Abstrak menjadi bagian pertama yang sering dibaca setelah judul penelitian. Melalui paragraf singkat ini, pembaca menilai apakah suatu penelitian berkaitan dengan informasi yang mereka cari.
Memahami cara menulis abstrak penelitian membantu penulis merangkum masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan tanpa menghilangkan informasi utama. Tantangannya terletak pada ruang yang terbatas karena seluruh penelitian harus dipadatkan menjadi satu bagian yang tetap jelas.
Abstrak bukan pendahuluan yang hanya mengenalkan masalah. Abstrak juga bukan potongan kesimpulan karena perlu menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan dan hasil apa yang diperoleh.
Penulis sebaiknya menyusun abstrak setelah seluruh bagian penelitian selesai. Dengan cara tersebut, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan yang ditampilkan dapat benar-benar sesuai dengan isi naskah, bukan berdasarkan rencana awal yang mungkin berubah selama penelitian.
Apa yang Dimaksud dengan Abstrak Penelitian?
Abstrak penelitian adalah ringkasan singkat yang mewakili isi utama sebuah karya ilmiah. Bagian ini membantu pembaca memahami pokok penelitian tanpa harus membaca seluruh naskah terlebih dahulu.
Abstrak biasanya memuat masalah atau konteks, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Unsur tersebut disusun secara padat sehingga dapat dipahami sebagai satu kesatuan.
Pedoman APA menjelaskan bahwa abstrak membahas tujuan, metode, hasil atau temuan, serta pembahasan atau kesimpulan dalam satu paragraf yang ringkas.
Sifat penting abstrak adalah mandiri. Pembaca seharusnya dapat mengetahui apa yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan, dan apa hasilnya tanpa mencari penjelasan dasar pada bagian lain.
Karena itu, abstrak sebaiknya tidak memuat singkatan yang belum dijelaskan, rujukan yang tidak dikenali, maupun informasi yang hanya dapat dipahami setelah membaca keseluruhan laporan.
Fungsi Abstrak dalam Karya Ilmiah
Abstrak tidak hanya dibuat untuk melengkapi susunan laporan penelitian. Bagian ini mempunyai beberapa fungsi yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pembaca.
-
Memberikan gambaran cepat. Pembaca dapat mengenali topik, pendekatan, dan hasil penelitian dalam waktu singkat.
-
Membantu pemilihan bacaan. Peneliti lain dapat menilai apakah karya tersebut relevan dengan kajian yang sedang dilakukan.
-
Mewakili isi penelitian. Abstrak menjadi versi pendek dari keseluruhan penelitian, bukan hanya ringkasan pendahuluan.
-
Memudahkan penelusuran karya. Istilah yang digunakan dalam abstrak dan kata kunci membantu karya ditemukan melalui katalog atau basis data ilmiah.
-
Mendukung proses penilaian. Guru, dosen, editor, atau pembaca dapat memperoleh gambaran awal tentang ketepatan hubungan antara tujuan, metode, dan hasil.
-
Membantu pembaca mengingat penelitian. Pokok masalah dan temuan dapat dikenali kembali tanpa membaca seluruh naskah.
Abstrak yang baik tidak dibuat untuk memancing rasa penasaran dengan menyembunyikan hasil. Temuan utama justru perlu ditampilkan agar pembaca mengetahui kontribusi penelitian.
Baca Juga: Teks Persuasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya
Perbedaan Abstrak, Pendahuluan, dan Kesimpulan
Abstrak, pendahuluan, dan kesimpulan dapat membahas topik yang sama, tetapi mempunyai fungsi berbeda.
| Bagian | Fokus Utama | Informasi yang Dimuat |
|---|---|---|
| Abstrak | Mewakili keseluruhan penelitian | Masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan |
| Pendahuluan | Mengenalkan masalah penelitian | Latar belakang, kesenjangan, rumusan masalah, dan tujuan |
| Kesimpulan | Menegaskan hasil akhir | Jawaban atas tujuan atau rumusan masalah |
| Ringkasan biasa | Memadatkan isi tulisan | Pokok informasi tanpa mengikuti unsur penelitian tertentu |
Pendahuluan mengarahkan pembaca menuju persoalan yang diteliti. Bagian ini belum menjelaskan hasil karena penelitian baru diperkenalkan.
Kesimpulan berada pada bagian akhir dan merangkum jawaban yang diperoleh. Sementara itu, abstrak memuat gambaran dari awal sampai akhir penelitian.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menyalin paragraf pendahuluan lalu menjadikannya abstrak. Hasilnya hanya berisi latar belakang dan tujuan tanpa metode, temuan, serta kesimpulan.
Struktur dan Unsur Abstrak Penelitian
Urutan unsur abstrak dapat menyesuaikan jenis penelitian dan pedoman lembaga. Namun, abstrak penelitian empiris umumnya memerlukan lima unsur berikut.
1. Latar Belakang atau Masalah
Bagian pembuka menjelaskan masalah yang menjadi dasar penelitian. Informasinya cukup satu atau dua kalimat agar ruang abstrak tidak habis untuk uraian umum.
Latar belakang yang baik langsung menunjukkan persoalan khusus.
Contoh kurang terarah:
“Pendidikan memiliki peran dalam kehidupan manusia dan perlu terus dikembangkan.”
Contoh yang lebih jelas:
“Pemanfaatan perpustakaan kelas belum diikuti dengan kegiatan membaca rutin sehingga sebagian koleksi jarang digunakan siswa.”
Versi kedua menunjukkan keadaan yang akan diteliti dan memberikan jalan menuju tujuan penelitian.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan menjelaskan hasil pengetahuan yang ingin diperoleh.
Gunakan kata kerja yang sesuai, seperti:
-
Menganalisis hubungan.
-
Menguji pengaruh.
-
Mendeskripsikan penerapan.
-
Mengidentifikasi faktor.
-
Membandingkan hasil.
-
Menjelaskan pengalaman.
-
Mengevaluasi pelaksanaan.
Tujuan harus sama dengan tujuan yang tertulis pada bagian pendahuluan. Jangan menambahkan sasaran baru yang tidak dibahas dalam penelitian.
3. Metode Penelitian
Metode menjelaskan cara penelitian dilaksanakan secara ringkas. Informasi yang dipilih dapat mencakup:
-
Pendekatan penelitian.
-
Desain penelitian.
-
Subjek atau partisipan.
-
Lokasi penelitian jika relevan.
-
Teknik pengumpulan data.
-
Instrumen.
-
Teknik analisis data.
Tidak semua rincian metode harus masuk. Pilih informasi yang membantu pembaca menilai bagaimana hasil penelitian diperoleh.
4. Hasil Utama
Hasil merupakan bagian yang paling sering terlalu umum. Kalimat seperti “penelitian menunjukkan hasil yang baik” tidak menjelaskan apa pun.
Tuliskan temuan yang menjawab tujuan penelitian. Penelitian kuantitatif dapat mencantumkan arah hubungan, perbedaan, nilai utama, atau perubahan yang ditemukan.
Penelitian kualitatif dapat menjelaskan tema, pola pengalaman, hambatan, atau proses yang muncul dari data.
5. Kesimpulan dan Implikasi
Kesimpulan menjelaskan makna dari hasil penelitian. Bagian ini dapat disertai implikasi praktis apabila masih tersedia ruang.
Hindari rekomendasi yang terlalu luas. Implikasi harus berhubungan langsung dengan temuan, bukan harapan umum yang tidak diperiksa melalui penelitian.
Jenis-Jenis Abstrak
Abstrak dapat dibedakan berdasarkan informasi dan bentuk penyajiannya.
Abstrak Informatif
Abstrak informatif merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Bentuk ini banyak digunakan untuk penelitian empiris karena pembaca dapat mengetahui hasil utama tanpa membaca keseluruhan naskah.
Abstrak Deskriptif
Abstrak deskriptif hanya memberikan gambaran tentang ruang lingkup dan pokok pembahasan. Hasil penelitian biasanya tidak dijelaskan secara terperinci.
Jenis ini dapat digunakan untuk tulisan tertentu, tetapi kurang memadai apabila pedoman meminta abstrak penelitian yang lengkap.
Abstrak Tidak Terstruktur
Abstrak tidak terstruktur disajikan dalam satu paragraf tanpa label bagian. Meskipun tidak memakai subjudul, urutannya tetap dapat mengikuti masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
Abstrak Terstruktur
Abstrak terstruktur membagi isi menggunakan label, misalnya Latar Belakang, Tujuan, Metode, Hasil, dan Kesimpulan.
Format ini sering digunakan oleh jurnal atau bidang tertentu. Penulis tidak boleh memilihnya sendiri jika penerbit atau kampus telah menyediakan format khusus.
Format Penulisan Abstrak yang Benar
Ketentuan format harus mengikuti pedoman sekolah, perguruan tinggi, jurnal, konferensi, atau lembaga yang menerima naskah.
Dalam panduan APA Style 7, abstrak ditulis singkat dalam satu paragraf dengan batas hingga 250 kata. Pedoman tersebut juga menjelaskan bahwa abstrak dan kata kunci biasanya tidak diwajibkan pada makalah mahasiswa, kecuali diminta oleh pengajar atau ketentuan tugas.
Beberapa ketentuan format yang perlu diperiksa meliputi:
-
Abstrak ditempatkan pada halaman tersendiri jika pedoman mensyaratkannya.
-
Judul “Abstrak” atau “Abstract” ditulis sesuai format lembaga.
-
Isi biasanya disajikan dalam satu paragraf.
-
Baris pertama tidak menjorok apabila mengikuti format APA.
-
Seluruh bagian menggunakan spasi ganda jika naskah mengikuti format APA secara penuh.
-
Jumlah kata mengikuti pedoman penerima naskah.
-
Kutipan dan daftar pustaka umumnya tidak dimasukkan dalam abstrak.
-
Singkatan yang tidak umum perlu dihindari atau dijelaskan.
-
Kata kunci ditempatkan setelah abstrak jika diwajibkan.
Panduan APA menyarankan tiga sampai lima kata, frasa, atau akronim sebagai kata kunci. Istilah yang dipilih sebaiknya mewakili topik, populasi, metode, atau konsep utama penelitian.
Contoh:
Keywords: kebiasaan membaca, perpustakaan kelas, siswa sekolah menengah
Format kapitalisasi, bahasa, cetak miring, dan jumlah kata kunci tetap perlu disesuaikan dengan pedoman lembaga.
Baca Juga: Teks Prosedur: Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Jenis, dan Contohnya Lengkap
Cara Menulis Abstrak Penelitian Langkah demi Langkah
Abstrak sebaiknya disusun setelah hasil dan kesimpulan penelitian selesai. Langkah berikut dapat digunakan untuk menghasilkan draf yang terarah.
1. Periksa Ketentuan Penulisan
Catat batas kata, bahasa, format paragraf, susunan unsur, dan jumlah kata kunci.
Jangan menulis berdasarkan kebiasaan dari tugas sebelumnya karena setiap kampus, jurnal, atau kegiatan ilmiah dapat memiliki ketentuan berbeda.
2. Baca Kembali Tujuan Penelitian
Temukan kalimat tujuan utama pada pendahuluan. Pastikan abstrak menjawab tujuan tersebut, bukan membahas persoalan lain yang muncul selama penulisan.
3. Ringkas Masalah dalam Satu atau Dua Kalimat
Pilih keadaan yang langsung berhubungan dengan tujuan. Hapus uraian sejarah, definisi panjang, dan pernyataan umum yang tidak dibutuhkan.
4. Pilih Informasi Metode yang Menentukan
Tuliskan jenis penelitian, subjek, teknik pengumpulan data, dan analisis yang paling membantu pembaca memahami proses penelitian.
Metode tidak perlu menjelaskan setiap tahapan teknis. Rincian instrumen dan prosedur dapat dibaca pada bagian metode dalam naskah utama.
5. Temukan Hasil yang Menjawab Tujuan
Periksa tabel, hasil analisis, atau tema penelitian. Pilih temuan utama yang menjawab pertanyaan penelitian secara langsung.
Jangan hanya menulis bahwa penelitian “berhasil” atau “memberikan pengaruh”. Jelaskan bentuk hasil yang ditemukan.
6. Buat Kesimpulan dari Temuan
Kesimpulan harus berasal dari hasil, bukan sekadar mengulang tujuan.
Apabila hasil menunjukkan peningkatan partisipasi membaca, kesimpulan dapat menjelaskan bahwa program yang diteliti berkaitan dengan perubahan tersebut dalam konteks penelitian.
7. Susun dalam Urutan Logis
Gabungkan unsur menggunakan urutan berikut:
-
Masalah atau konteks.
-
Tujuan.
-
Metode.
-
Hasil.
-
Kesimpulan atau implikasi.
Urutan tersebut membuat pembaca memahami alasan penelitian sebelum melihat hasilnya.
8. Hapus Informasi yang Tidak Dibutuhkan
Periksa setiap kalimat dengan pertanyaan: apakah informasi ini membantu pembaca memahami tujuan, metode, hasil, atau kesimpulan?
Hapus kalimat yang hanya mengulang judul, memberikan pujian terhadap penelitian, atau menjelaskan teori terlalu panjang.
9. Pilih Kata Kunci
Kata kunci tidak selalu harus menyalin semua kata pada judul. Tambahkan istilah yang mewakili metode, kelompok subjek, atau konsep yang menjadi inti penelitian.
10. Cocokkan dengan Naskah Utama
Pastikan jumlah partisipan, nama metode, hasil, dan kesimpulan sama dengan bagian utama.
Abstrak tidak boleh memuat data yang tidak ditemukan pada hasil penelitian.
Baca Juga: Cara Menulis Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar: Struktur, Format, Tips, dan Contohnya
Pola Kalimat untuk Menyusun Abstrak
Penulis dapat memakai pola berikut sebagai kerangka awal:
Masalah:
[Masalah khusus] masih ditemukan pada [konteks atau kelompok].
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk [tujuan utama].
Metode:
Penelitian menggunakan [pendekatan/desain] dengan melibatkan [subjek]. Data dikumpulkan melalui [teknik] dan dianalisis menggunakan [teknik analisis].
Hasil:
Hasil menunjukkan bahwa [temuan utama].
Kesimpulan:
Temuan tersebut menunjukkan bahwa [makna hasil atau implikasi].
Pola ini bukan templat yang harus disalin secara kaku. Gunakan variasi kalimat agar abstrak tetap mengalir dan sesuai dengan karakter penelitian.
Contoh Abstrak Penelitian Kuantitatif
Contoh berikut menggunakan data simulasi untuk menunjukkan format penulisan, bukan hasil penelitian nyata.
Abstrak
Kegiatan membaca rutin di sekolah belum selalu disertai pemantauan yang membantu siswa mempertahankan kebiasaan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan jurnal membaca dengan konsistensi kegiatan membaca siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 96 siswa yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data penggunaan jurnal membaca dikumpulkan melalui lembar pemantauan, sedangkan konsistensi membaca diukur menggunakan catatan kegiatan selama delapan minggu. Data dianalisis menggunakan uji korelasi setelah memenuhi pemeriksaan prasyarat. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif antara keteraturan pengisian jurnal dan konsistensi membaca siswa. Siswa yang mencatat judul, durasi, serta tanggapan singkat terhadap bacaan cenderung mempertahankan jadwal membaca lebih teratur. Temuan ini menunjukkan bahwa jurnal membaca dapat digunakan sebagai alat pemantauan sederhana untuk mendukung pembiasaan membaca, tetapi penerapannya perlu disertai umpan balik agar tidak berubah menjadi tugas pencatatan semata.
Keywords: jurnal membaca, kebiasaan membaca, siswa SMA, pemantauan belajar
Analisis Struktur Contoh
Kalimat pertama menunjukkan persoalan, sedangkan kalimat kedua menyampaikan tujuan penelitian.
Bagian metode menjelaskan pendekatan, jumlah subjek, teknik pengumpulan data, durasi, dan analisis tanpa memasukkan rincian yang terlalu teknis.
Hasil tidak hanya menggunakan kata “berpengaruh” atau “berhubungan”, tetapi menjelaskan pola yang ditemukan. Kalimat terakhir memuat kesimpulan sekaligus batas penerapan temuan.
Contoh Abstrak Penelitian Kualitatif
Contoh berikut juga bersifat simulasi.
Abstrak
Perpindahan dari pembelajaran individu menuju tugas kelompok dapat menimbulkan kesulitan bagi siswa yang belum terbiasa membagi tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman siswa kelas X dalam menyelesaikan proyek kelompok pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 18 siswa dari tiga kelompok proyek. Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan kegiatan, dan analisis catatan refleksi siswa. Analisis menghasilkan tiga tema utama, yaitu ketidakjelasan pembagian tugas pada tahap awal, dominasi anggota tertentu dalam pengambilan keputusan, dan perbaikan kerja sama setelah pembagian peran ditulis secara terbuka. Temuan menunjukkan bahwa masalah kelompok tidak hanya dipengaruhi kemampuan anggota, tetapi juga kejelasan mekanisme kerja. Guru dapat membantu proses tersebut dengan meminta setiap kelompok menyusun peran, jadwal, dan cara melaporkan kemajuan sebelum proyek dimulai.
Keywords: pembelajaran kelompok, pengalaman siswa, proyek kelas, penelitian kualitatif
Abstrak kualitatif tersebut tidak memakai angka statistik. Bagian hasil menjelaskan tema yang muncul dari data dan menghubungkannya dengan kesimpulan praktis.
Contoh Abstrak yang Kurang Tepat dan Perbaikannya
Contoh kurang tepat:
“Penelitian ini membahas kegiatan membaca siswa. Penelitian dilakukan di sekolah dengan metode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang baik dan bermanfaat bagi pendidikan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan bagi semua pihak.”
Contoh tersebut mempunyai beberapa masalah:
-
Masalah penelitian tidak dijelaskan.
-
Tujuan tidak spesifik.
-
Metode tidak disebutkan.
-
Subjek dan teknik pengumpulan data tidak tersedia.
-
Hasil hanya disebut “baik”.
-
Kesimpulan terlalu umum.
-
Kalimat terakhir tidak berasal dari temuan.
Versi perbaikan:
“Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan partisipasi siswa setelah penerapan kegiatan membaca berpasangan. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui lembar pengamatan dan catatan refleksi. Hasil menunjukkan bahwa lebih banyak siswa menyampaikan tanggapan terhadap bacaan setelah pasangan membaca diberi pertanyaan panduan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan yang terarah dapat membantu siswa memulai diskusi, terutama bagi peserta yang sebelumnya pasif.”
Versi perbaikan memiliki tujuan, metode, subjek, pengumpulan data, hasil, dan kesimpulan yang saling berhubungan.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menulis Abstrak
Beberapa kesalahan berikut dapat membuat abstrak tidak mewakili penelitian secara tepat:
-
Latar belakang terlalu panjang. Ruang abstrak habis sebelum metode dan hasil dijelaskan.
-
Menyalin pendahuluan. Abstrak akhirnya hanya memuat masalah dan tujuan.
-
Tidak mencantumkan hasil. Pembaca tidak memperoleh jawaban penelitian.
-
Hasil ditulis terlalu umum. Kata “baik”, “meningkat”, atau “berpengaruh” digunakan tanpa penjelasan.
-
Memasukkan data baru. Informasi pada abstrak tidak ditemukan dalam bagian hasil.
-
Metode terlalu terperinci. Nama perangkat, tahapan kecil, dan rincian prosedur memenuhi sebagian besar abstrak.
-
Kesimpulan tidak sesuai hasil. Pernyataan akhir lebih luas daripada data yang diperoleh.
-
Menggunakan kutipan. Abstrak menjadi bergantung pada sumber lain dan tidak lagi berdiri sebagai ringkasan penelitian sendiri.
-
Memakai singkatan yang tidak dijelaskan. Pembaca kesulitan memahami istilah tanpa membuka naskah utama.
-
Kata kunci terlalu umum. Kata seperti pendidikan, penelitian, atau siswa belum cukup menggambarkan fokus tertentu.
-
Melebihi batas kata. Penulis tidak menyesuaikan isi dengan ketentuan lembaga atau jurnal.
-
Menyusun abstrak sebelum hasil selesai. Isi abstrak tidak lagi sesuai setelah metode atau temuan berubah.
Baca Juga: Apa Itu Teks Negosiasi? Pengertian, Ciri, Struktur, Tujuan, Kaidah, dan Contohnya
Checklist Pemeriksaan Abstrak
Sebelum abstrak dikumpulkan, gunakan pertanyaan berikut:
-
Apakah masalah penelitian terlihat sejak kalimat awal?
-
Apakah tujuan ditulis secara spesifik?
-
Apakah metode utama sudah disebutkan?
-
Apakah subjek atau sumber data dijelaskan?
-
Apakah temuan utama tersedia?
-
Apakah kesimpulan berasal dari hasil?
-
Apakah informasi sesuai dengan naskah utama?
-
Apakah terdapat kalimat yang dapat dihapus tanpa mengurangi makna?
-
Apakah singkatan sudah dijelaskan?
-
Apakah jumlah kata sesuai pedoman?
-
Apakah kata kunci mewakili isi penelitian?
-
Apakah ejaan dan tanda baca sudah diperiksa?
Baca abstrak secara terpisah dari naskah utama. Jika isinya belum dapat dipahami tanpa membuka bab lain, masih ada informasi penting yang perlu diperjelas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja struktur abstrak penelitian?
Struktur abstrak penelitian umumnya meliputi masalah atau latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Kata kunci dapat ditambahkan setelah paragraf abstrak sesuai pedoman lembaga.
Berapa jumlah kata dalam abstrak?
Jumlah kata mengikuti ketentuan sekolah, kampus, jurnal, atau konferensi. Dalam panduan APA Style 7, abstrak dibatasi hingga 250 kata, tetapi penerima naskah dapat menetapkan batas berbeda.
Apakah abstrak harus ditulis dalam bahasa Inggris?
Tidak selalu. Ketentuannya bergantung pada lembaga atau penerbit. Beberapa kampus meminta abstrak dalam bahasa Indonesia dan versi bahasa Inggris, sedangkan jurnal dapat menetapkan bahasa tertentu.
Apakah abstrak boleh memuat kutipan?
Kutipan sebaiknya tidak digunakan karena abstrak perlu menjadi ringkasan mandiri dari penelitian. Jika sebuah istilah atau teori perlu disebutkan, jelaskan secara ringkas tanpa memenuhi abstrak dengan rujukan.
Apa perbedaan abstrak kuantitatif dan kualitatif?
Abstrak kuantitatif biasanya menjelaskan variabel, sampel, instrumen, analisis, dan hasil berupa hubungan atau perbedaan. Abstrak kualitatif lebih banyak menjelaskan partisipan, teknik pengumpulan data, proses analisis, tema, dan makna temuan.
Penutup
Cara menulis abstrak penelitian dimulai dengan memilih informasi yang mewakili keseluruhan naskah, bukan sekadar memendekkan pendahuluan. Masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan harus hadir dalam susunan yang saling berhubungan.
Tulislah abstrak setelah penelitian selesai agar setiap informasi sesuai dengan naskah utama. Gunakan kalimat ringkas, hindari latar belakang panjang, dan tampilkan hasil yang benar-benar menjawab tujuan.
Setelah draf selesai, periksa kembali jumlah kata, format, serta kata kunci berdasarkan pedoman lembaga. Cobalah membaca abstrak tanpa membuka bagian penelitian lainnya. Jika topik, proses, dan temuan sudah dapat dipahami, abstrak tersebut telah menjalankan fungsinya sebagai gambaran singkat penelitian.