpustakaan kampus sebelum menulis puluhan entri.
Rumus Dasar Menulis Daftar Pustaka: Empat Unsur dan Aturan Umum APA 7
Kabar baiknya, kamu tidak perlu menghafal ratusan contoh. Menurut APA, entri daftar rujukan umumnya memiliki empat unsur: penulis, tanggal, judul, dan sumber. Dengan menjawab empat pertanyaan itu, kamu bisa membuat entri untuk jenis sumber apa pun, bahkan yang tidak ada contohnya.
Empat Unsur Setiap Entri: Penulis, Tahun, Judul, Sumber
| Unsur | Pertanyaan yang dijawab | Aturan APA 7 | Contoh ilustrasi (fiktif) |
|---|---|---|---|
| Penulis | Siapa yang bertanggung jawab atas karya ini? | Nama belakang, koma, lalu inisial | Rahmawati, S., & Pratama, A. |
| Tahun | Kapan karya ini terbit? | Dalam kurung, diikuti titik; "n.d." jika tidak ada tanggal | (2024). |
| Judul | Apa nama karyanya? | Huruf kapital hanya di awal kalimat dan nama diri; miring untuk karya yang berdiri sendiri, tidak miring untuk artikel atau bab | Pengaruh media interaktif terhadap motivasi belajar siswa. |
| Sumber | Di mana pembaca bisa menemukannya? | Buku: penerbit; artikel: nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI | Jurnal Pendidikan Contoh, 10(2), 45–58. |
Contoh di tabel adalah data fiktif untuk ilustrasi, bukan sumber nyata. Aturan tiap unsur dijelaskan di halaman APA Style tentang unsur entri, dan pola empat pertanyaan itu ada di halaman prinsip dasar.
Aturan Umum yang Berlaku untuk Semua Sumber
Berikut aturan yang berlaku hampir di semua entri:
- Nama penulis: tulis nama belakang lebih dulu, lalu inisial dengan satu spasi antar-inisial (Rahmawati, S. A.).
- Jumlah penulis: cantumkan semua penulis sampai 20 orang, dan pakai "&" sebelum penulis terakhir. Kalau ada 21 penulis atau lebih, tulis 19 penulis pertama, elipsis, lalu penulis terakhir.
- Urutan: alfabetis menurut nama belakang penulis pertama. Sumber tanpa penulis diurutkan berdasarkan judulnya, dan karya penulis yang sama diurutkan dari tahun terlama.
- Tata letak: hanging indent 0,5 inci, spasi ganda seluruh daftar, dan tanpa spasi tambahan antar-entri.
- Penerbit: tulis nama penerbit saja. Lokasi penerbit tidak dicantumkan untuk buku.
- DOI dan URL: DOI dicantumkan bila ada, ditulis sebagai tautan
https://doi.org/..., dan tidak diakhiri titik. - Tanda baca: titik setelah tiap unsur. Nomor terbitan jurnal ada dalam kurung langsung setelah volume, tanpa koma di antaranya.
Sumber aturan-aturan ini adalah halaman resmi APA tentang pengaturan daftar rujukan, DOI dan URL, dan penghapusan lokasi penerbit. Perhatikan juga bahwa APA menetapkan spasi ganda, sedangkan sebagian pedoman kampus menetapkan spasi sendiri (misalnya 1 spasi). Kalau berbeda, ikuti kampusmu.
Nama Indonesia dan Kasus Khususnya
Tidak semua nama Indonesia berpola "nama depan, nama belakang". Beberapa penulis hanya punya satu nama. Panduan perpustakaan yang merujuk APA 7 menyebut penulis bernama tunggal ditulis lengkap tanpa singkatan, diikuti titik di daftar rujukan, misalnya "Sukarno.". Aturan ini belum saya temukan langsung di halaman APA, jadi cocokkan dengan pedoman kampusmu.
Gelar akademik (Dr., M.Pd., S.Pd.) tidak ditulis, karena APA hanya memakai nama belakang dan inisial. Untuk karya yang ditulis lembaga, tulis nama lembaganya secara lengkap sebagai penulis, misalnya kementerian atau universitas.
Contoh Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber
Setelah paham rumusnya, saatnya melihat bentuk jadinya. Contoh yang bertanda "APA resmi" diambil dari halaman resmi APA, sedangkan contoh berlabel "fiktif" saya buat sendiri untuk ilustrasi. Tanda bahwa itu adaptasi kampus juga ditulis jelas.
Ringkasan Pola per Jenis Sumber
| Jenis sumber | Pola |
|---|---|
| Buku | Penulis. (Tahun). Judul buku (edisi). Penerbit. |
| Bab dalam buku suntingan | Penulis bab. (Tahun). Judul bab. In Inisial Editor (Eds.), Judul buku (pp. halaman). Penerbit. |
| Artikel jurnal | Penulis. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. DOI |
| Skripsi/tesis dari repositori | Penulis. (Tahun). Judul [Jenis karya, Institusi]. Nama repositori. URL |
| Halaman web | Penulis atau lembaga. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul halaman. Nama situs. URL |
| Tanpa penulis/tanpa tahun | Judul. (n.d.). Sumber. URL |
Kampusmu mungkin menerjemahkan sebagian istilah, misalnya "In" menjadi "Dalam" dan "pp." menjadi "hlm.". Itu adaptasi kampus, bukan aturan APA.
Buku dan Bab dalam Buku Suntingan
Untuk buku, urutannya penulis, tahun, judul buku (miring), dan penerbit. Contoh dari APA Style Blog:
Almarode, J., & Vandas, K. (2019). Clarity for learning: Five essential practices that empower students and teachers. Corwin.
Perhatikan bahwa tidak ada kota penerbit. Kalau buku punya edisi, tulis dalam kurung setelah judul (misalnya "2nd ed."). Kalau penulis dan penerbitnya sama, penerbit tidak perlu diulang.
Untuk bab dalam buku suntingan (kumpulan tulisan yang tiap babnya ditulis orang berbeda), daftar yang dicantumkan adalah penulis babnya, bukan editornya. Contohnya:
Billman, A. K., Hilden, K., & Halladay, J. L. (2009). When the "right texts" are difficult for struggling readers. In E. H. Hiebert & M. Sailors (Eds.), Finding the right texts: What works for beginning and struggling readers (pp. 203–226). Guilford Press.
Artikel Jurnal
Artikel jurnal adalah sumber yang paling sering muncul di skripsi. Nama jurnal dan volume ditulis miring, nomor terbitan dalam kurung dan tidak miring, halaman dengan tanda en dash, dan DOI di akhir. Contoh resmi dari APA:
Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: A comparison of storybooks that represent ethnic and racial groups in the United States. Psychology of Popular Media Culture, 8(3), 207–217.
Untuk artikel berbahasa Indonesia, polanya sama:
Rahmawati, S., & Pratama, A. (2024). Pengaruh media interaktif terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Contoh, 10(2), 45–58.
Kalau artikelnya tidak punya DOI dan kamu membacanya lewat basis data akademik, APA menyarankan tidak mencantumkan URL basis datanya. Referensinya sama dengan versi cetak.
Skripsi, Tesis, dan Disertasi
APA membedakan karya akhir yang tidak dipublikasikan (didapat langsung dari kampus) dan yang dipublikasikan (tersedia di basis data atau repositori). Contoh resmi untuk yang tidak dipublikasikan:
Harris, L. (2014). Instructional leadership perceptions and practices of elementary school leaders [Unpublished doctoral dissertation]. University of Virginia.
Untuk yang ada di repositori, keterangan jenis karya dan nama institusi ditulis dalam kurung siku, lalu nama repositori dan URL. APA juga menyatakan format ini bisa disesuaikan untuk karya lain seperti tesis sarjana dengan mengganti keterangan dalam kurung siku. Untuk skripsi dari repositori kampus, bentuk adaptasinya menjadi:
Rahmawati, S. (2024). Pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap motivasi belajar siswa [Skripsi sarjana, Universitas Contoh]. Repositori Universitas Contoh.
Kata "Skripsi sarjana" adalah adaptasi berdasarkan izin penyesuaian dari APA. Kampusmu mungkin punya istilah tersendiri. Halaman resminya ada di contoh karya akhir yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
Situs Web, Laporan Lembaga, dan Peraturan
Untuk halaman web dari situs sebuah organisasi tanpa penulis individu, pakai nama organisasi sebagai penulis. Judul halaman ditulis miring, dan karena penulis sama dengan nama situs, nama situs tidak diulang. Tanggal yang dipakai adalah tanggal halaman, bukan tanggal "terakhir ditinjau". Tanggal akses hanya perlu bila isi halaman terus berubah dan tidak diarsipkan. Polanya:
Kementerian Contoh. (2024, 5 Mei). Panduan pengajuan beasiswa untuk mahasiswa.
APA menulis tanggal sebagai (Tahun, Bulan Tanggal), misalnya (2025, April 24). Penggunaan nama bulan berbahasa Indonesia adalah adaptasi kampus.
Untuk peraturan pemerintah, APA punya format hukum tersendiri, tetapi contoh resminya berorientasi pada hukum Amerika. Banyak kampus menyediakan format sendiri untuk peraturan Indonesia. Sebagai adaptasi sederhana berdasarkan empat unsur, kamu bisa menulisnya seperti ini (adaptasi, bukan contoh resmi APA):
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Cek buku pedoman prodimu untuk bentuk yang berlaku. Rujukan resminya ada di halaman contoh webpage APA Style.
Sumber Tanpa Penulis atau Tanpa Tahun
Kalau kamu tidak bisa menemukan penulisnya, jangan mengarang nama. Pertama, periksa dulu apakah halaman itu dibuat oleh sebuah lembaga, karena lembaga sah dipakai sebagai penulis. Kalau memang tidak ada, pindahkan judul ke posisi penulis dan urutkan daftar berdasarkan judul.
Kalau tanggalnya tidak ada, tulis "n.d." (singkatan no date) dalam kurung. Contoh:
Tips mengatur waktu belajar. (n.d.). Blog Contoh.
Sitasi di dalam teksnya memakai judul (dipersingkat bila panjang) dan "n.d.": (Tips mengatur waktu belajar, n.d.). Pertimbangkan juga apakah sumber tanpa penulis dan tanpa tanggal cukup kredibel untuk skripsi. Kalau bisa, cari sumber pengganti yang lebih jelas asalnya.
Menyesuaikan Sitasi dalam Teks dengan Daftar Pustaka
Daftar pustaka dan sitasi dalam teks itu satu pasangan. Sitasi di teks memberi petunjuk singkat, lalu daftar pustaka memberi rincian lengkapnya. Kalau salah satunya keliru, pembaca tidak bisa menyambungkan keduanya.
Jumlah Penulis dan Bentuk Sitasinya
| Jumlah penulis | Sitasi dalam kurung | Sitasi narasi |
|---|---|---|
| 1 penulis | (Rahmawati, 2024) | Rahmawati (2024) |
| 2 penulis | (Rahmawati & Pratama, 2024) | Rahmawati dan Pratama (2024) |
| 3 penulis atau lebih | (Rahmawati et al., 2024) | Rahmawati et al. (2024) |
| Lembaga | (Kementerian Contoh, 2024) | Kementerian Contoh (2024) |
Menurut halaman resmi APA, sumber dengan tiga penulis atau lebih memakai nama penulis pertama plus "et al." sejak sitasi pertama. Tanda "&" dipakai di dalam kurung, sedangkan narasi menulis "and" (dalam teks berbahasa Indonesia, "dan"). Ini berbeda dari daftar pustaka, yang tetap mencantumkan hingga 20 penulis. Aturan lengkapnya ada di halaman APA tentang sistem penulis–tahun. Kalau pedoman kampusmu memilih "dkk." sebagai pengganti "et al.", ikuti pedoman itu dan pakai secara konsisten.
Pastikan Setiap Kutipan Punya Pasangannya
Sebelum menyerahkan naskah, cocokkan dua arah. Pertama, periksa apakah semua yang dikutip di teks ada di daftar. Kedua, periksa apakah semua entri di daftar dikutip di teks. Pengecualiannya adalah komunikasi pribadi (misalnya wawancara yang tidak bisa ditelusuri pembaca), yang cukup disebut di teks saja.
Kalau kamu mengutip sumber yang mengutip sumber lain, cantumkan hanya sumber yang benar-benar kamu baca di daftar pustaka. Di teks, tulis misalnya (Brown, 1829, seperti dikutip dalam Mahone, 2018), dan hanya Mahone (2018) yang masuk daftar. Pastikan juga tiap sitasi di teks hanya menunjuk ke satu entri di daftar.
Kesalahan Umum dan Cara Memeriksa Hasil Akhir Daftar Pustaka
Setelah semua entri selesai, luangkan waktu memeriksanya. Di titik inilah kesalahan kecil yang berulang biasanya ketahuan. Tabel berikut merangkum yang paling sering muncul.
Kesalahan yang Paling Sering Muncul
| Kesalahan | Contoh salah | Perbaikan menurut APA 7 |
|---|---|---|
| Nama depan ditulis lengkap | Rahmawati, Siti. | Rahmawati, S. |
| Kota penerbit dicantumkan | Jakarta: Penerbit Contoh | Penerbit Contoh |
| Judul artikel berhuruf kapital tiap kata | Pengaruh Media Interaktif Terhadap Motivasi | Pengaruh media interaktif terhadap motivasi |
| Label "DOI:" atau "Retrieved from" | DOI: 10.xxxx | https://doi.org/10.xxxx |
| Titik setelah URL atau DOI | https://doi.org/10.xxxx. | https://doi.org/10.xxxx |
| Daftar bernomor atau tidak alfabetis | 1. Rahmawati… | Urutkan alfabetis, tanpa nomor |
| Hanya penulis pertama yang dicantumkan | Rahmawati, S. (2024) untuk tiga penulis | Tulis semua penulis sampai 20 orang |
Baris terakhir perlu perhatian karena sebagian panduan populer di internet menyebut penulis pertama saja untuk sumber dengan 1–3 penulis. Itu tidak sesuai dengan aturan APA 7 untuk daftar rujukan. Kalau kampusmu memang meminta bentuk yang lebih ringkas, ikuti pedoman kampus, tetapi jangan menganggapnya sebagai aturan APA.
Checklist Pemeriksaan Akhir
Sebelum menyerahkan, centang hal-hal ini:
- Gaya sitasi sama persis dengan yang diminta prodi.
- Semua entri ditulis dengan pola yang konsisten.
- Nama penulis memakai nama belakang dan inisial.
- Daftar diurutkan alfabetis dan tidak bernomor.
- DOI ditulis sebagai tautan tanpa titik di akhir.
- Semua sitasi di teks ada di daftar, dan sebaliknya.
- Hanging indent dan spasi sesuai pedoman.
Mengatur Hanging Indent di Word
Hanging indent membuat baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok. Caranya di Word:
- Sorot seluruh entri daftar pustaka. Hasilnya, semua entri terpilih sekaligus.
- Klik kanan, lalu pilih Paragraph. Kotak dialog pengaturan paragraf muncul.
- Di bagian Indentation, buka menu Special dan pilih Hanging.
- Isi kolom By dengan 0,5 inci (1,27 cm), lalu klik OK. Hasilnya, baris kedua dan seterusnya menjorok.
- Kalau tampilannya tidak berubah, pastikan kamu menyorot semua entri dan tidak menekan Enter di tengah entri.
Kalau kampusmu menetapkan ukuran lain, ikuti angka di pedoman. Ukuran 0,5 inci adalah aturan APA.
Kapan Aplikasi Manajemen Referensi Membantu
Kalau sumbermu sudah puluhan, mengetik satu per satu jadi melelahkan dan rawan salah. Di sinilah aplikasi manajemen referensi seperti Zotero atau Mendeley membantu, karena entrinya disusun otomatis dari data yang tersimpan.
Namun hasilnya tetap harus diperiksa. Data yang diambil otomatis bisa keliru (misalnya huruf kapital judul), dan gaya khusus kampus tidak selalu tersedia. Perlakukan aplikasi sebagai asisten yang mempercepat, bukan pengganti ketelitianmu.
FAQ Seputar Cara Menulis Daftar Pustaka
Bagaimana urutan penulisan daftar pustaka?
Urutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama. Karya dengan penulis yang sama diurutkan dari tahun terlama, dan sumber tanpa penulis diurutkan berdasarkan judul. Daftar tidak diberi nomor kecuali kampusmu memakai gaya bernomor seperti Vancouver atau IEEE.
Apakah gelar penulis dicantumkan di daftar pustaka?
Tidak. APA hanya memakai nama belakang dan inisial, jadi gelar seperti Dr. atau M.Pd. tidak ditulis.
Berapa penulis maksimal yang ditulis di daftar pustaka APA 7?
Semua penulis dicantumkan sampai 20 orang. Kalau ada 21 penulis atau lebih, tulis 19 penulis pertama, tanda elipsis, lalu penulis terakhir.
Apakah nama kota penerbit masih ditulis di daftar pustaka?
Tidak. APA edisi ke-7 tidak lagi mencantumkan lokasi penerbit untuk buku. Tulis nama penerbitnya saja.
Bagaimana menulis daftar pustaka jika tidak ada penulis atau tahun?
Kalau tidak ada penulis, cek dulu apakah ada lembaga yang bisa dipakai sebagai penulis. Kalau tetap tidak ada, pindahkan judul ke posisi penulis. Untuk tanggal yang tidak ada, tulis "n.d." dalam kurung.
Kesimpulan
Menulis daftar pustaka jadi mudah kalau kamu pegang satu rumus: penulis, tahun, judul, sumber. Pastikan dulu gaya yang diminta kampusmu, lalu terapkan aturan APA 7 secara konsisten: nama belakang dan inisial, judul sentence case, tanpa kota penerbit, DOI sebagai tautan, dan urutan alfabetis dengan hanging indent. Cocokkan sitasi di teks dengan daftar di akhir, lalu periksa sekali lagi sebelum diserahkan.
Disclaimer: Aturan penulisan bisa berbeda antarkampus dan antarprodi, dan contoh atau adaptasi hanya untuk ilustrasi. Utamakan pedoman terbaru dari prodi/fakultas dan arahan dosen pembimbing. Aturan APA diverifikasi pada 20 September 2026, jadi cek situs resmi APA Style untuk pembaruan.