Aturan Permainan Badminton 2026: Sistem Skor, Servis, Fault, dan Pelanggaran

Aturan Permainan Badminton 2026: Sistem Skor, Servis, Fault, dan Pelanggaran
Foto: Ilustrasi Aturan Permainan Badminton 2026: Sistem Skor, Servis, Fault, dan Pelanggaran.

Aturan permainan badminton mencakup sistem skor, tata cara servis, pergantian tempat, batas lapangan, hingga berbagai pelanggaran yang dapat menyebabkan pemain kehilangan poin. Dalam pertandingan resmi pada 2026, badminton masih dimainkan menggunakan sistem rally point 21 poin dalam format terbaik dari tiga gim.

Setiap reli menghasilkan satu poin, baik dimenangkan oleh pihak yang sedang melakukan servis maupun penerima servis. Pihak yang lebih dahulu memenangi dua gim dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.

Servis wajib diarahkan secara diagonal menuju kotak servis lawan. Shuttlecock harus dipukul di bawah batas ketinggian 1,15 meter, kedua kaki server berada dalam posisi benar, dan shuttlecock tidak boleh diberi putaran sebelum dipukul.

Selain kesalahan servis, pelanggaran dapat terjadi ketika shuttlecock jatuh di luar lapangan, pemain menyentuh net, menghalangi lawan, atau memukul shuttlecock dua kali.

Sistem Skor Badminton

Pertandingan badminton dimainkan dengan format terbaik dari tiga gim atau best of three games. Pemain tunggal atau pasangan yang lebih dahulu memenangkan dua gim menjadi pemenang pertandingan.

Satu gim normal dimainkan hingga 21 poin. Sistem yang digunakan adalah rally point sehingga setiap reli selalu menghasilkan satu poin.

Ringkasan sistem skor badminton dapat dilihat melalui tabel berikut.

Situasi Ketentuan
Skor normal Gim dimenangkan pada 21 poin
Skor 20-20 Harus unggul dua poin
Skor 29-29 Poin ke-30 menentukan pemenang
Format pertandingan Terbaik dari tiga gim
Pemenang reli Mendapatkan satu poin
Servis gim berikutnya Dilakukan pemenang gim sebelumnya

Ketika skor mencapai 20-20, permainan tidak langsung selesai saat salah satu pihak meraih poin ke-21. Pemain harus unggul dua angka, misalnya 22-20, 23-21, atau 24-22.

Namun, gim tidak berlangsung tanpa batas. Jika skor mencapai 29-29, pihak yang mendapatkan poin ke-30 langsung memenangi gim.

Pemenang sebuah gim mendapatkan hak melakukan servis pertama pada gim berikutnya.

Apakah sistem skor 15 poin sudah berlaku?

Sistem tiga gim dengan 15 poin belum digunakan sebagai aturan utama dalam pertandingan sepanjang 2026. Pertandingan masih memakai sistem 21 poin dengan batas maksimal 30 poin.

Perubahan menuju sistem 15 poin direncanakan berlaku mulai 2027. Dalam format tersebut, pemain harus unggul dua angka setelah skor 14-14, sedangkan poin ke-21 menjadi batas akhir jika kedudukan terus berimbang.

Karena perubahan tersebut belum berlaku pada 2026, pemain, pelatih, sekolah, dan penyelenggara pertandingan masih menggunakan sistem rally point 21 poin.

Baca Juga: Skuad Malut United 2026/2027 Terbaru: Daftar Pemain Lokal, Asing, dan Pelatih

Aturan Servis Badminton

Servis merupakan pukulan pertama yang memulai reli. Server dan penerima harus berdiri di kotak servis yang saling berseberangan secara diagonal.

Pemain tidak boleh menginjak garis pembatas kotak servis. Sebagian dari kedua kaki server dan penerima harus tetap menyentuh permukaan lapangan sampai shuttlecock dipukul.

Servis yang benar harus memenuhi ketentuan berikut:

  1. Server dan penerima berdiri di kotak servis diagonal.

  2. Kaki tidak menyentuh garis batas.

  3. Sebagian dari kedua kaki tetap menyentuh lantai.

  4. Gerakan raket ke depan dilakukan secara berkesinambungan.

  5. Shuttlecock dilepaskan tanpa diberi putaran.

  6. Raket pertama kali mengenai bagian dasar shuttlecock.

  7. Seluruh bagian shuttlecock berada di bawah 1,15 meter saat dipukul.

  8. Shuttlecock bergerak melewati net menuju kotak servis lawan.

  9. Server tidak sengaja menunda servis setelah kedua pemain siap.

Batas ketinggian servis dihitung dari permukaan lapangan sampai bagian tertinggi shuttlecock saat terkena raket. Ketentuan ini dibuat agar penilaian servis lebih seragam dibandingkan aturan lama yang menggunakan posisi pinggang sebagai acuan.

Larangan spin serve

Server tidak diperbolehkan memutar shuttlecock menggunakan jari sebelum memukulnya. Teknik tersebut dikenal sebagai spin serve.

Shuttlecock harus dilepaskan secara wajar tanpa diberi putaran tambahan. Server tetap diperbolehkan menggunakan servis forehand maupun backhand selama seluruh ketentuan servis dipenuhi.

Larangan ini bertujuan menjaga servis tetap dapat dibaca dan dikembalikan secara adil oleh penerima.

Apakah servis boleh menyentuh net?

Shuttlecock yang menyentuh pita net saat servis masih dapat dinyatakan sah. Syaratnya, shuttlecock tetap melewati net dan jatuh di kotak servis lawan yang benar.

Servis dinyatakan salah jika shuttlecock gagal melewati net, jatuh sebelum garis servis pendek, atau mendarat di luar kotak servis diagonal.

Tidak ada pengulangan otomatis hanya karena shuttlecock menyentuh net.

Posisi Servis dalam Pertandingan Tunggal

Dalam pertandingan tunggal, pemain melakukan servis dari kotak kanan ketika skor server bernilai genap. Pada awal gim ketika skor masih 0-0, servis juga dilakukan dari sisi kanan.

Jika skor server bernilai ganjil, servis dilakukan dari kotak kiri.

Contohnya:

  • Skor 0, 2, 4, 6, dan seterusnya: servis dari kanan.

  • Skor 1, 3, 5, 7, dan seterusnya: servis dari kiri.

  • Jika server memenangkan reli: server mendapat poin dan kembali melakukan servis dari sisi berbeda.

  • Jika penerima memenangkan reli: penerima mendapat poin sekaligus hak servis.

Posisi servis ditentukan berdasarkan skor pihak yang sedang memegang servis, bukan berdasarkan jumlah keseluruhan poin kedua pemain.

Lapangan servis tunggal menggunakan bidang yang panjang dan sempit. Shuttlecock boleh diarahkan hingga garis belakang, tetapi tidak boleh jatuh di lorong samping yang digunakan dalam pertandingan ganda.

Baca Juga: Skuad Dewa United 2026/2027: Daftar Pemain, Nomor Punggung, dan Pelatih Terbaru

Posisi Servis dalam Pertandingan Ganda

Aturan sisi kanan dan kiri dalam pertandingan ganda juga mengikuti skor pihak yang melakukan servis.

Jika skor pihak yang melakukan servis bernilai genap, servis dilakukan dari kotak kanan. Jika skornya ganjil, servis dilakukan dari kotak kiri.

Pemain dalam satu pasangan tidak selalu berpindah posisi setiap kali mendapatkan poin. Mereka bertukar kotak servis setelah memenangkan reli ketika sedang memegang hak servis.

Pemain yang berdiri secara diagonal di depan server menjadi penerima servis. Pasangannya tidak boleh mengambil atau memukul servis tersebut.

Area servis ganda lebih lebar daripada area tunggal, tetapi lebih pendek. Shuttlecock tidak boleh melewati garis servis panjang ganda yang berada sebelum garis belakang.

Setelah servis berhasil dikembalikan, seluruh area lapangan ganda dapat digunakan. Area di belakang garis servis panjang kembali menjadi bagian yang sah selama reli berlangsung.

Kesalahan posisi servis

Kesalahan posisi servis dapat terjadi ketika pemain:

  • Melakukan servis dari kotak yang salah.

  • Menerima servis dari kotak yang salah.

  • Melakukan servis di luar urutan.

  • Menerima servis yang seharusnya diterima pasangan.

  • Berdiri pada posisi yang tidak sesuai dengan skor.

Jika kesalahan baru diketahui setelah reli selesai, posisi pemain diperbaiki. Skor yang telah diperoleh tetap berlaku dan pertandingan dilanjutkan dari posisi yang benar.

Pergantian Tempat dalam Badminton

Pemain bertukar sisi lapangan setelah gim pertama. Jika pertandingan berlanjut ke gim ketiga, pemain kembali bertukar sisi setelah gim kedua.

Pada gim ketiga, pemain juga melakukan pergantian sisi ketika salah satu pihak lebih dahulu mencapai 11 poin.

Pergantian tempat bertujuan memberikan kondisi bermain yang seimbang. Arah angin, pencahayaan, latar belakang gedung, dan kondisi permukaan lapangan dapat memengaruhi arah shuttlecock serta kenyamanan pemain.

Jika pergantian sisi terlupakan, pemain harus bertukar tempat sesegera mungkin ketika shuttlecock tidak sedang dimainkan. Skor yang sudah diperoleh tidak dibatalkan.

Waktu Istirahat dalam Pertandingan

Pertandingan badminton harus berlangsung secara terus-menerus sejak servis pertama hingga selesai. Namun, pemain mendapatkan waktu istirahat pada momen tertentu.

Waktu istirahat yang diberikan adalah:

  • Maksimal 60 detik ketika salah satu pihak mencapai 11 poin dalam satu gim.

  • Maksimal 120 detik di antara gim pertama dan kedua.

  • Maksimal 120 detik di antara gim kedua dan ketiga.

Pemain tidak boleh sengaja memperlambat pertandingan untuk memulihkan tenaga, mengganggu konsentrasi lawan, atau mengubah momentum permainan.

Pelatih dapat memberikan arahan ketika shuttlecock tidak sedang dimainkan. Namun, arahan tersebut tidak boleh menyebabkan penundaan pertandingan.

Pemain juga tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan tanpa izin wasit, kecuali pada waktu interval yang memang telah disediakan.

Baca Juga: Skuad PSM Makassar Super League 2026/2027: Daftar Pemain Lokal, Asing, dan Pelatih Terbaru

Pengertian Fault dalam Badminton

Fault adalah pelanggaran yang membuat pihak lawan memenangkan reli dan mendapatkan satu poin.

Jika pemain yang melakukan fault sedang memegang servis, hak servis berpindah kepada lawan. Jika penerima servis melakukan fault, server mendapatkan poin dan tetap melakukan servis.

Pelanggaran dapat terjadi saat servis maupun ketika reli sedang berlangsung.

Fault saat melakukan servis

Servis dinyatakan salah apabila:

  • Shuttlecock dipukul di atas batas 1,15 meter.

  • Server menginjak garis kotak servis.

  • Salah satu kaki terangkat atau bergeser sebelum shuttlecock dipukul.

  • Gerakan raket terhenti setelah servis dimulai.

  • Server sengaja menunda servis.

  • Raket tidak mengenai bagian dasar shuttlecock terlebih dahulu.

  • Shuttlecock diberi putaran sebelum dilepaskan.

  • Server gagal mengenai shuttlecock saat mencoba melakukan servis.

  • Shuttlecock tidak melewati net.

  • Shuttlecock jatuh di luar kotak servis lawan.

  • Servis ganda melewati garis servis panjang.

Penerima juga dapat melakukan pelanggaran. Contohnya, penerima bergerak terlalu cepat sebelum servis dilakukan atau pasangannya memukul servis yang bukan menjadi bagiannya.

Fault saat reli berlangsung

Reli berakhir sebagai fault jika shuttlecock:

  • Jatuh sepenuhnya di luar garis lapangan.

  • Gagal melewati net.

  • Melintas di bawah net.

  • Menyentuh langit-langit atau dinding.

  • Menyentuh tubuh atau pakaian pemain.

  • Menyentuh benda di luar lapangan.

  • Ditahan atau dibawa menggunakan raket.

  • Dipukul dua kali berturut-turut oleh satu pemain.

  • Dipukul berurutan oleh kedua pemain dalam satu pasangan.

Shuttlecock yang mengenai bingkai dan senar raket dalam satu gerakan pukulan tidak selalu dianggap dua kali sentuhan. Pelanggaran terjadi jika terdapat dua pukulan atau dua gerakan terpisah.

Pelanggaran di Dekat Net

Pemain tidak boleh menyentuh net atau tiang net menggunakan raket, tubuh, maupun pakaian ketika shuttlecock masih dalam permainan.

Pemain juga tidak boleh mengganggu lawan yang sedang mencoba memukul shuttlecock. Gerakan raket, tubuh, atau kaki yang sengaja menghalangi ruang pukul lawan dapat dinilai sebagai pelanggaran.

Raket boleh melewati bagian atas net setelah titik kontak awal dengan shuttlecock terjadi di sisi pemain sendiri. Gerakan tersebut dianggap sebagai lanjutan pukulan yang sah.

Pemain melakukan fault apabila titik pertama kontak dengan shuttlecock terjadi di wilayah lawan.

Selain itu, pemain dilarang:

  • Sengaja berteriak untuk mengganggu lawan.

  • Melakukan gerakan tipuan yang mengalihkan perhatian secara tidak wajar.

  • Masuk terlalu jauh ke wilayah lawan dari bawah net.

  • Menghalangi ayunan raket lawan.

  • Menyentuh shuttlecock sebelum melewati net.

Perbedaan Fault dan Let

Fault memberikan satu poin kepada lawan. Sebaliknya, let membuat reli dihentikan dan diulang tanpa perubahan skor.

Setelah keputusan let, pemain yang sebelumnya memegang servis kembali melakukan servis.

Keputusan Dampak
Fault Lawan mendapat satu poin
Let Reli diulang tanpa perubahan skor
Shuttlecock masuk Pemukul memenangkan reli
Shuttlecock keluar Lawan memenangkan reli

Situasi yang dapat menghasilkan let

Wasit dapat memutuskan let dalam beberapa kondisi, antara lain:

  • Server melakukan servis sebelum penerima siap.

  • Server dan penerima sama-sama melakukan kesalahan servis.

  • Shuttlecock tersangkut di atas net setelah berhasil dikembalikan.

  • Shuttlecock melewati net lalu tersangkut pada jaring.

  • Shuttlecock rusak atau bagian dasarnya terlepas.

  • Permainan terganggu oleh keadaan di luar kendali pemain.

  • Hakim garis tidak melihat jatuhnya shuttlecock dan wasit tidak dapat mengambil keputusan.

  • Terjadi keadaan tidak terduga atau kecelakaan di lapangan.

Penerima tidak dapat meminta let setelah mencoba mengembalikan servis dengan alasan belum siap. Usaha memukul shuttlecock menunjukkan bahwa penerima dianggap telah siap.

Baca Juga: Daftar Pemain Persija Jakarta Super League 2026/2027 Terbaru, Nomor Punggung, dan Pelatih

Aturan Shuttlecock Masuk dan Keluar

Shuttlecock dinyatakan masuk jika bagian dasar atau gabusnya pertama kali menyentuh lantai di dalam area lapangan atau tepat pada garis.

Garis termasuk bagian dari lapangan. Karena itu, shuttlecock yang menyentuh garis dinyatakan masuk.

Posisi bulu shuttlecock tidak menjadi patokan utama. Titik pertama gabus menyentuh permukaan lapangan menjadi dasar keputusan.

Shuttlecock dinyatakan keluar jika:

  • Mendarat sepenuhnya di luar garis.

  • Menyentuh dinding atau langit-langit.

  • Gagal melewati net.

  • Melewati bawah net.

  • Menyentuh tubuh pemain.

  • Menyentuh benda di luar lapangan.

Dalam tunggal, lorong samping tidak termasuk area permainan. Dalam ganda, lorong samping menjadi bagian lapangan.

Ketika servis ganda dilakukan, area antara garis servis panjang ganda dan garis belakang dinyatakan keluar. Namun, area tersebut kembali sah setelah servis berhasil dikembalikan.

Pelanggaran Perilaku Pemain

Pelanggaran dalam badminton tidak hanya berhubungan dengan pukulan dan posisi lapangan. Sikap pemain juga dapat dikenai tindakan oleh wasit.

Pemain dilarang:

  • Sengaja menunda pertandingan.

  • Merusak raket atau perlengkapan.

  • Mengubah bentuk shuttlecock.

  • Mengucapkan kata-kata kasar.

  • Mengintimidasi lawan atau petugas.

  • Mengabaikan instruksi wasit.

  • Meninggalkan lapangan tanpa izin.

  • Sengaja mengganggu konsentrasi lawan.

  • Menerima arahan yang membuat pertandingan tertunda.

Wasit dapat memberikan peringatan terhadap pelanggaran ringan. Jika tindakan diulangi atau dinilai lebih berat, pemain dapat dinyatakan melakukan fault sehingga lawan mendapatkan poin.

Pelanggaran berat atau berulang dapat dilaporkan kepada referee. Dalam kondisi tertentu, pemain dapat didiskualifikasi dari pertandingan.

Peran Petugas Pertandingan

Pertandingan badminton resmi melibatkan beberapa petugas dengan tanggung jawab berbeda.

Referee

Referee bertanggung jawab terhadap keseluruhan penyelenggaraan turnamen. Ia menangani persoalan besar yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh wasit pertandingan.

Umpire

Umpire atau wasit memimpin jalannya pertandingan, mengumumkan skor, mengatur interval, serta memutuskan fault dan let.

Service judge

Service judge mengawasi gerakan servis. Petugas ini memperhatikan ketinggian shuttlecock, posisi kaki, gerakan raket, dan cara server melepaskan shuttlecock.

Hakim garis

Hakim garis menentukan apakah shuttlecock masuk atau keluar pada garis yang menjadi tanggung jawabnya.

Pemain dapat menyampaikan keberatan mengenai penerapan aturan sebelum servis berikutnya dilakukan. Namun, keputusan mengenai fakta permainan berada dalam kewenangan petugas pertandingan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemain Pemula

Kesalahan pemain pemula sering terjadi bukan karena teknik pukulan, melainkan kurang memahami aturan dasar.

Beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan adalah:

  1. Servis dilakukan dari sisi yang salah.

  2. Pemain menginjak garis saat servis.

  3. Shuttlecock dipukul terlalu tinggi.

  4. Pemain ganda bertukar posisi tanpa memahami urutan servis.

  5. Servis ganda diarahkan melewati batas belakang.

  6. Pemain menganggap shuttlecock yang menyentuh garis keluar.

  7. Raket menyentuh net ketika reli belum selesai.

  8. Shuttlecock dipukul dua kali.

  9. Pemain berhenti bermain karena servis menyentuh net.

  10. Penerima bergerak sebelum servis dilakukan.

Kesalahan tersebut dapat dikurangi dengan membiasakan pemain menyebut skor sebelum servis, memeriksa posisi kaki, dan memahami garis yang berlaku dalam nomor tunggal maupun ganda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa skor kemenangan dalam satu gim badminton?

Satu gim dimainkan hingga 21 poin. Jika skor mencapai 20-20, pemain harus unggul dua angka. Pada kedudukan 29-29, pihak yang mendapatkan poin ke-30 memenangkan gim.

Apakah sistem skor 15 poin sudah digunakan pada 2026?

Belum. Pertandingan pada 2026 masih menggunakan sistem rally point 21 poin. Sistem tiga gim dengan 15 poin direncanakan mulai digunakan pada 2027.

Berapa batas ketinggian servis badminton?

Seluruh shuttlecock harus berada di bawah ketinggian 1,15 meter dari permukaan lapangan pada saat terkena raket server.

Apa yang terjadi jika shuttlecock menyentuh net saat servis?

Permainan tetap berlanjut jika shuttlecock melewati net dan jatuh di kotak servis yang benar. Servis dinyatakan salah jika shuttlecock gagal melewati net atau jatuh di luar area servis.

Apa perbedaan fault dan let?

Fault membuat lawan mendapatkan satu poin. Let membuat reli diulang tanpa perubahan skor.

Penutup

Aturan permainan badminton pada 2026 masih menggunakan format terbaik dari tiga gim dengan 21 poin. Setiap reli menghasilkan satu angka, skor 20-20 harus diselesaikan dengan keunggulan dua poin, dan satu gim dibatasi hingga angka 30.

Servis harus diarahkan secara diagonal dengan shuttlecock berada di bawah batas 1,15 meter. Pemain juga wajib menjaga posisi kaki, tidak memberikan putaran pada shuttlecock, serta mengikuti urutan servis sesuai skor.

Pemahaman mengenai fault, let, garis lapangan, interval, dan pergantian tempat membantu pemain menghindari kehilangan poin akibat kesalahan sederhana. Aturan tersebut juga membuat pertandingan berlangsung lebih tertib, adil, dan mudah dipahami oleh pemain maupun penonton.

Artikel terkait