Aturan Bola Voli Terbaru 2026: Sistem Skor, Rotasi, Posisi, dan Pelanggaran

Aturan Bola Voli Terbaru 2026: Sistem Skor, Rotasi, Posisi, dan Pelanggaran
Foto: Ilustrasi Aturan Bola Voli Terbaru 2026: Sistem Skor, Rotasi, Posisi, dan Pelanggaran.

Aturan bola voli terbaru perlu dipahami bukan hanya oleh pemain, tetapi juga oleh pelajar, guru olahraga, pelatih, wasit pemula, dan penonton. Kesalahan membaca rotasi, menganggap semua sentuhan net sebagai pelanggaran, atau keliru menghitung jumlah sentuhan dapat mengubah hasil pertandingan.

Acuan umum yang berlaku pada 2026 adalah peraturan bola voli indoor edisi 2025–2028. Namun, FIVB juga menjalankan sejumlah uji coba aturan dalam kompetisi internasional tertentu sepanjang musim 2026. Karena itu, aturan dasar yang berlaku secara luas perlu dibedakan dari ketentuan uji coba yang belum otomatis diterapkan pada semua turnamen.

Pembahasan berikut menjelaskan sistem skor, urutan rotasi, posisi pemain, servis, sentuhan bola, serangan, blocking, dan berbagai pelanggaran. Penjelasan juga dilengkapi contoh sederhana agar aturan lebih mudah diterapkan ketika bermain atau mengikuti pelajaran Pendidikan Jasmani.

Aturan Bola Voli yang Berlaku pada 2026

Peraturan utama bola voli indoor pada 2026 mengacu pada Official Volleyball Rules FIVB edisi 2025–2028. Dokumen tersebut mengatur lapangan, pemain, sistem skor, rotasi, servis, sentuhan bola, pergantian pemain, perilaku peserta, hingga tugas perangkat pertandingan. (FIVB)

Aturan tersebut menjadi acuan untuk pertandingan internasional. Kompetisi nasional, antarsekolah, antarkampus, atau turnamen daerah dapat melakukan penyesuaian, misalnya menggunakan format pertandingan yang lebih singkat.

Penyesuaian format tidak berarti aturan dasar permainan dapat diabaikan. Ketentuan mengenai bola masuk dan keluar, jumlah sentuhan, urutan servis, rotasi pemain, serta larangan menyentuh atau mengganggu lawan tetap harus dijelaskan dalam peraturan pertandingan.

Karena itu, peserta sebaiknya membaca hasil technical meeting sebelum bertanding. Langkah ini penting terutama untuk mengetahui jumlah set, batas pergantian pemain, penggunaan libero, dan ketentuan khusus lain yang ditetapkan panitia.

Sistem Skor dalam Permainan Bola Voli

Bola voli menggunakan sistem rally point. Artinya, setiap reli yang selesai akan menghasilkan satu poin tanpa bergantung pada tim mana yang melakukan servis.

Apabila tim yang melakukan servis memenangkan reli, tim tersebut mendapat satu poin dan pemain yang sama kembali melakukan servis. Jika tim penerima memenangkan reli, tim penerima memperoleh satu poin sekaligus mendapatkan hak servis.

Jumlah poin untuk memenangkan set

Dalam pertandingan resmi dengan format best of five, empat set pertama dimainkan sampai 25 poin. Sebuah tim tidak langsung memenangkan set hanya karena mencapai angka 25 apabila keunggulannya belum dua poin.

Contohnya:

  • Skor 25–20 membuat set langsung berakhir karena selisihnya lima poin.

  • Skor 25–24 belum mengakhiri set karena selisihnya baru satu poin.

  • Ketika skor 24–24, permainan dilanjutkan sampai salah satu tim unggul dua angka, seperti 26–24, 27–25, atau 30–28.

Set kelima atau set penentuan dimainkan sampai 15 poin. Meskipun targetnya lebih rendah, kemenangan tetap harus diperoleh dengan selisih minimal dua poin.

Pertandingan dimenangkan oleh tim yang lebih dahulu memperoleh tiga kemenangan set. Skor pertandingan dapat berakhir 3–0, 3–1, atau 3–2. (FIVB)

Format pertandingan yang lebih pendek

Pertandingan antarkelas atau turnamen sekolah terkadang menggunakan format best of three untuk menyesuaikan waktu. Dalam format tersebut, tim yang lebih dahulu memenangkan dua set menjadi pemenang pertandingan.

Panitia juga dapat menetapkan seluruh set dimainkan sampai 25 poin atau membuat set penentuan sampai 15 poin. Ketentuan seperti ini harus diumumkan sebelum pertandingan agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman.

Baca Juga: Daftar Pemain Bhayangkara FC Super League 2026/2027, Skuad Terbaru dan Pelatih

Jumlah Pemain dan Posisi dalam Bola Voli

Setiap tim menempatkan enam pemain di lapangan. Keenam pemain tersebut dibagi menjadi tiga pemain baris depan dan tiga pemain baris belakang.

Posisi pemain diberi nomor sebagai berikut:

  • Posisi 1 atau kanan belakang: menjadi tempat pemain melakukan servis.

  • Posisi 2 atau kanan depan: biasanya ditempati pemain depan yang membantu serangan dan blocking.

  • Posisi 3 atau tengah depan: sering digunakan middle blocker atau penyerang tengah.

  • Posisi 4 atau kiri depan: menjadi area umum bagi outside hitter untuk menyerang.

  • Posisi 5 atau kiri belakang: berperan dalam pertahanan dan penerimaan bola.

  • Posisi 6 atau tengah belakang: menjadi salah satu area utama pertahanan lapangan belakang.

Nomor posisi tidak selalu menunjukkan peran tetap pemain. Seorang setter, misalnya, akan berpindah dari posisi satu hingga enam mengikuti rotasi, meskipun setelah servis ia dapat bergerak menuju area yang mendukung tugasnya.

Pemain depan dan pemain belakang

Pemain yang berada di posisi 2, 3, dan 4 disebut pemain baris depan. Mereka dapat melakukan blocking dan serangan di dekat net sesuai aturan.

Pemain pada posisi 1, 5, dan 6 termasuk pemain baris belakang. Mereka tetap dapat menyerang, tetapi harus mematuhi batas garis serang apabila memukul bola yang seluruhnya berada lebih tinggi daripada bagian atas net.

Pembagian ini penting karena status pemain depan atau belakang ditentukan oleh urutan rotasi, bukan sekadar tempat pemain berdiri setelah reli berjalan.

Cara Rotasi Pemain Bola Voli

Rotasi dilakukan ketika tim penerima servis memenangkan reli dan memperoleh hak untuk melakukan servis. Pemain tidak melakukan rotasi setiap kali mendapatkan poin.

Arah rotasi adalah searah jarum jam dengan urutan:

Posisi 2 → posisi 1 → posisi 6 → posisi 5 → posisi 4 → posisi 3 → kembali ke posisi 2.

Pemain yang sebelumnya berada di posisi 2 berpindah ke posisi 1 dan menjadi server. Sementara itu, pemain dari posisi 1 berpindah ke posisi 6.

Cara mudah mengingatnya adalah membayangkan pemain bergerak melingkar searah putaran jam. Tiga pemain di depan berpindah ke kanan, sedangkan pemain di baris belakang bergerak menuju sisi kiri sebelum kembali ke depan.

Contoh rotasi sederhana

Misalnya, susunan awal sebuah tim adalah:

  • Raka di posisi 1.

  • Dimas di posisi 2.

  • Arif di posisi 3.

  • Bima di posisi 4.

  • Yoga di posisi 5.

  • Fajar di posisi 6.

Ketika tim tersebut mendapatkan hak servis dari lawan, Dimas berpindah dari posisi 2 ke posisi 1 untuk melakukan servis. Raka bergeser ke posisi 6, Fajar ke posisi 5, Yoga ke posisi 4, Bima ke posisi 3, dan Arif ke posisi 2.

Kesalahan rotasi dan kesalahan posisi

Kesalahan rotasi terjadi apabila servis dilakukan oleh pemain yang tidak sesuai urutan servis. Lawan akan memperoleh satu poin dan hak servis, sedangkan susunan tim yang melakukan kesalahan harus diperbaiki.

Apabila kesalahan baru diketahui setelah beberapa poin berlangsung, pencatat skor dapat menentukan kapan kesalahan dimulai. Poin yang diperoleh tim sejak terjadinya kesalahan dapat dibatalkan, sedangkan poin lawan tetap dipertahankan.

Kesalahan posisi berbeda dari kesalahan urutan servis. Kesalahan posisi berkaitan dengan letak relatif pemain ketika servis dilakukan atau pada waktu yang ditentukan dalam peraturan pertandingan. (FIVB)

Baca Juga: Daftar Pemain Persijap Jepara 2026/2027: Skuad Terbaru, Pemain Baru, dan Pelatih

Aturan Servis Bola Voli

Servis merupakan tindakan memulai reli dengan memukul bola dari zona servis. Pemain yang berada pada posisi 1 menjadi server setelah tim memperoleh hak servis.

Bola harus dipukul menggunakan satu tangan atau bagian lengan setelah dilambungkan atau dilepaskan dari tangan. Pemain hanya diperbolehkan melakukan satu kali lambungan atau pelepasan bola untuk servis.

Batas waktu servis

Server harus memukul bola dalam waktu delapan detik setelah wasit pertama meniup peluit. Melebihi batas waktu tersebut dapat membuat tim kehilangan reli.

Servis yang dilakukan sebelum peluit wasit tidak langsung menghasilkan poin bagi lawan. Servis tersebut dibatalkan dan harus diulang setelah mendapat izin.

Foot fault saat servis

Pada saat memukul bola atau melakukan tolakan untuk jump serve, server tidak boleh menginjak garis akhir maupun lantai di luar zona servis.

Setelah bola dipukul, pemain boleh mendarat di dalam lapangan. Jadi, kesalahan ditentukan berdasarkan posisi kaki ketika melakukan pukulan atau tolakan, bukan tempat pemain mendarat.

Servis dinyatakan salah apabila

Beberapa kesalahan yang dapat terjadi saat servis meliputi:

  • Server tidak mengikuti urutan servis.

  • Bola tidak dipukul dengan benar setelah dilepaskan.

  • Server menginjak garis akhir ketika melakukan pukulan.

  • Bola menyentuh pemain dari tim yang melakukan servis.

  • Bola gagal melewati net melalui ruang lintasan yang sah.

  • Bola jatuh di luar lapangan tanpa menyentuh lawan.

  • Tim melakukan screening yang menghalangi pandangan penerima terhadap pukulan dan lintasan bola.

Bola servis yang menyentuh net tetap dapat dimainkan apabila berhasil melewati net dan masuk ke area permainan lawan. Sentuhan pada net tidak otomatis membuat servis diulang atau dinyatakan gagal. (FIVB)

Aturan Sentuhan Bola

Setiap tim memiliki maksimal tiga sentuhan untuk mengembalikan bola ke daerah lawan. Sentuhan saat melakukan block tidak dihitung sebagai salah satu dari tiga sentuhan tersebut.

Artinya, setelah bola menyentuh blocker, tim masih memiliki kesempatan melakukan tiga sentuhan. Pemain yang menyentuh bola ketika blocking juga boleh melakukan sentuhan berikutnya.

Urutan permainan yang umum adalah:

  1. Sentuhan pertama digunakan untuk menerima servis atau menahan serangan.

  2. Sentuhan kedua digunakan setter untuk mengatur umpan.

  3. Sentuhan ketiga digunakan penyerang untuk mengarahkan bola ke area lawan.

Tim tidak harus selalu menggunakan ketiga sentuhan. Bola boleh dikembalikan pada sentuhan pertama atau kedua selama dilakukan secara sah.

Bola boleh mengenai bagian tubuh apa pun

Bola dapat menyentuh bagian tubuh mana pun, termasuk kaki, kepala, bahu, atau dada. Anggapan bahwa bola voli hanya boleh dimainkan dengan tangan tidak sesuai dengan aturan.

Hal yang dinilai adalah karakter kontaknya. Bola harus memantul dan tidak boleh ditangkap, ditahan, atau dilempar.

Double contact

Double contact terjadi ketika seorang pemain menyentuh bola dua kali secara berurutan atau bola mengenai beberapa bagian tubuhnya secara berturut-turut dalam tindakan yang terpisah.

Namun, terdapat pengecualian pada sentuhan pertama tim. Bola dapat mengenai beberapa bagian tubuh secara berurutan selama kontak tersebut terjadi dalam satu tindakan memainkan bola.

Contohnya, bola hasil smash mengenai lengan penerima lalu memantul ke bahunya dalam satu gerakan bertahan. Kejadian tersebut tidak selalu dianggap double contact apabila merupakan satu tindakan yang berkelanjutan.

Empat sentuhan

Pelanggaran four hits terjadi ketika sebuah tim menyentuh bola empat kali sebelum mengembalikannya. Wasit akan menghentikan reli dan memberikan poin serta hak servis kepada lawan.

Kontak block tidak masuk hitungan. Karena itu, urutan block, receive, set, dan smash masih sah karena tim baru menggunakan tiga sentuhan setelah blocking. (FIVB)

Aturan Net, Garis Tengah, dan Serangan

Tidak semua sentuhan terhadap net merupakan pelanggaran. Kontak dengan net di antara kedua antena menjadi kesalahan apabila terjadi ketika pemain sedang melakukan tindakan memainkan bola.

Tindakan memainkan bola mencakup tolakan, percobaan memukul, pukulan, dan proses mendarat untuk bersiap melakukan gerakan berikutnya.

Pemain juga dinyatakan melakukan pelanggaran apabila menggunakan net sebagai penyangga, berpegangan pada net, memperoleh keuntungan dari sentuhan tersebut, atau mengganggu usaha lawan memainkan bola.

Sebaliknya, apabila bola menghantam net lalu membuat net menyentuh tubuh pemain lawan, pemain tersebut tidak otomatis melakukan pelanggaran.

Melewati garis tengah

Kaki pemain boleh melewati sebagian garis tengah selama masih ada bagian kaki yang menyentuh atau berada tepat di atas garis tersebut dan tidak mengganggu lawan.

Pelanggaran terjadi apabila kaki masuk sepenuhnya ke lapangan lawan atau gerakan pemain mengganggu permainan lawan. Keselamatan pemain menjadi pertimbangan penting dalam penerapan aturan ini.

Serangan pemain belakang

Pemain belakang boleh melakukan smash dari belakang garis serang. Ketika melakukan tolakan, kakinya tidak boleh menyentuh atau melewati garis serang.

Setelah memukul bola, pemain diperbolehkan mendarat di zona depan.

Pelanggaran serangan pemain belakang terjadi jika pemain melompat dari zona depan lalu menyelesaikan serangan ketika seluruh bagian bola berada lebih tinggi daripada bagian atas net.

Aturan blocking

Hanya pemain depan yang diperbolehkan menyelesaikan blocking. Pemain belakang atau libero tidak boleh menyelesaikan maupun berpartisipasi dalam block yang selesai.

Pemain juga dilarang melakukan block terhadap servis lawan. Selain itu, tangan blocker tidak boleh menyentuh bola di ruang lawan sebelum lawan menyelesaikan serangannya. (FIVB)

Baca Juga: Skuad Persita Tangerang Super League 2026/2027 Terbaru: Daftar Pemain dan Nomor Punggung

Jenis Pelanggaran Bola Voli dan Sanksinya

Sebagian besar pelanggaran permainan membuat lawan memperoleh satu poin sekaligus hak servis. Berikut beberapa pelanggaran yang paling sering terjadi.

1. Four hits

Tim menggunakan lebih dari tiga sentuhan untuk mengembalikan bola. Kesalahan ini sering terjadi ketika pemain lupa bahwa bola sudah disentuh tipis oleh rekan setim sebelum diumpan.

2. Double contact

Seorang pemain menyentuh bola dua kali secara berurutan dalam tindakan yang berbeda. Pelanggaran ini banyak terjadi ketika setter tidak mengontrol bola dengan seimbang.

3. Catch atau lift

Bola tertahan, ditangkap, diangkat, atau dilempar sehingga tidak langsung memantul dari tubuh pemain. Gerakan tip yang terlalu lama juga dapat dinilai sebagai tangkapan.

4. Assisted hit

Pemain menggunakan bantuan rekan, tiang, kursi, atau benda lain untuk menjangkau dan memainkan bola. Rekan setim boleh menahan pemain yang hampir melakukan pelanggaran atau terjatuh, tetapi tidak boleh membantu meningkatkan jangkauan pukulannya.

5. Rotational fault

Pemain yang melakukan servis tidak sesuai dengan urutan rotasi. Lawan memperoleh poin dan hak servis, kemudian susunan pemain harus diperbaiki.

6. Foot fault

Server menginjak garis akhir atau lantai di luar zona servis ketika memukul bola atau melakukan tolakan jump serve.

7. Net fault

Pemain menyentuh net di antara antena ketika melakukan tindakan memainkan bola, menggunakan net sebagai tumpuan, atau mengganggu lawan.

8. Attack hit fault

Pemain belakang menyerang dari zona depan ketika bola sepenuhnya berada di atas net. Pelanggaran juga terjadi apabila pemain menyelesaikan serangan terhadap servis lawan dari zona depan saat bola seluruhnya lebih tinggi daripada net.

9. Blocking fault

Pemain belakang atau libero menyelesaikan block, pemain memblok servis lawan, atau blocker menyentuh bola di ruang lawan sebelum serangan lawan dilakukan.

10. Bola keluar

Bola dinyatakan keluar apabila jatuh sepenuhnya di luar garis lapangan, menyentuh benda di luar permainan, mengenai antena, atau melewati net dari luar ruang lintasan yang sah.

Garis lapangan termasuk bagian dalam area permainan. Apabila sebagian bola menyentuh garis ketika jatuh, bola dinyatakan masuk.

Perbedaan Aturan Resmi dan Uji Coba FIVB 2026

FIVB menyetujui beberapa uji coba untuk kompetisi internasional tertentu pada 2026. Pengujian dilakukan antara lain dalam Volleyball Nations League 2026, Kejuaraan Dunia U17, dan kejuaraan kontinental.

Ketentuan tersebut masih berada dalam tahap evaluasi. Artinya, perubahan itu tidak boleh langsung dianggap berlaku di seluruh pertandingan sekolah, kompetisi lokal, maupun semua liga nasional.

Beberapa uji coba yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Pergerakan tim penerima: pemain penerima harus berada dalam urutan rotasi yang benar ketika peluit dibunyikan, tetapi boleh mulai bergerak ketika gerakan servis dimulai.

  • Pergantian pemain: jumlah pergantian dalam satu set dinaikkan dari enam menjadi delapan pada kompetisi yang mengikuti uji coba.

  • Double contact saat setting: dua kontak dalam tindakan setting pada sentuhan kedua tetap dapat diterima apabila bola bertahan di sisi lapangan yang sama. Bola tetap tidak boleh ditangkap atau dilempar.

  • Bola mengenai infrastruktur atas: apabila sentuhan pertama atau kedua mengenai bagian bangunan di atas lapangan dan bola tetap dapat dimainkan di sisi tim yang sama, reli dapat dilanjutkan dalam kompetisi uji coba.

  • Kontak serangan: tindakan mendorong, membawa, menangkap, atau melempar bola dalam serangan dinilai lebih ketat. Tip singkat masih diperbolehkan.

Uji coba ini dirancang untuk menyederhanakan pemahaman aturan dan menjaga alur pertandingan. Penerapan permanennya masih bergantung pada hasil evaluasi FIVB. (Volleyball World)

Cara Mudah Memahami Aturan Bola Voli

Menghafal semua pasal sekaligus dapat membuat pelajar kesulitan. Pemahaman akan lebih mudah jika aturan dikelompokkan berdasarkan urutan terjadinya permainan.

Pertama, pahami kapan sebuah tim mendapatkan poin dan hak servis. Setelah itu, pelajari rotasi searah jarum jam ketika tim penerima berhasil merebut servis.

Kedua, gunakan pola “terima, umpan, serang” untuk mengingat batas tiga sentuhan. Ingat bahwa block tidak dihitung sebagai sentuhan pertama tim.

Ketiga, bedakan posisi sebelum servis dan pergerakan setelah permainan dimulai. Pemain harus memahami urutan rotasinya meskipun nantinya bergerak ke area sesuai tugas sebagai setter, middle blocker, atau penyerang.

Terakhir, lakukan simulasi. Guru atau pelatih dapat menghentikan latihan pada situasi tertentu, lalu meminta pemain menjelaskan posisi, jumlah sentuhan, dan pelanggaran yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Daftar Pemain Bhayangkara FC Super League 2026/2027, Skuad Terbaru dan Pelatih

Pemahaman aturan sebaiknya dilatih bersama teknik dasar. Pemain yang mengetahui alasan di balik keputusan wasit akan lebih mudah menjaga posisi, mengontrol sentuhan, dan menghindari kehilangan poin yang sebenarnya dapat dicegah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa poin yang dibutuhkan untuk memenangkan set bola voli?

Empat set pertama dimainkan sampai 25 poin, sedangkan set kelima dimainkan sampai 15 poin. Tim harus unggul minimal dua poin agar set dapat dinyatakan selesai.

Kapan pemain harus melakukan rotasi?

Rotasi dilakukan ketika tim yang sebelumnya menerima servis memenangkan reli dan mendapatkan hak servis. Pemain bergerak satu posisi searah jarum jam sebelum servis berikutnya dilakukan.

Apakah bola yang menyentuh net saat servis tetap sah?

Bola tetap sah apabila menyentuh net lalu berhasil melewatinya melalui ruang lintasan yang benar dan masuk ke lapangan lawan. Bola dinyatakan gagal jika tidak melewati net atau jatuh di luar lapangan.

Apakah menyentuh net selalu menjadi pelanggaran?

Tidak semua sentuhan net menjadi pelanggaran. Kesalahan terjadi ketika pemain menyentuh net di antara antena dalam tindakan memainkan bola, menggunakan net sebagai tumpuan, atau mengganggu lawan.

Apakah pemain boleh menyentuh bola dengan kaki?

Boleh. Bola dapat dimainkan menggunakan bagian tubuh mana pun selama kontaknya sah dan bola tidak ditangkap, ditahan, atau dilempar.

Penutup

Aturan bola voli terbaru mencakup lebih dari sekadar menghitung poin. Pemain perlu memahami kapan harus berotasi, siapa yang melakukan servis, batas tiga sentuhan, perbedaan pemain depan dan belakang, serta tindakan yang dapat dianggap sebagai pelanggaran.

Dalam pertandingan resmi, empat set pertama dimainkan sampai 25 poin dan set penentuan sampai 15 poin dengan selisih kemenangan minimal dua angka. Rotasi dilakukan saat tim penerima merebut hak servis, bukan setiap kali mencetak poin.

Peraturan edisi 2025–2028 masih menjadi acuan umum pada 2026. Sementara itu, sejumlah perubahan yang diperkenalkan FIVB pada musim 2026 masih berupa uji coba di kompetisi tertentu. Karena itu, pemain dan pelatih tetap perlu membaca regulasi turnamen serta hasil technical meeting sebelum pertandingan dimulai.

Artikel terkait